Yildiz Bawa Juventus Menang atas Dortmund di Liga Champions
Skor akhir 2-1 menjadi milik Juventus kala menjamu Borussia Dortmund pada matchday pertama Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB. Gol Kenan Yildiz dan Dusan Vlaho...
Skor akhir 2-1 menjadi milik Juventus kala menjamu Borussia Dortmund pada matchday pertama Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB. Gol Kenan Yildiz dan Dusan Vlahovic memastikan tiga poin perdana Si Nyonya Tua, sementara Serhou Guirassy hanya mampu memperkecil kedudukan untuk Die Borussen. Statistik menegaskan betapa ketatnya laga ini: penguasaan bola Dortmund 54 persen berbanding 46 persen milik tuan rumah, namun Juventus jauh lebih tajam dengan 6 shots on target dari 14 percobaan, sedangkan Dortmund hanya mencatatkan 3 tembakan mengarah ke gawang dari 9 kesempatan.
Sebelum gol pertama tercipta, laga berjalan intens sejak peluit awal. Menit ke-12, Manuel Locatelli melepaskan tembakan jarak jauh yang masih bisa ditepis Gregor Kobel. Tiga menit berselang, giliran Julian Brandt yang menguji Michele Di Gregorio lewat tendangan voli dari dalam kotak penalti. Pertukaran serangan berlangsung cepat, dan kedua tim sama-sama bermain berani dengan garis pertahanan yang tinggi.
Duel Yildiz vs Ryerson Menjadi Tema Utama
Sorotan utama laga ini jatuh pada duel satu lawan satu antara Kenan Yildiz dan Julian Ryerson. Bermain sebagai left winger dalam formasi 4-3-3 racikan Thiago Motta, Yildiz memilih sisi kanan pertahanan Dortmund sebagai wilayah kerjanya, tempat Ryerson bertugas sebagai right back. Hasilnya mengejutkan: dari 9 duel satu lawan satu yang mereka jalani, Yildiz memenangi 7 di antaranya. Pemain berusia 20 tahun itu juga mencatatkan 5 dribel sukses dan 2 umpan kunci sebelum akhirnya membuka keunggulan.
Menit ke-34, Koopmeiners mengirim umpan terobosan ke sisi kiri kotak penalti. Yildiz menerima bola, mengontrol dengan sekali sentuhan, lalu melepaskan tembakan kaki kiri ke tiang jauh. Kobel sempat menjangkau bola, tetapi laju bola terlalu cepat — 1-0 untuk Juventus. Itu gol keempat Yildiz di kompetisi antarklub Eropa, sekaligus assist pertama Koopmeiners musim ini. Euforia tuan rumah tidak bertahan lama; empat menit kemudian Ryerson nyaris membalas lewat sundulan dari sepak pojok, namun Di Gregorio masih sigap mengamankan bola di garis gawang.
Drama Babak Kedua dan Momen VAR
Babak kedua berubah drastis. Nuri Sahin menarik Emre Can ke posisi lebih tinggi dan menggeser Ryerson untuk lebih aktif menyerang. Hasilnya hadir di menit ke-55: Brandt mengirim umpan silang dari sisi kanan, dan Guirassy melompat lebih tinggi dari Gleison Bremer untuk menyundul bola ke pojok kiri gawang. Skor berubah 1-1, dan untuk pertama kalinya dalam laga ini Juventus kehilangan keunggulan.
Drama terbesar datang di menit ke-63. Karim Adeyemi mencetak gol setelah menerima umpan terobosan Marcel Sabitzer, tetapi wasit menunda pengesahan dan memeriksa momen tersebut melalui VAR. Hasil pemeriksaan menunjukkan posisi Adeyemi sudah setengah badan lebih maju dari bek terakhir Juventus saat umpan dilepaskan — offside terkonfirmasi, dan gol dianulir. Sejak saat itu, tensi laga naik. Menit ke-70, Ryerson menerima kartu kuning setelah menjegal Yildiz yang sudah melewatinya di sisi kanan pertahanan Dortmund, pelanggaran kedua yang tercatat dari total 14 pelanggaran sepanjang laga.
Menit ke-78, giliran Yildiz yang berbalik menjadi kreator. Setelah menerima bola di area tengah, ia membawa bola melewati tekanan dua pemain Dortmund lalu melepaskan umpan datar ke kotak penalti. Vlahovic yang bergerak bebas di antara dua bek menyambarnya dengan first-time finish ke tengah gawang — 2-1. Assist itu menjadi yang kedua bagi Yildiz dalam semalam, menjadikannya pemain termuda Juventus yang mencatatkan satu gol dan satu assist dalam satu laga Liga Champions.
Analisis Taktik dan Catatan Akhir
Dari sisi taktik, kemenangan Juventus lahir dari transisi cepat. Formasi 4-3-3 tuan rumah bermetamorfosis menjadi 3-4-2-1 saat menyerang, dengan Andrea Cambiaso naik sebagai wing back tambahan. Thiago Motta memenangi laga strategi melawan blok 4-2-3-1 Dortmund yang justru terlalu pasif di lini kedua. Statistik mencatat Juventus memenangi 21 dari 38 duel udara dan melakukan 11 tekel sukses, sementara Dortmund unggul dalam jumlah operan dengan 512 berbanding 438.
“Kami tahu duel melawan Yildiz akan menjadi kunci, tetapi tim gagal memberi Ryerson bantuan yang cukup di sisi itu. Dua gol datang dari area yang sama, dan itu yang harus kami perbaiki,” ujar Nuri Sahin usai laga. Di sisi lain, Thiago Motta menilai kemenangan ini sebagai buah keberanian timnya. “Kami tidak takut kehilangan bola di area berbahaya. Yildiz dan Vlahovic bermain tanpa beban, dan itu membuat perbedaan,” katanya.
Dengan hasil ini, Juventus memuncaki klasemen sementara grup mereka. Clean sheet tidak tercapai untuk Di Gregorio, tetapi ia menuntaskan laga dengan 4 penyelamatan, termasuk satu penyelamatan ganda di masa injury time menit ke-90+2 saat Guirassy dan Adeyemi bergantian melepaskan tembakan jarak dekat. Kartu kuning ketiga Dortmund jatuh ke Nico Schlotterbeck pada menit ke-85, sementara Juventus hanya mencatatkan satu kartu kuning untuk Locatelli. Tidak ada hat-trick dalam laga ini, tetapi duet Yildiz—Vlahovic telah menegaskan diri sebagai starting XI andalan Juventus di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Laga berikutnya akan menjadi ujian sebenarnya: Juventus bertandang, sementara Dortmund wajib segera bangkit demi menjaga peluang lolos dari fase grup.
Comments (0)