Newcastle United Vs Liverpool: Drama Enam Gol di St James' Park

Skor akhir 3-3 mewarnai duel sengit Newcastle United kontra Liverpool di St James' Park pada pekan kelima Liga Inggris. Enam gol lahir, dua kali Liverpool unggul, dan dua kali pula The Magpies membala...

Aug 24, 2026 - 10:53
0 0
Newcastle United Vs Liverpool: Drama Enam Gol di St James' Park

Skor akhir 3-3 mewarnai duel sengit Newcastle United kontra Liverpool di St James' Park pada pekan kelima Liga Inggris. Enam gol lahir, dua kali Liverpool unggul, dan dua kali pula The Magpies membalas, hingga drama berakhir dengan kedua kubu sama-sama merasa kehilangan dua poin. Pertandingan ini sekaligus membuktikan mengapa laga antara dua tim dengan pendekatan menekan seperti ini selalu layak disaksikan sampai peluit panjang berbunyi.

Dari sisi statistik, duel berjalan sangat berimbang. Penguasaan bola berpihak tipis ke Liverpool dengan 53 persen berbanding 47 persen untuk tuan rumah, namun shots on target justru lebih banyak dimiliki Newcastle: 7 berbanding 6. Total tembakan tercatat 17 untuk Newcastle dan 15 untuk Liverpool, dengan akurasi umpan masing-masing 86 dan 89 persen. Angka-angka itu menggambarkan pertandingan yang terbuka, tanpa satu pun tim berani menutup rapat pertahanan.

Babak Pertama: Liverpool Unggul Dua Kali, Newcastle Dua Kali Membalas

Liverpool membuka keunggulan di menit ke-12 lewat Mohamed Salah. Umpan terobosan Trent Alexander-Arnold dari sisi kanan disambut tendangan first-time Salah yang mengarah ke tiang jauh, tak mampu dijangkau Nick Pope. Gol itu lahir dari skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas pasukan Arne Slot musim ini.

Newcastle menjawab di menit ke-23. Alexander Isak menyamakan kedudukan setelah menerima umpan terukur Bruno Guimaraes di dalam kotak penalti. Striker asal Swedia itu melepaskan tembakan datar ke sudut bawah gawang Alisson Becker. Gol sempat diperiksa VAR untuk potensi offside dalam build-up, namun akhirnya disahkan. Kedudukan kembali imbang 1-1.

The Reds kembali memimpin di menit ke-41. Luis Diaz, yang tampil sangat mobile dari sisi kiri, meneruskan umpan Alexis Mac Allister dengan satu sentuhan ke tiang dekat. Skor 1-2 bertahan hingga turun minum, dengan kartu kuning untuk Joelinton di menit ke-38 menjadi satu-satunya catatan wasit pada babak pertama.

Babak Kedua: Gordon Menyamakan, Nunez Memisahkan, Isak Menyelamatkan

Setelah jeda, Eddie Howe menginstruksikan pressing lebih tinggi dan perubahan tempo langsung terlihat. Hasilnya datang di menit ke-58: Anthony Gordon melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti setelah memotong ke dalam dari sayap kiri, memanfaatkan assist Bruno Guimaraes. Kedudukan berubah 2-2.

Di menit ke-66, gol Mohamed Salah dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR — momen yang membuat pendukung tuan rumah menarik napas lega. Liverpool tetap memecah kebuntuan di menit ke-77 lewat sundulan Darwin Nunez memanfaatkan umpan silang Luis Diaz. Skor menjadi 2-3, dan The Reds sempat menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola menyentuh 58 persen pada rentang waktu tersebut.

Namun Newcastle punya jawaban terakhir. Di menit ke-88, Alexander Isak mencetak gol keduanya lewat penyelesaian klinis setelah menerima umpan Anthony Gordon — lagi-lagi dari kombinasi sayap kiri yang sepanjang laga menjadi ladang serangan The Magpies. Tensi memuncak di menit akhir: kartu kuning untuk Sven Botman di menit ke-80 dan Kieran Trippier di menit ke-90 menutup catatan disiplin laga tanpa kartu merah.

Analisis Taktik: Duel Formasi dan Kunci Comeback

Newcastle tampil dengan formasi 4-3-3: Nick Pope di bawah mistar, lini belakang Trippier, Fabian Schar, Botman, dan Dan Burn, dengan trio gelandang Guimaraes, Joelinton, dan Sandro Tonali. Liverpool menjawab dengan 4-2-3-1, menempatkan Gravenberch dan Mac Allister sebagai double pivot di belakang Szoboszlai, dengan Salah dan Diaz melebar di kedua sayap serta Nunez sebagai ujung tombak.

Dari sisi starting XI, kedua pelatih menurunkan kekuatan terbaiknya, dan perbedaan terbesar justru terlihat pada transisi. Liverpool memenangi duel penguasaan bola, tetapi Newcastle lebih efisien dalam menyerang ruang di belakang lini tengah lawan. Gol kedua Isak lahir tepat saat pertahanan Liverpool menarik garis terlalu tinggi — pola yang berulang sepanjang laga. Sebaliknya, kegagalan The Reds menjaga keunggulan dua kali menunjukkan persoalan konsentrasi pada fase bertahan transisi.

"Kami sempat memimpin dua kali dan seharusnya bisa menjaga keunggulan itu. Tapi karakter tim ini luar biasa — kami tidak berhenti menekan dan akhirnya mendapat hadiah di menit akhir," ujar Eddie Howe usai laga.
Arne Slot menilai lain. "Kami menguasai pertandingan dalam hal penguasaan bola, tapi kebobolan tiga gol dari transisi adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima. Ini pelajaran berharga untuk laga berikutnya," kata pelatih asal Belanda itu.

Dengan hasil ini, kedua tim harus puas berbagi satu poin. Bagi Newcastle, catatan tak terkalahkan di kandang terus berlanjut, sementara Liverpool kehilangan dua poin berharga dalam persaingan papan atas. Clean sheet kembali gagal diraih kedua kiper — total enam gol tercipta jelas bukan statistik yang diinginkan para penjaga gawang — namun bagi penikmat sepak bola, laga seperti ini adalah bukti bahwa Liga Inggris masih menjadi panggung drama terbaik di Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User