Peringatan Tegas Prabowo kepada Dalang di Balik Aksi Demo yang Ditunggangi
Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang sengaja membiayai dan menunggangi aksi demonstrasi yang marak terjadi di berbagai daerah. Pernyataan tegas
Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang sengaja membiayai dan menunggangi aksi demonstrasi yang marak terjadi di berbagai daerah. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam pidatonya di hadapan ribuan peserta Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII, yang berlangsung di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Dalam forum bergengsi yang dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pejabat tinggi negara, serta para gubernur dan kepala daerah se-Indonesia itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya sistematis yang mencoba memecah belah bangsa melalui jalanan. Orang nomor satu di republik ini secara terbuka menyatakan bahwa dirinya telah mengantongi informasi akurat mengenai siapa saja aktor intelektual yang bermain di balik layar aksi-aksi massa yang berpotensi anarkis tersebut.
Pemerintah Tahu Aktor Intelektual Demo
"Saya tahu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo untuk membuat situasi tidak kondusif," tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin, seperti dikutip Beritainti.com dari rilis resmi yang diterima redaksi, Kamis (25/6/2026). Meskipun tidak merinci nama atau kelompok spesifik, gestur dan intonasi Presiden menunjukkan bahwa peringatan ini bukanlah gertakan semata.
Lebih lanjut, Prabowo Subianto mengingatkan bahwa pemerintah memiliki instrumen hukum dan aparat keamanan yang siap menindak tegas siapa pun yang terbukti bermain api dengan memanfaatkan hak konstitusional rakyat untuk menyuarakan pendapat. Demonstrasi, menurut Presiden, adalah bagian dari demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun, jika demonstrasi tersebut sudah ditunggangi oleh kepentingan tertentu yang menyusupkan provokasi dan agenda tersembunyi, negara tidak akan memberikan toleransi.
Ancaman bagi Stabilitas Politik dan Ekonomi
Di tengah fokus pemerintah yang tengah menggenjot swasembada pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan, upaya menciptakan instabilitas politik dinilai sebagai langkah merusak yang kontraproduktif. Presiden dalam forum Penas tersebut mengaitkan aksi demo yang dibayar dengan ancaman terhadap kesejahteraan petani dan nelayan. "Jangan sampai kerja keras kita untuk wong cilik, untuk petani dan nelayan, dirusak oleh segelintir orang yang hanya ingin kenyamanannya sendiri," imbuhnya.
Analis politik yang dihubungi Beritainti.com menilai pernyataan terbuka Presiden ini merupakan sinyal bahwa BIN, Polri, dan lembaga intelijen lainnya mungkin telah menyodorkan laporan lengkap soal pemetaan penyandang dana demo. Langkah ini dipandang sebagai ultimatum terakhir sebelum penegakan hukum dilakukan secara terbuka.
"Ini bukan sekadar peringatan lisan. Kalau Presiden sudah bicara blak-blakan seperti ini di forum besar, biasanya data dan bukti sudah di tangan. Tinggal menunggu timing yang tepat untuk eksekusi penindakan," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Andi Kusuma, saat dimintai tanggapannya.
Masyarakat Diajak Tidak Terprovokasi
Selain menyasar para pembayar demo, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang dilontarkan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Presiden meminta publik untuk lebih fokus pada kerja nyata membangun bangsa daripada terjebak dalam pusaran konflik yang diciptakan secara artifisial.
Acara Penas XVII kali ini sendiri dirancang sebagai bukti konkret keberpihakan pemerintah terhadap sektor agraris dan maritim. Kehadiran Presiden beserta rombongan menteri di Gorontalo merupakan simbol bahwa pemerintah ingin turun langsung merasakan denyut nadi rakyat, bukan justru sibuk melayani permainan politik segelintir elite yang haus kekuasaan.
Comments (0)