Port FC Bungkam PSMS Medan 2-0 di Piala Presiden
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menyaksikan kiprah impresif Port FC yang sukses memetik tiga poin perdana di ajang Piala Presiden 2026. Klub asal Thailand itu menaklukkan PSMS Medan dengan skor ak...
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menyaksikan kiprah impresif Port FC yang sukses memetik tiga poin perdana di ajang Piala Presiden 2026. Klub asal Thailand itu menaklukkan PSMS Medan dengan skor akhir 2-0 lewat penampilan dominan sepanjang dua babak. Gol kemenangan dicetak pada menit ke-34 oleh striker andalan mereka, Suphanat Mueanta, dan digandakan oleh gelandang serang Supachok Sarachat tepat di menit ke-67.
Sejak peluit awal dibunyikan, pasukan asuhan pelatih Masatada Ishii langsung mengambil inisiatif dengan penguasaan bola mencapai 63% dan total 8 tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan. Sementara PSMS yang turun dengan formasi 5-4-1 lebih banyak bertahan, hanya mampu melepaskan 2 shots on target sepanjang laga. Lini tengah Port FC yang dimotori Weerathep Pomphan dan Sarachat menjadi kunci kelancaran distribusi bola, memutus aliran serangan balik Ayam Kinantan sebelum berkembang.
Babak Pertama: Dominasi Sirkulasi dan Gol Pembuka
Port FC menurunkan starting XI ofensif dengan pola 4-3-3. Trio lini depan Mueanta, Hamilton, dan Bordin Phala terus menekan lini belakang PSMS yang dikawal Ridho Syuhada. Menit ke-12, peluang emas pertama lahir lewat sundulan Hamilton yang masih membentur mistar gawang setelah memanfaatkan umpan silang Kevin Deeromram. PSMS sempat mengancam melalui skema serangan balik cepat di menit ke-23. Hari Nur Yulianto melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun bola masih bisa ditepis kiper Somporn Yos. Petaka bagi PSMS terjadi pada menit ke-34. Berawal dari pressing tinggi yang memaksa bek Gusti Sandria kehilangan bola di area berbahaya, Suphanat Mueanta dengan dingin melewati dua pemain dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang yang tak terjangkau Fajar Setya. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, disertai statistik penguasaan bola Port FC yang menyentuh 68% di 45 menit pertama.
Babak Kedua: Gol Penentu dan Kedisiplinan Taktik
Memasuki babak kedua, PSMS mencoba keluar dari tekanan dengan memasukkan gelandang kreatif Sandrian menggantikan Ahmad Bustomi. Perubahan ini sempat memberi nafas baru. Menit ke-55, skema umpan satu-dua antara Sandrian dan Rachmat Hidayat nyaris membuahkan gol, butuh penyelamatan gemilang Somporn Yos untuk menepis bola. Namun Port FC justru semakin rapi. Serangan balik kilat di menit ke-67 mematikan harapan PSMS. Weerathep Pomphan mengirim umpan terobosan akurat ke kotak penalti yang disambut Supachok Sarachat. Lewat kontrol satu sentuhan, gelandang bernomor punggung 10 itu melepaskan tembakan bending ke sudut kanan gawang, mengubah papan skor menjadi 2-0. Proses gol sempat dicek oleh VAR karena dugaan offside, namun wasit menilai posisi Sarachat sejajar dengan Muhammad Rifqi. Setelah gol kedua, Port FC menurunkan intensitas namun tetap menjaga struktur pertahanan. Masuknya Asnawi Mangkualam sebagai bek kanan pengganti menambah soliditas. Hingga peluit panjang, PSMS gagal menciptakan peluang berarti dan harus puas mengakhiri laga tanpa clean sheet, sementara Port FC pulang dengan statistik sempurna: clean sheet ketiga dalam empat laga terakhir di pramusim.
Statistik Kunci dan Reaksi Pelatih
Data pertandingan semakin menegaskan superioritas wakil Liga Thailand tersebut. Port FC mencatatkan 524 operan sukses dengan akurasi 87%, berbanding 284 operan milik PSMS. Kombinasi di sepertiga akhir begitu tajam: 13 umpan kunci dilepaskan, enam di antaranya berujung peluang emas. Di sisi pertahanan, duet Elias Dolah dan Suphan Thongsong tampil sempurna dengan 7 intersep dan 5 sapuan, mematikan setiap upaya crossing dan bola panjang ke Yusuf Efendi. Pelatih Port FC, Masatada Ishii, memuji disiplin taktikal anak asuhnya.
“Kami sudah mempelajari kelemahan PSMS di fase transisi. Pemain menjalankan instruksi dengan sangat baik, terutama dalam pressing setelah kehilangan bola. Gol pertama adalah buah dari tekanan itu. Kini fokus kami ke laga berikutnya,”ujar Ishii. Sementara itu, pelatih PSMS Medan, Jafri Sastra, mengakui kualitas lawan.
“Mereka tim yang sangat terorganisasi. Kami kesulitan keluar dari tekanan dan kalah di duel-duel kunci. Evaluasi akan dilakukan jelang laga kedua,”katanya. Kemenangan ini menempatkan Port FC di puncak klasemen sementara Grup A Piala Presiden 2026, unggul selisih gol atas calon lawan berikutnya. PSMS harus segera bangkit jika ingin menjaga asa ke semifinal.
Comments (0)