Pemakaman Ayatollah Khamenei, Iran Peringatkan AS-Israel Tak Macam-macam
Beritainti.com, Jakarta — Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk tidak melancarkan aksi militer atau intervensi apa pun selama rangkaian pemakaman mendian
Beritainti.com, Jakarta — Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk tidak melancarkan aksi militer atau intervensi apa pun selama rangkaian pemakaman mendiang pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan bahwa segala bentuk agresi pada momen transisi kekuasaan ini akan berbuah penyesalan mendalam bagi kedua negara tersebut.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran di Teheran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi. Dalam keterangan yang dikutip media kami pada Kamis (2/7/2026), Abdollahi menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam kondisi siaga penuh untuk menghalau setiap ancaman. Ia menyebut sikap waspada ini penting guna mencegah salah perhitungan dari pihak musuh yang mungkin melihat masa berkabung nasional sebagai celah kelemahan.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran yang kuat, untuk menghindari salah kalkulasi apa pun dan mempertimbangkan respons keras serta mendatangkan penyesalan dari putra-putra bangsa Iran di Angkatan Bersenjata terhadap setiap ancaman atau agresi," tegas Abdollahi dalam pernyataan resmi yang dipantau di Teheran.
Pernyataan tersebut secara eksplisit merefleksikan kekhawatiran Teheran terhadap potensi manuver militer terselubung dari Washington maupun Tel Aviv. Di tengah duka mendalam rakyat Iran, militer negara itu menginginkan jaminan bahwa prosesi pemakaman dan transisi kepemimpinan tertinggi berlangsung tanpa gangguan eksternal.
Menurut laporan media kami, peningkatan keamanan terlihat di berbagai titik vital ibu kota. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan unit-unit khusus dikabarkan telah mengambil alih pengamanan rute prosesi jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir. Langkah ini diambil tidak hanya untuk mengantisipasi ancaman dari luar, tetapi juga untuk memastikan stabilitas di dalam negeri di tengah suksesi kepemimpinan yang sensitif.
Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei membuka babak baru dalam politik Iran. Di tengah negosiasi internasional yang alot dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, kekhawatiran akan manuver Israel dan AS menjadi sorotan utama kebijakan luar negeri sementara Teheran. Diplomat Iran di berbagai negara pun diminta untuk menyampaikan pesan serupa agar komunitas internasional tidak memprovokasi situasi.
Hingga berita ini disusun, belum ada respons resmi dari Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri Israel terkait ultimatum tersebut. Namun, pengamat militer menilai retorika keras ini adalah sinyal klasik Teheran untuk membangun efek gentar di tengah kekosongan persepsi kekuatan pascawafatnya pemimpin tertinggi.
Comments (0)