Palangka Raya — Karhutla Kembali Membara dan Ancam Kualitas Udara

Langit di atas Palangka Raya kembali diselimuti tirai abu-abu yang pekat. Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membubung da

Sep 10, 2026 - 14:45
0 1
Palangka Raya — Karhutla Kembali Membara dan Ancam Kualitas Udara

Langit di atas Palangka Raya kembali diselimuti tirai abu-abu yang pekat. Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membubung dari sejumlah titik api yang terisolasi maupun yang mendekati permukiman warga. Kebakaran yang belum sepenuhnya dapat dipadamkan ini memicu gelombang kabut asap berkepanjangan yang tidak hanya membatasi jarak pandang, tetapi juga menurunkan tingkat kesehatan lingkungan secara drastis. Aktivitas harian masyarakat Kota Cantik terganggu, memaksa warga beradaptasi di tengah ancaman krisis udara bersih yang semakin nyata.

Fenomena karhutla di Kalimantan Tengah bukanlah peristiwa baru, namun eskalasi intensitasnya selalu menghadirkan ancaman sistemik. Lahan gambut yang mengering pada musim kemarau menjadi bahan bakar potensial yang sangat sulit dipadamkan begitu terbakar di lapisan bawah permukaan (subsurface fire). Kondisi ini menyebabkan kepulan asap terus berproduksi tanpa henti, memaparkan senyawa kimia berbahaya ke udara bebas dan menciptakan kabut yang mengepung area perkotaan hingga wilayah pinggiran.

Eskalasi Karhutla dan Degradasi Kualitas Udara

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), parameter kualitas udara di beberapa titik kawasan Palangka Raya telah melampaui ambang batas aman. Partikel debu halus berukuran 2,5 mikron (PM2.5) mendominasi atmosfer kota, menghadirkan risiko serius bagi organ pernapasan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Kategori Udara Rentang ISPU (PM2.5) Dampak Kesehatan
Baik hingga Sedang 0 - 100 Tidak memberikan dampak signifikan bagi populasi umum.
Tidak Sehat 101 - 200 Peningkatan risiko gangguan pernapasan pada kelompok rentan.
Sangat Tidak Sehat / Berbahaya > 200 Pemicu utama ISPA berat dan iritasi akut pada seluruh populasi.

Lumpuhnya Aktivitas dan Masalah Kesehatan Masa Depan

Dampak yang dirasakan warga tidak lagi sekadar jarak pandang yang terbatas di jalan raya. Sektor pendidikan dan pergerakan ekonomi lokal turut melambat. Anak-anak sekolah diimbau mengurangi kegiatan luar ruang, sementara para pedagang pasar tradisional harus bergelut dengan bau sangit yang menusuk hidung sepanjang hari. Kondisi ini menegaskan betapa rentannya ketahanan sosial-ekonomi masyarakat lokal saat berhadapan dengan bencana ekologis berulang.

"Asapnya semakin pekat, terutama pada pagi dan malam hari. Udara terasa sesak dan mata berair saat beraktivitas di luar. Kami sangat khawatir akan kesehatan anak-anak," ujar Ahmad Supriyadi, seorang warga lokal Palangka Raya.

Data dari fasilitas kesehatan setempat menunjukkan adanya kenaikan grafik penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penderita asma menjadi pihak yang paling terdampak oleh kabut beracun ini. Lebih dari ribuan warga dilaporkan mulai mengakses layanan medis akibat gejala batuk, pusing, serta iritasi mata parah dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Tantangan Mitigasi Lahan Gambut dan Respons Pemerintah

Pemadaman karhutla di Palangka Raya menyajikan tantangan teknis yang amat kompleks. Tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, dan relawan masyarakat terus berjibaku di lapangan. Namun, karakter tanah gambut yang dalam membuat api mampu bertahan di bawah tanah dan memicu titik api baru saat tertiup angin kencang.

  • Pembasahan Ulang (Rewetting): Upaya pembasahan kembali lahan gambut yang mengering untuk mencegah penyebaran api bawah tanah.
  • Penegakan Hukum Ketat: Tindakan tegas terhadap pelaku pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa kompromi.
  • Kesiapsiagaan Posko Pemadam: Penguatan respons cepat serta peningkatan kapasitas sarana dan prasarana pemadaman darat.

Pendekatan analitis menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman reaktif. Diperlukan strategi pemulihan ekosistem gambut jangka panjang secara holistik. Tanpa komitmen penataan ruang yang ketat dan pengawasan berkelanjutan, Palangka Raya akan terus terjebak dalam siklus krisis udara yang merugikan kehidupan warga dari tahun ke tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User