Paredes Aktor Utama Kericuhan Usai Final Piala Dunia 2026

Peluit panjang wasit mengakhiri partai final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis hingga 120 menit. Argentina keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan lawannya lewat adu penalti dengan sko...

Aug 28, 2026 - 17:18
0 0
Paredes Aktor Utama Kericuhan Usai Final Piala Dunia 2026

Peluit panjang wasit mengakhiri partai final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis hingga 120 menit. Argentina keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan lawannya lewat adu penalti dengan skor 4-3, setelah skor akhir 2-2 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Namun, euforia selebrasi di tribun justru berubah menjadi pertikaian di tepi lapangan. Leandro Paredes, gelandang bertahan tim juara, tampil sebagai aktor utama kericuhan yang pecah sesaat setelah penentuan penalti terakhir berhasil dikonversi menjadi gol.

Kronologi Kericuhan di Tepi Lapangan

Menit ke-120+5, tepat setelah eksekusi penalti kelima berhasil menjebol gawang lawan, Paredes yang tidak masuk dalam daftar penendang justru berlari ke arah pemain lawan dan melakukan provokasi secara verbal. Respons emosional dari kapten lawan memicu aksi dorong-mendorong yang berlangsung sekitar tiga menit di area teknis. Sejumlah pemain cadangan dari kedua tim ikut terlibat, sementara staf pelatih berusaha memisahkan para pemain yang saling berhadapan. Insiden ini memaksa petugas keamanan stadion dan pihak berwenang untuk turun tangan demi meredam situasi yang semakin memanas.

Kamera televisi merekam momen ketika Paredes harus ditarik paksa oleh dua rekannya setelah sempat beradu mulut dengan bek lawan. Beberapa pemain lawan terlihat menunjukkan gestur protes kepada wasit, dan suasana di tribun pun ikut memanas. Kericuhan baru benar-benar mereda setelah para kapten kedua tim berhasil menenangkan rekan setimnya masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia penyelenggara mengenai kemungkinan sanksi tambahan bagi para pemain yang terlibat.

Analisis Pertandingan: Data dan Statistik

Sepanjang 120 menit, Argentina yang bertanding dengan formasi 4-3-3 berhasil menguasai bola sebesar 54 persen, unggul tipis atas lawan yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 dan mencatatkan penguasaan bola 46 persen. Argentina melepaskan 14 tembakan dengan 6 shots on target, sementara lawan tercatat 11 tembakan dengan 5 shots on target. Gol pembuka tercipta pada menit ke-23 melalui skema serangan balik cepat yang dimulai dari intercept di lini tengah, dengan assist brilian dari gelandang serang yang membelah pertahanan lawan. Lawan menyamakan kedudukan pada menit ke-61 lewat tendangan bebas yang tidak mampu diantisipasi oleh kiper Argentina.

Pada babak perpanjangan waktu, kedua tim saling berbalas gol di menit ke-98 dan menit ke-105, sehingga skor akhir bertahan 2-2 hingga peluit panjang. Sepanjang pertandingan, wasit mengeluarkan lima kartu kuning, dua di antaranya untuk pemain Argentina. Selain itu, dua insiden offside terdeteksi melalui teknologi VAR, salah satunya berujung pada pembatalan gol pada menit ke-78. Argentina juga mencatatkan clean sheet di babak pertama, berkat penyelamatan gemilang kiper pada menit ke-40 saat menghadapi peluang emas lawan. Starting XI kedua tim tampil tanpa perubahan besar sejak babak pertama, kecuali dua pergantian yang dilakukan di menit ke-70 dan menit ke-85.

Kutipan Pelatih dan Reaksi Tim

Pelatih Argentina menegaskan bahwa provokasi tersebut tidak mencerminkan nilai timnya. "Kami datang untuk merayakan gelar, bukan untuk bertengkar. Insiden ini terjadi karena emosi yang meluap, dan saya akan mengevaluasi sikap pemain setelah ini," ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Sementara itu, pelatih tim lawan menyayangkan aksi yang dilakukan Paredes dan berharap pihak berwenang meninjau rekaman insiden tersebut. "Saya tidak ingin merusak kebahagiaan para pemain saya, tetapi perilaku seperti ini tidak pantas ditampilkan di panggung sebesar Piala Dunia," tambahnya.

Para pengamat menilai emosi yang meluap pasca adu penalti merupakan hal yang wajar, namun aksi provokasi yang dilakukan secara terang-terangan berpotensi memicu sanksi dari badan sepak bola dunia. Jika terbukti bersalah, Paredes dapat menghadapi larangan bertanding dalam beberapa laga internasional berikutnya. Kericuhan ini juga menjadi sorotan media global karena terjadi tepat di momen paling bahagia dalam karier para pemain Argentina. Meski demikian, gelar juara dunia tetap menjadi milik Argentina, dan malam itu akan tercatat sebagai salah satu final paling kontroversial dalam sejarah turnamen, baik karena dramanya di lapangan maupun kekacauan yang menyusul setelah peluit panjang berbunyi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User