PHE ONWJ Kembali Produksi Minyak dari Sumur LLA-5, 780 BOPD

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menghidupkan kembali sebuah sumur minyak yang telah berhenti berproduksi selama 24 ta

Jul 08, 2026 - 23:18
0 0
PHE ONWJ Kembali Produksi Minyak dari Sumur LLA-5, 780 BOPD

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menghidupkan kembali sebuah sumur minyak yang telah berhenti berproduksi selama 24 tahun. Langkah ini menandai kebangkitan aktivitas di Anjungan Lepas Pantai LLA, yang terletak di perairan utara Jawa Barat, dan langsung mencatatkan hasil yang melampaui ekspektasi awal. Sumur dengan kode LLA-5 tersebut kini mengalirkan minyak mentah dengan laju produksi awal mencapai 780 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini jauh di atas target yang semula ditetapkan, yakni 300 BOPD, atau lebih dari dua kali lipatnya.

Lebih dari Sekadar Angka Produksi

Keberhasilan produksi awal ini membawa angin segar bagi industri hulu migas nasional, khususnya di wilayah operasi PHE ONWJ yang sudah matang (mature field). General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, mengonfirmasi bahwa kualitas minyak yang diangkat dari sumur LLA-5 tergolong prima. Kandungan air yang tercampur dalam minyak mentah sangat minim, hanya sekitar 3%. Dalam istilah teknis perminyakan, semakin kecil kadar air (water cut), semakin efisien proses produksi dan semakin tinggi nilai jual minyak mentah yang dihasilkan. "Minyak mentah yang diangkat sangat baik, dengan kandungan air yang sangat minim, yakni 3%," ujar Muzwir, menegaskan kualitas hasil yang diperoleh.

Dari perspektif ekonomi, produksi tambahan sebesar 780 barel per hari memberikan kontribusi berarti terhadap target lifting minyak nasional. Dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level US$80 per barel, sumur ini berpotensi menambah pendapatan kotor sekitar US$62.400 per hari atau setara dengan Rp980 juta per hari. Dalam setahun penuh, kontribusinya dapat menembus angka Rp357 miliar. Ini relevan di tengah upaya pemerintah mengejar target produksi 1 juta barel per hari pada 2030.

Revitalisasi Lapangan Matang: Strategi Rendah Risiko

Keputusan PHE ONWJ untuk kembali mengebor di anjungan LLA setelah lebih dari dua dekade tanpa aktivitas bukanlah langkah tanpa pertimbangan. Faktanya, data geologi dan seismik yang ada menunjukkan potensi bypass oil—minyak yang belum terambil oleh metode produksi konvensional sebelumnya. Dengan teknologi evaluasi formasi dan pengeboran yang lebih modern, perusahaan mampu mengidentifikasi zona prospektif yang dulu dianggap tidak ekonomis. Strategi ini merupakan bagian dari optimasi aset eksisting yang lebih rendah risiko dibanding eksplorasi di area baru (frontier), sekaligus memaksimalkan tingkat pemulihan minyak (enhanced oil recovery).

"Capaian ini menunjukkan potensi cadangan migas di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat masih menjanjikan untuk terus dikembangkan. Sudah 24 tahun tanpa aktivitas pengeboran baru, anjungan lepas pantai LLA di perairan utara Jawa Barat kembali dihidupkan," kata Muzwir.

Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa area operasi PHE ONWJ yang telah berproduksi sejak era 1970-an masih menyimpan kejutan. Bagi investor dan pelaku pasar, keberhasilan ini memberi sinyal bahwa investasi pada kerja ulang sumur tua (workover) dan pengeboran pengembangan di lapangan matang masih menjanjikan imbal hasil yang kompetitif. Selain itu, efek berganda (multiplier effect) dari aktivitas ini termasuk penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan aktivitas industri penunjang migas di sepanjang pantai utara Jawa Barat.

Poin Kunci Keberhasilan Sumur LLA-5

  • Laju produksi awal mencapai 780 BOPD, melampaui target awal 300 BOPD.
  • Kualitas minyak sangat baik, dengan kadar air hanya 3% sehingga menekan biaya pemrosesan.
  • Masa jeda 24 tahun tanpa pengeboran berhasil dipatahkan, membuktikan potensi besar di lapangan matang.
  • Dampak ekonomi langsung berupa potensi pendapatan tambahan hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
  • Strategi revitalisasi menjadi cetak biru untuk pengembangan lapangan tua lainnya di Indonesia.

Ke depan, PHE ONWJ berencana melanjutkan program pengeboran serupa di sejumlah sumur lain di sekitar anjungan LLA, menjadikannya salah satu pilar pertumbuhan produksi dari wilayah kerja eksisting. Bagi pelaku industri, data ini menjadi bukti nyata bahwa optimalisasi aset matang dengan pendekatan teknologi yang tepat mampu mendorong peningkatan produksi jangka pendek, sembari menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User