Osmar Loss Resmi Nakhodai Dewa United, Bawa Reputasi Quadruple

Kisah quadruple bersejarah Buriram United akhirnya menemukan kelanjutan di Liga 1 Indonesia. Dewa United Banten FC, Selasa (10/6) siang, resmi menunjuk pelatih asal Brasil, Osmar Loss, sebagai juru ta...

Jul 27, 2026 - 21:58
0 0
Osmar Loss Resmi Nakhodai Dewa United, Bawa Reputasi Quadruple

Kisah quadruple bersejarah Buriram United akhirnya menemukan kelanjutan di Liga 1 Indonesia. Dewa United Banten FC, Selasa (10/6) siang, resmi menunjuk pelatih asal Brasil, Osmar Loss, sebagai juru taktik anyar untuk musim 2026/27. Penunjukan ini menandai babak baru bagi klub yang musim lalu finis di papan tengah klasemen, sekaligus menyulut ekspektasi tinggi berkat rekam jejak sang pelatih yang baru saja menorehkan empat gelar juara dalam semusim penuh.

Presiden klub, Rendra Soedjono, dalam pernyataan resminya menyebut Loss sebagai 'arsitek proyek jangka panjang' yang akan mengubah filosofi bermain tim. Pengumuman datang hanya berselang tiga pekan setelah Buriram United menutup musim 2025/26 dengan koleksi trofi sempurna—Thai League 1, FA Cup, League Cup, dan Liga Champions ASEAN—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sepak bola Thailand. Loss, 49 tahun, diikat kontrak dua musim dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Rekam Jejak Cemerlang: Dari Buriram ke Tangerang Selatan

Nama Osmar Loss melejit setelah membawa Buriram United mendominasi sepak bola Thailand. Data tidak berbohong: pada musim 2025/26, Buriram mencatat rasio kemenangan 88,9% di seluruh kompetisi, dengan 32 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya 2 kekalahan dari total 36 pertandingan di liga domestik. Lini serang mereka menghasilkan 98 gol, berbanding hanya 19 kebobolan, menciptakan selisih gol +79 yang merupakan rekor klub. Di level kontinental, Buriram membukukan 7.3 shots on target per laga dan rerata penguasaan bola mencapai 62,1%, tertinggi di Asia Tenggara.

Yang paling mengesankan, Loss berhasil menjaga Buriram mencatatkan 21 clean sheet di lintas ajang. Tiga di antaranya terjadi pada laga krusial: final Piala FA (2-0 atas Port FC), final Piala Liga (1-0 atas Muangthong), dan partai puncak Liga Champions ASEAN (3-0 atas Johor Darul Ta’zim). Konsistensi itu lahir dari rotasi pemain yang cermat—Loss memainkan 27 pemain berbeda sepanjang musim tanpa menurunkan kualitas hasil.

Sebelum ke Thailand, Loss sempat menjadi asisten di Corinthians dan melatih tim U-20 Brasil pada 2019. Namun karirnya meroket justru di Asia. Di bawah arahannya, Buriram tidak sekadar mengandalkan fisik; mereka menjelma tim yang mematikan lewat transisi cepat dan penguasaan bola terstruktur.

Filosofi Taktik dan Rencana di Dewa United

Loss dikenal sebagai penganut formasi 4-3-3 dinamis yang bisa bertransformasi menjadi 4-2-3-1 saat tim menguasai bola. Di Buriram, ia menempatkan gelandang bertahan tunggal sebagai pendulum permainan, didukung dua gelandang serang yang rajin melakukan penetrasi ke kotak penalti. Statistik umpan progresif Buriram—rata-rata 74,6 umpan progresif per 90 menit—menegaskan hasrat Loss untuk membenamkan lawan lewat penguasaan area tengah.

Bagi Dewa United, pendekatan ini menjanjikan revolusi. Musim lalu, skuad yang ditukangi Theodorus Bakker hanya mampu mencatat rata-rata penguasaan bola 44% dan 10,2 shots per game dengan konversi gol yang rendah. Loss diproyeksikan akan memanfaatkan tenaga pemain muda seperti Ahmad Nur Hardianto dan Rachmat Irianto, serta memoles lini belakang yang kerap rapuh—musim lalu tim kebobolan 54 gol dari 38 pekan.

Sang pelatih tak perlu waktu lama untuk mulai bekerja. Ia dijadwalkan tiba di Indonesia pekan depan dan langsung menggelar pemusatan latihan di Yogyakarta. Rumor menyebutkan ia telah membawa dua asisten spesialis: satu pelatih fisik dari Brasil dan satu analis video yang sebelumnya bekerja di akademi FC Porto.

“Saya datang ke sini bukan untuk berlibur. Target kami sangat jelas: membangun tim yang kompetitif, bermain menyerang, dan meraih trofi. Saya melihat potensi besar di skuad ini dan saya percaya kami bisa membuat kejutan,” ujar Loss dalam video perkenalan yang dirilis klub.

Ekspektasi Tinggi untuk Liga 2026/27

Penunjukan Loss sontak mendongkrak antusiasme pendukung Dewa United. Di media sosial, tagar #WelcomeOsmar bergema dengan lebih dari 50 ribu cuitan dalam enam jam pertama. Bursa taruhan lokal pun mengubah odds juara: Dewa United yang semula dipatok 1:25 kini naik drastis ke 1:12—tertinggi dalam sejarah klub.

Namun, tantangan menanti: Liga 1 Indonesia memiliki karakteristik berbeda dengan Thai League. Intensitas fisik lebih tinggi, jadwal padat dengan turnamen pramusim, dan tekanan suporter yang panas. Loss butuh adaptasi cepat. Ia juga belum memiliki pengalaman melatih di negara dengan iklim tropis lembap dan perjalanan tandang yang melelahkan.

Meski begitu, rekam jejaknya memberi harapan. Jika ia mampu mereplikasi setidaknya 70% dari formula Buriram—pertahanan solid, serangan efektif, dan mentalitas juara—Dewa United berpeluang menembus papan atas. Dengan masa pramusim sekitar dua bulan, Loss punya cukup waktu untuk menanamkan filosofinya. Para penggemar kini menanti: akankah sentuhan Loss membawa Dewa United ke era kejayaan pertamanya?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User