Karhutla di Tahura Jambi Meluas Capai 30 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) di Kabupaten Batanghari, Provi

Sep 10, 2026 - 14:45
0 1
Karhutla di Tahura Jambi Meluas Capai 30 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, terus mengalami eskalasi. Berdasarkan pembaruan data visual dan asesmen teknis di lapangan, luasan area vegetasi yang hangus terbakar kini terkonfirmasi telah mencapai 30 hektare. Kobaran api yang dipicu oleh cuaca kering ekstrem dan angin kencang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati di zona inti kawasan lindung tersebut.

Tim gabungan penanggulangan karhutla yang terdiri atas Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan masyarakat peduli api terus berjibaku memutus perambatan api. Kondisi serasah kering yang tebal serta dominasi tanaman semak belukar membuat pembakaran berlangsung cepat dan memicu kepulan asap pekat yang membubung tinggi ke udara.

Kronologi dan Eskalasi Karhutla di Lapangan

Eskalasi kebakaran di kawasan Tahura STS Batanghari berlangsung dalam beberapa fase kritis seiring dengan meningkatnya intensitas angin di wilayah tersebut:

  1. Deteksi Awal Hotspot: Pantauan satelit sensor Modis dan patroli darat mendeteksi titik panas pertama di area pinggiran Tahura yang langsung memicu kobaran api di vegetasi kering.
  2. Perambatan Menuju Blok Konservasi: Embusan angin kencang serta minimnya kelembapan udara menyebabkan kobaran api menjalar tak terkendali melintasi sekat alami hingga meluas ke area tengah hutan.
  3. Operasi Tanggap Darurat: Satgas Gabungan mengerahkan armada pemadaman darat dan pembuatan sekat bakar mekanis untuk memblokir arah lidah api mendekati zona pembibitan satwa.

Secara analitis, topografi lahan yang bergelombang dan keberadaan lapisan biomassa kering menjadi akselerator utama pembakaran. Di beberapa titik, api merambat di bawah permukaan tanah (lahan bawah), menyulitkan proses pendinginan tuntas oleh petugas regu darat.

"Kendala terbesar di lapangan adalah keterbatasan sumber air di sekitar titik bakar utama dan hembusan angin yang kerap berubah arah mendadak. Kami fokus membuat sekat bakar agar api tidak melompat ke blok rimba lindung lainnya," ujar salah satu koordinator lapangan Satgas Penanggulangan Karhutla Batanghari.

Strategi Mitigasi dan Ancaman Ekologis

Keberadaan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin memiliki peran vital sebagai benteng ekologis dan habitat berbagai flora serta fauna khas Jambi. Terbakarnya 30 hektare kawasan ini menghadirkan kerugian ekosistem yang signifikan. Pemerintah daerah dan pihak terkait telah merumuskan langkah penanganan terpadu:

  • Penyekatan Manual dan Mekanis: Mengikis lapisan serasah kering menggunakan alat berat dan cangkul guna mencegah kebakaran permukaan merembet lebih jauh.
  • Pola Pemadaman Terpadu: Mengoptimalkan suplai tangki air darurat portabel yang dibawa menembus jalur setapak hutan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
  • Penegakan Hukum dan Investigasi: Otoritas kepolisian bersama balai konservasi menggelar investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab kebakaran, baik akibat kelalaian maupun unsur kesengajaan pembukaan lahan di area penyangga.

Pemerintah Provinsi Jambi mengimbau seluruh masyarakat dan korporasi di sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun selama masa transisi iklim kering, demi mencegah bencana kabut asap lintas wilayah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User