Polisi Selidiki Kasus Hipnotis Lansia di Banyuwangi, Emas Rp120 Juta Raib
BANYUWANGI — Aksi kejahatan dengan modus hipnotis kembali terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kali ini, seorang warga lanjut usia (lansia) menjadi
BANYUWANGI — Aksi kejahatan dengan modus hipnotis kembali terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kali ini, seorang warga lanjut usia (lansia) menjadi korban dan harus kehilangan perhiasan emas senilai sekitar Rp120 juta. Peristiwa ini sontak membuat geger warga setempat dan menambah daftar panjang kasus penipuan dengan modus serupa yang meresahkan masyarakat.
Kapolresta Banyuwangi melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, korban yang berusia sekitar 70 tahun itu didatangi oleh pelaku yang tidak dikenal saat sedang berada di depan rumahnya. Pelaku diduga menggunakan mantral atau sugesti tertentu untuk membuat korban tidak sadar sebelum melancarkan aksinya.
Kronologi Kejadian dan Modus Pelaku
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, peristiwa nahas itu terjadi pada siang hari ketika korban tengah bersantai di teras rumah. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba menghampiri dan mengajak korban berbicara. Dalam waktu singkat, korban yang awalnya waspada mendadak kehilangan kesadaran dan menuruti segala perintah pelaku.
Pelaku kemudian meminta korban mengambil perhiasan emas yang disimpan di dalam lemari kamar. Tanpa perlawanan berarti, korban menyerahkan cincin, gelang, dan kalung emas miliknya. Setelah mendapatkan barang berharga tersebut, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Korban baru sadar setelah beberapa saat kemudian dan menemukan barang berharganya telah hilang.
"Korban baru menyadari dirinya telah menjadi korban hipnotis setelah pelaku pergi. Saat itu juga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kami masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa saksi-saksi dan merekam rekaman CCTV di sekitar lokasi," ujar AKP Anom Prabowo dalam keterangannya kepada awak media.
Polisi yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi dan mengumpulkan barang bukti yang mungkin ditinggalkan pelaku. Tim Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi juga diturunkan untuk memburu pelaku yang diduga merupakan komplotan lintas daerah.
Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Banyuwangi yang belakangan kerap menjadi sasaran aksi kejahatan dengan modus hipnotis. Polisi mengimbau warga, terutama para lansia, untuk tidak mudah percaya kepada orang asing yang tiba-tiba mengajak berinteraksi.
Berikut beberapa poin kunci yang perlu diperhatikan masyarakat untuk mencegah aksi hipnotis:
- Hindari interaksi dengan orang tak dikenal yang tiba-tiba mendekat dan mengajak bicara dengan topik tidak jelas.
- Waspadai gerakan tangan atau benda yang tidak wajar, karena pelaku sering menggunakan media seperti kertas, jam, atau perhiasan untuk memancing fokus korban.
- Segera menjauh dan cari keramaian jika merasa pusing atau kehilangan konsentrasi saat berbicara dengan orang asing.
- Simpan barang berharga di tempat aman dan jangan pernah menunjukkan perhiasan kepada orang yang tidak dikenal.
- Laporkan segera ke polisi jika menjadi korban atau melihat aksi mencurigakan di lingkungan sekitar.
Meski demikian, pihak kepolisian mengaku masih mendalami apakah kasus ini benar-benar menggunakan teknik hipnotis atau merupakan bentuk penipuan dengan manipulasi psikologis. Pasalnya, modus hipnotis sering kali sulit dibuktikan secara ilmiah dalam proses hukum, sehingga penyidik harus bekerja ekstra dalam mengumpulkan alat bukti yang kuat.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui pasti. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama di lingkungan perumahan yang sepi. Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat keamanan untuk lebih gencar melakukan sosialisasi pencegahan kejahatan jalanan di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.
Comments (0)