Pertamina Tambah Pasokan dan Operator Urai Antrean SPBU Makassar
Kondisi antrean kendaraan bermotor di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dilaporkan mulai menunjukkan tren perbaikan. Mana
Kondisi antrean kendaraan bermotor di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dilaporkan mulai menunjukkan tren perbaikan. Manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat mengurai kepadatan dengan mengeksekusi serangkaian langkah taktis, mulai dari penebalan pasokan harian hingga penambahan personel operator di lapangan guna mempercepat waktu pengisian bahan bakar.
Langkah intervensi operasional ini diambil setelah tekanan permintaan BBM meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir, yang memicu kepadatan arus lalu lintas di sekitar fasilitas pengisian. Pertamina secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan operasional yang terjadi dan berkomitmen menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Kronologi dan Skema Penanganan Distribusi
Berdasarkan evaluasi rantai pasok energi di Makassar, koordinasi intensif telah dilakukan untuk memulihkan ritme pelayanan konsumen melalui tahapan berikut:
- Deteksi Lonjakan Permintaan: Terjadinya peningkatan konsumsi bahan bakar bersubsidi maupun nonsubsidi di titik-titik krusial Kota Makassar yang memicu perlambatan antrean di jalur pengisian.
- Aktivasi Pasokan Tambahan: Pertamina Patra Niaga menginstruksikan Integrated Terminal (IT) Makassar untuk menambah alokasi harian dan mempercepat ritase armada mobil tangki ke SPBU yang mengalami lonjakan volume.
- Penambahan Operator SPBU: Menempatkan petugas ekstra pada jam-jam sibuk guna memangkas durasi transaksi per kendaraan, termasuk optimalisasi sistem pembayaran digital MyPertamina dan tunai.
- Pengawasan Lapangan Terpadu: Melakukan monitoring berkala bersama stakeholder terkait guna mencegah praktik penimbunan atau pembelian tidak wajar menggunakan tangki modifikasi.
"Kami memahami aspirasi masyarakat dan terus berupaya maksimal memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan. Penambahan pasokan serta penyiagaan operator di SPBU difokuskan agar antrean dapat terurai lebih cepat," ungkap manajemen Pertamina Patra Niaga dalam pernyataan resminya.
Analisis Logistik dan Dinamika Konsumsi Energi
Fenomena antrean BBM di kawasan perkotaan seperti Makassar kerap dipicu oleh kombinasi faktor logistik dan psikologis pasar. Dari sisi logistik, fluktuasi kedatangan kapal tanker serta pola distribusi darat memerlukan sinkronisasi presisi tinggi. Ketika terjadi sedikit jeda pengiriman, kepanikan konsumen (panic buying) berpotensi melipatgandakan volume antrean secara mendadak.
Untuk menstabilkan situasi, Pertamina menerapkan sejumlah instrumen mitigasi jangka pendek dan menengah:
- Buffer Stock Optimal: Menjaga ketahanan stok BBM jenis Pertalite dan Solar pada level aman di atas ketahanan rata-rata harian.
- Operasional 24 Jam: Membuka opsi operasional SPBU strategis hingga 24 jam penuh guna mendistribusikan waktu kedatangan konsumen secara merata.
- Digitalisasi Nozzle: Memanfaatkan sistem pemantauan digital berbasis data real-time untuk memprediksi penurunan level stok di tangki pendam SPBU secara proaktif.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian bahan bakar sesuai dengan kebutuhan wajar, mengingat ketersediaan stok di depot utama berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.
Comments (0)