Optimisme Omar Berrada: MU Siap Hadapi Raksasa Eropa di Liga Champions
MANCHESTER — Senyum tipis itu tak bisa disembunyikan Omar Berrada. Di hadapan awak media, CEO Manchester United langsung memancarkan optimisme begitu undian fase liga Liga Champions 2026/2027 rampun...
MANCHESTER — Senyum tipis itu tak bisa disembunyikan Omar Berrada. Di hadapan awak media, CEO Manchester United langsung memancarkan optimisme begitu undian fase liga Liga Champions 2026/2027 rampung digelar di Nyon. Meski di atas kertas lawan yang menanti tergolong raksasa Eropa, pria asal Maroko itu menegaskan Setan Merah tidak akan gentar. "Ini kompetisi yang kami cintai, dan kami datang untuk bersaing, bukan sekadar berpartisipasi," ujarnya.
Undian kali ini memang menghadirkan tantangan berat. MU harus berbagi fase dengan sejumlah juara domestik dan klub-klub berstatus unggulan Eropa. Namun, bagi Berrada, justru di situlah daya tarik kompetisi paling bergengsi antarklub itu berada. Optimismenya bukan tanpa dasar: musim lalu, MU mencatatkan 17 clean sheet di semua ajang dan menembus perempat final Liga Champions sebelum akhirnya tersingkir lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor akhir 2-2 di dua leg.
Format Baru, Tantangan Baru
Liga Champions musim 2026/2027 kembali menggunakan format liga dengan 36 tim yang saling berhadapan dalam delapan laga fase reguler. Delapan besar klasemen lolos langsung ke 16 besar, sementara peringkat 9 hingga 24 berebut tiket lewat babak playoff dua leg. MU, yang tergabung dalam pot pertama berkat koefisien UEFA, tetap harus waspada: jadwal padat memaksa rotasi besar-besaran.
"Delapan pertandingan fase liga itu maraton, bukan sprint," kata Berrada menambahkan. Ia menyebut kedalaman skuad sebagai modal utama. Dengan formasi andalan 4-2-3-1 yang diracik pelatih kepala, MU kini memiliki dua pemain berkualitas di setiap posisi. Data internal klub mencatat rata-rata penguasaan bola mencapai 58 persen dalam lima laga pramusim terakhir, dengan 11 gol dan 9 assist tersebar di lini serang.
Menit Kunci dan Mentalitas Juara
Para pengamat menilai optimisme Berrada berakar pada performa kandang MU yang impresif di Old Trafford. Musim lalu, dari 12 laga kandang di kompetisi Eropa, Setan Merah hanya sekali kalah. Shots on target mereka pun tergolong tinggi: rata-rata 6,8 tembakan mengarah ke gawang per laga di fase gugur, jauh di atas rata-rata kompetisi yang hanya 4,5.
Salah satu momen yang sering diputar ulang di ruang ganti adalah kemenangan dramatis menit ke-90+3 musim lalu, ketika gol telat membalikkan kedudukan 3-2 di kandang lawan. Momen semacam itu, menurut staf kepelatihan, menumbuhkan mentalitas juara yang kerap menjadi pembeda di laga-laga knock-out. "Kami tidak pernah menyerah sampai peluit akhir berbunyi," tegas sang pelatih dalam sesi jumpa pers pramusim.
Rekam Jejak Treble Winner Jadi Inspirasi
Berrada juga tak sungkan membawa-bawa sejarah. Ia mengingatkan bahwa MU adalah satu-satunya klub Inggris yang pernah meraih treble winner pada 1999 — musim bersejarah ketika skor akhir 2-1 melawan Bayern Munich di Camp Nou mengunci tiga gelar sekaligus. Menurutnya, generasi emas itu membuktikan bahwa lawan sebesar apa pun bisa ditaklukkan dengan disiplin taktik dan keberanian.
"Sejarah klub ini adalah sumber inspirasi. Kami tidak hidup di masa lalu, tapi kami belajar darinya," ucap Berrada. Ia menekankan pentingnya menekan sejak awal: pressing tinggi di sepertiga akhir lapangan, disiplin garis pertahanan untuk memancing offside lawan, dan ketenangan saat menghadapi keputusan VAR. Semua itu, lanjutnya, sudah dilatih intensif sejak pekan pertama pramusim.
Jadwal Berat, Target Jelas
Menatap kalender, MU harus menghadapi tiga laga tandang berat dalam lima pekan pertama fase liga. Rotasi menjadi kata kunci. Berrada menyebut skuad berisi 24 pemain senior yang siap tampil, dengan dua kiper kelas dunia bersaing memperebutkan posisi starting XI. Persaingan internal ini diyakini menjaga tensi latihan tetap tinggi sepanjang musim.
Target yang dipasang manajemen juga realistis: finis di delapan besar klasemen fase liga untuk lolos langsung ke 16 besar tanpa babak playoff. Dengan proyeksi lima kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan dalam delapan laga, MU yakin bisa mengamankan posisi tersebut. "Kami menghitung setiap poin. Di kompetisi seperti ini, satu kartu kuning atau satu momen ceroboh bisa mengubah segalanya," pungkas Berrada.
Kini bola ada di lapangan. Undian telah selesai, peta jalan sudah terpetakan, dan optimisme CEO sudah diucapkan. Tinggal satu pertanyaan yang tersisa: mampukah skuad membuktikan kata-kata itu menjadi kenyataan di pentas tertinggi Eropa? Old Trafford, dan seluruh pendukung di dunia, menunggu jawabannya.
Comments (0)