Penalti Alvarez Dibatalkan VAR, Real Madrid Kalahkan Atletico di Adu Penalti
Real Madrid memastikan tiket perempat final Liga Champions 2024/2025 setelah menaklukkan Atletico Madrid lewat adu penalti di Metropolitano Stadium, Kamis (13/03/2025) dini hari WIB. Skor akhir leg ke...
Real Madrid memastikan tiket perempat final Liga Champions 2024/2025 setelah menaklukkan Atletico Madrid lewat adu penalti di Metropolitano Stadium, Kamis (13/03/2025) dini hari WIB. Skor akhir leg kedua: Atletico Madrid 1-0 Real Madrid (agregat 2-2), dan Los Blancos keluar sebagai pemenang 4-2 dalam drama tos-tosan yang berlangsung menegangkan hingga peluit terakhir. Momen paling kontroversial datang dari penalti Julian Alvarez yang sempat membobol gawang Thibaut Courtois, tetapi kemudian dianulir VAR karena pelanggaran double touch.
Kemenangan ini membalas kekalahan Madrid pada leg pertama di Santiago Bernabeu yang berakhir 1-2, sekaligus memperpanjang puasa Atletico menembus perempat final dalam lima musim terakhir. Bagi Real Madrid, ini adalah pembuktian mentalitas juara bertahan yang nyaris tersingkir di kandang lawan.
Babak Pertama: Gol Cepat Gallagher dan Dominasi Tuan Rumah
Atletico tampil dengan formasi 5-3-2 dan langsung menekan sejak menit pertama. Menit ke-28, Conor Gallagher melepaskan tendangan first-time yang tak mampu dihalau Courtois — gol itu sempat membuat skor agregat berubah menjadi 2-2 dan Metropolitano bergemuruh. Sejak gol tersebut, tuan rumah terus menekan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen pada babak pertama, melepaskan tujuh tembakan dengan tiga shots on target, sementara Real Madrid hanya mampu membalas lewat serangan balik cepat Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.
Tekanan Atletico semakin terasa ketika Rodrygo dan Federico Valverde dipaksa bekerja keras di lini tengah. Namun, lini belakang Madrid yang dikomandoi Antonio Rudiger tampil disiplin, menjaga gawang Courtois dari kebobolan kedua.
Ekstra Time: Kebuntuan 120 Menit dan Disiplin Taktik
Pada babak kedua dan dua babak tambahan, intensitas permainan meningkat, tetapi peluang bersih sulit tercipta. Penguasaan bola pada akhir laga tercatat nyaris berimbang — Atletico unggul tipis dengan sekitar 54 persen — sementara shots on target keseluruhan hanya 5 berbanding 3 untuk keunggulan tuan rumah. Oblak dan Courtois sama-sama tampil gemilang, dan dua kartu kuning harus dikeluarkan wasit di tengah ketegangan yang memuncak.
Memasuki ekstra time, Simeone menambah daya gedor dengan memasukkan Angel Correa, sementara Ancelotti merespons dengan gelandang segar Eduardo Camavinga. Sayangnya, kedua tim memilih bermain aman — tak satu pun gol tercipta hingga menit ke-120, memaksa adu penalti menjadi penentu.
Drama Adu Penalti: Double Touch Alvarez dan Kepahlawanan Courtois
Adu penalti berjalan dramatis sejak tendangan pertama. Kylian Mbappe sukses mengeksekusi untuk Madrid, disusul gol Antoine Griezmann untuk Atletico. Jude Bellingham kemudian mencetak gol keduanya bagi Los Blancos, sebelum giliran Julian Alvarez berlari dari titik 12 pas.
Alvarez yang tergelincir saat menendang tetap berhasil menaklukkan Courtois, dan para pemain Atletico sempat merayakan. Namun, VAR turun tangan dan membatalkan gol karena kaki tumpuan pemain Argentina itu menyentuh bola dua kali — sebuah pelanggaran double touch yang menurut regulasi membuat gol tidak sah. Skor tetap 2-1 untuk Madrid.
Camavinga dan Correa saling membalas untuk membuat kedudukan 3-2, lalu Rudiger memperlebar jarak menjadi 4-2. Pada giliran kelima, penalti Alexander Sorloth ditepis Courtois — Real Madrid menang 4-2 dan melaju ke perempat final.
"Saya belum pernah melihat VAR membatalkan penalti seperti ini dalam karier saya. Kami harus menerimanya, tetapi sulit menjelaskan keputusan ini kepada para pemain," ujar Diego Simeone dalam konferensi pers seusai laga.
"Courtois kembali menjadi pahlawan. Kami percaya pada para penendang kami, dan Thibaut menyelesaikan pekerjaan dengan luar biasa," kata Carlo Ancelotti.
Analisis: Harga Sebuah Ganda Sentuh
Kontroversi double touch menjadi pelajaran taktik tersendiri. Berdasarkan Laws of the Game, jika penendang menyentuh bola dua kali sebelum bola disentuh pemain lain, gol dinyatakan tidak sah dan hadiah tendangan bebas tidak langsung diberikan untuk lawan. Keputusan VAR ini sah secara regulasi, meski replay memperlihatkan sentuhan kedua hanya terjadi karena kaki Alvarez tergelincir di permukaan yang licin.
Secara statistik, Atletico sebenarnya pantas menang pada leg kedua: unggul penguasaan bola, melepaskan lebih banyak tembakan, dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun, kegagalan mengonversi peluang dan satu momen miring di titik penalti menghapus semua kerja keras 210 menit.
Sementara itu, Real Madrid membuktikan mentalitas juara bertahan yang tak pernah menyerah, meski catatan permainannya jauh dari kata dominan. Bagi Atletico, kekalahan ini terasa pahit: clean sheet yang dijaga Oblak sepanjang 90 menit dan ekstra time menjadi sia-sia karena satu keputusan VAR di babak penalti.
Dengan hasil ini, Real Madrid melangkah ke perempat final dan tetap berada di jalur mempertahankan gelar Liga Champions. Adapun Atletico harus merelakan mimpi Eropa mereka berakhir di tangan rival sekota — lagi-lagi dengan cara yang paling menyakitkan.
Comments (0)