Petugas Jaring 3 Ton Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan

Upaya pemulihan keanekaragaman hayati perairan darat di wilayah DKI Jakarta terus digencarkan. Sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil dijaring dan dievakua

Sep 09, 2026 - 16:27
0 0
Petugas Jaring 3 Ton Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan

Upaya pemulihan keanekaragaman hayati perairan darat di wilayah DKI Jakarta terus digencarkan. Sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil dijaring dan dievakuasi dari kawasan cagar budaya dan konservasi air Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Operasi intensif ini melibatkan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama dinas terkait guna menekan populasi spesies invasif yang mendominasi ekosistem danau buatan tersebut.

Dominasi ikan sapu-sapu (Loricariidae) di perairan urban menjadi indikator sekaligus ancaman serius bagi kelangsungan fauna endemik air tawar. Keberadaannya yang tak terkendali mengikis populasi ikan lokal seperti mujair, nila, gabus, dan tawes yang secara historis menjadi bagian dari ekosistem Setu Babakan.

Kronologi Operasi Pembersihan dan Pengendalian Populasi

Pembersihan perairan dilakukan secara terstruktur dengan menyisir beberapa titik konsentrasi sedimentasi lumpur yang menjadi habitat utama ikan sapu-sapu. Berikut alur jalannya operasi penertiban:

  1. Penyisiran Titik Dangkal (Pukul 07.30 - 09.30 WIB): Petugas PPSU memetakan area tepi danau yang mengalami pendangkalan serta memiliki banyak lubang sarang di tanggul lumpur.
  2. Penebaran Jaring Apung dan Jala Tebar (Pukul 09.30 - 12.00 WIB): Tim gabungan membentangkan jaring berdiameter besar untuk menyekat pergerakan kawanan ikan sapu-sapu dari dasar danau.
  3. Pengangkatan dan Pemilahan Tangkapan (Pukul 13.00 - 15.30 WIB): Ikan yang terjaring diangkat ke bantaran setu, dipilah antara spesies invasif dengan ikan konsumsi lokal yang kemudian dilepaskan kembali.
  4. Penimbangan dan Evakuasi Akhir: Total biomassa ikan sapu-sapu yang terkumpul mencapai angka 3 ton sebelum diangkut menuju instalasi pengolahan limbah organik khusus.
"Populasi ikan sapu-sapu di Setu Babakan sudah berada pada tahap yang sangat mendominasi. Jika dibiarkan tanpa intervensi berkala, ikan-ikan lokal akan punah karena kalah bersaing dalam mencari pakan alami dan ruang bertelur," ujar salah satu pengawas lapangan di lokasi.

Dampak Ekologis Dominasi Spesies Invasif

Ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya tahan hidup yang luar biasa tinggi pada perairan beroksigen rendah dan tercemar. Kebiasaan makannya yang menyerap lumut, detritus, hingga telur-telur ikan lain menyebabkan terganggunya rantai makanan akuatik. Beberapa faktor krusial yang membuat spesies ini berbahaya meliputi:

  • Kemampuan Adaptasi Ekstrem: Memiliki sistem pernapasan tambahan yang memungkinkan bertahan di air keruh dan berlumpur tebal.
  • Perusakan Tanggul Alami: Kebiasaan menggali lubang di dinding tanah untuk bertelur mempercepat erosi dan sedimentasi di dasar setu.
  • Minimnya Predator Alami: Tubuh yang dilapisi lempeng keras berduri membuat predator lokal enggan memangsanya, sehingga laju perkembangbiakannya melesat cepat.

Langkah Restorasi Berkelanjutan Perairan Setu Babakan

Pengangkatan 3 ton ikan invasif ini merupakan fase awal dari program pemulihan danau secara berkala. Pemerintah daerah berencana melanjutkan agenda pembersihan dengan pengerukan endapan lumpur serta penaburan bibit ikan endemik yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi bagi masyarakat sekitar Jagakarsa.

Petugas gabungan menjaring sekitar 3 ton ikan sapu-sapu dari kawasan konservasi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Langkah intervensi ini krusial guna menekan populasi spesies invasif yang mengancam kepunahan ikan air tawar endemik lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User