Rodri Pahlawan di Etihad, City Gasak Exeter di Piala FA
Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Exeter City di putaran ketiga Piala FA Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, Sabtu 10 Januari 2026. Tidak ada kejutan besar di atas kerta...
Skor akhir 3-0 untuk Manchester City atas Exeter City di putaran ketiga Piala FA Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, Sabtu 10 Januari 2026. Tidak ada kejutan besar di atas kertas, tetapi ada satu momen yang membuat Etihad bergemuruh: gol kedua City pada menit ke-57 yang dicetak Rodri. Gelandang bertahan asal Spanyol bernomor punggung 16 itu melepaskan tembakan first-time dari tepi kotak penalti menyambut assist Bernardo Silva, dan bola meluncur deras menghunjam sudut kanan gawang. Gol itu tak sekadar memperlebar keunggulan, melainkan memupus harapan Exeter untuk sekadar bermimpi bangkit.
Babak Pertama: City Menggurita, Exeter Bertahan Mati-matian
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tetap menurunkan starting XI dengan rotasi cukup dalam, tetapi struktur permainan tidak berubah: formasi 4-3-3 dengan Rodri sebagai single pivot di depan lini belakang, diapit dua gelandang yang bebas bergerak maju. Sejak peluit awal, City memegang kendali penuh. Statistik babak pertama menunjukkan penguasaan bola mencapai 72 persen berbanding 28 persen untuk Exeter, dan tuan rumah melepaskan sembilan percobaan tembakan dengan lima di antaranya shots on target. Exeter hanya sekali mengancam gawang Stefan Ortega, itu pun lewat sepakan pojok yang berhasil dibuang bek tengah City.
Gol pembuka datang pada menit ke-23. Erling Haaland menerima umpan silang dari sisi kanan, menahan bola dengan dada, lalu melepaskan tendangan voli yang tak mampu dihalau kiper Exeter. Itu gol ke-19 Haaland musim ini di seluruh kompetisi. Menariknya, gol itu lahir dari pressing tinggi City yang memaksa Exeter melakukan kesalahan di area sendiri — pola yang berulang sepanjang 45 menit pertama. Exeter, yang tampil dengan formasi 5-4-1, lebih banyak menumpuk pemain di sepertiga akhir lapangan, sesekali mencoba keluar lewat serangan balik cepat dari sayap kiri.
Satu-satunya noda bagi City di babak pertama adalah kartu kuning untuk Mateo Kovacic pada menit ke-38 setelah tekel terlambat di tengah lapangan. Selebihnya, dominasi City begitu nyata sehingga kiper Exeter menjadi pemain paling sibuk di lapangan, tercatat melakukan lima penyelamatan sebelum turun minum.
Menit ke-57: Karya Rodri dari Luar Kotak Penalti
Babak kedua dimulai dengan tempo yang sedikit lebih lambat, tetapi City tetap menahan bola dengan sabar. Gol kedua yang dinanti akhirnya tiba pada menit ke-57. Berawal dari umpan pendek Bernardo Silva di sisi kanan, Rodri yang maju hingga tepi kotak penalti memilih melepaskan tembakan first-time tanpa kontrol. Bola melengkung tipis sebelum jatuh ke sudut kanan bawah gawang, membuat kiper Exeter hanya bisa terdiam. Gol ini spesial karena Rodri dikenal sebagai gelandang bertahan dengan tugas utama memutus serangan lawan, bukan mencetak gol.
Selebrasi Rodri terbilang tenang, tetapi penonton di tribun selatan Etihad langsung berdiri memberikan tepuk tangan. Catatan menarik: ini gol ketiga Rodri musim ini, dan semuanya lahir dari luar kotak penalti. Data menunjukkan ia melepaskan total tiga tembakan pada laga ini dengan dua shots on target — tingkat akurasi yang luar biasa untuk seorang gelandang bertahan. VAR sempat meninjau proses gol tersebut untuk memastikan tidak ada offside pada posisi Bernardo Silva, tetapi keputusan wasit tetap: gol sah.
Gol Ketiga, Clean Sheet, dan Pesan Guardiola
Manchester City melengkapi pesta pada menit ke-81 melalui Jack Grealish yang masuk sebagai pemain pengganti. Umpan satu-dua dengan Phil Foden berujung penyelesaian tenang ke tiang jauh. Skor akhir 3-0 pun menjadi hasil final. Bagi City, kemenangan ini sekaligus menjaga rekor clean sheet keempat mereka dalam lima laga terakhir di semua ajang. Di sisi lain, Exeter patut mendapat apresiasi: mereka disiplin sepanjang 90 menit dan kebobolan hanya dari situasi open play, tanpa pernah kehilangan konsentrasi secara fatal.
"Saya sangat senang dengan cara kami mengontrol pertandingan. Rodri? Ia pemain luar biasa. Golnya dari luar kotak penalti adalah hadiah bagi kerja kerasnya sepanjang musim. Kami serius ingin memenangi Piala FA tahun ini," ujar Guardiola dalam konferensi pers usai laga.
Dari sisi taktik, laga ini menjadi contoh nyata bagaimana Guardiola memanfaatkan ajang Piala FA untuk menguji kedalaman skuad tanpa kehilangan identitas permainan. Rotasi tidak mengubah DNA City: dominasi penguasaan bola, pressing agresif, dan penyelesaian akhir yang klinis. Tidak ada hat-trick, tidak ada kartu merah — hanya kemenangan bersih yang dikelola dengan tenang. Adapun bagi Rodri, penampilannya malam itu menjadi pengingat bahwa ia bukan sekadar pemutus serangan, tetapi juga ancaman nyata ketika ruang tembak terbuka.
Dengan hasil ini, Manchester City melaju ke putaran keempat Piala FA dan menunggu undian berikutnya. Bagi para penggemar, kemenangan ini terasa spesial bukan hanya karena skor, tetapi karena malam itu Etihad menyaksikan sang gelandang bertahan berubah menjadi pahlawan: Rodri, nomor punggung 16, dengan gol kedua City yang menjadi titik balik pertandingan.
Comments (0)