Pemerintah Pandeglang Akhirnya Buka Suara Soal Petisi Darah Warga Cijaralang

Pandeglang - Pemerintah Kabupaten Pandeglang akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes warga Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, yang menandatangani petisi dengan darah akibat kondisi

Jul 06, 2026 - 13:53
0 1
Pemerintah Pandeglang Akhirnya Buka Suara Soal Petisi Darah Warga Cijaralang

Pandeglang - Pemerintah Kabupaten Pandeglang akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes warga Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, yang menandatangani petisi dengan darah akibat kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Tindakan dramatis itu sebelumnya viral di media sosial dan memantik reaksi cepat dari Pemerintah Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan perhatian langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni, serta Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan. Ia menuturkan bahwa Pemprov Banten menegur dan mendesak pemkab untuk segera mengatasi masalah infrastruktur tersebut.

"Kemarin di pendopo ketika ada acara JID (Jalan Inpres Daerah), Pemprov Banten merespons,"

ungkapan Roni saat dihubungi Beritainti.com, Rabu (24/6/2026).

Dorongan Pemprov Banten agar Pemkab Bergerak Cepat

Respons dari provinsi itu dinilai sebagai alarm bagi jajaran pemkab. Dalam pertemuan yang membahas program Jalan Inpres Daerah (JID) tersebut, Pemprov Banten dikabarkan menyoroti lambatnya penanganan ruas jalan di Cimanggu yang telah lama dikeluhkan warga. Sumber di lingkungan pemkab menyebut Gubernur Andra Soni meminta agar dinas terkait segera menyusun rencana aksi perbaikan tanpa menunggu anggaran tambahan yang bertahap.

Jalan rusak di Desa Cijaralang sendiri sudah bertahun-tahun menjadi momok bagi warga. Akses utama menuju pusat kecamatan itu kerap tergenang air dan berlumpur saat hujan, membuat ekonomi warga terhambat. Puncak kekesalan mereka ditumpahkan lewat petisi bermeterai yang ditandatangani dengan darah, sebagai simbol penderitaan dan ketidakberdayaan. Petisi itu disebar ke berbagai pihak, termasuk ke Gedung DPRD dan kantor bupati.

Menanggapi situasi ini, Roni menyatakan bahwa DPUPR Pandeglang sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut dalam rencana pembangunan tahun ini. Namun, keterbatasan anggaran dan proses lelang yang memakan waktu menjadi kendala. "Kami akan prioritaskan perbaikan darurat sambil menunggu realisasi anggaran penuh," janjinya.

Di sisi lain, Arlan Marzan selaku kepala DPUPR Banten dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan pemanfaatan dana Bantuan Keuangan Provinsi untuk menambal jalan-jalan kritis di Pandeglang. Hal ini disambut baik oleh masyarakat yang berharap petisi darah mereka mampu menggerakkan hati para pemangku kebijakan.

Pantauan Beritainti.com di lokasi, ruas jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer itu tampak dipenuhi kubangan dan retakan. Beberapa warga mengaku harus merogoh kocek sendiri untuk menambal jalan dengan batu dan pasir seadanya. Mereka berharap setelah viralnya petisi darah, perbaikan tak sekadar menjadi janji.

Pemkab Pandeglang berkomitmen untuk segera menurunkan tim teknis ke lapangan dalam pekan ini guna mengukur tingkat kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan sementara. Respons cepat ini diharapkan dapat meredam kekecewaan warga yang sudah sampai hati meneteskan darah sebagai tanda tangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User