Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),
Informasi yang dihimpun Beritainti.com menyebutkan bahwa Suci Nitia Edward terjaring dalam operasi senyap KPK bersama sejumlah pihak lainnya. Dari hasil pemeriksaan awal, perempuan ini kedapatan meng
Informasi yang dihimpun Beritainti.com menyebutkan bahwa Suci Nitia Edward terjaring dalam operasi senyap KPK bersama sejumlah pihak lainnya. Dari hasil pemeriksaan awal, perempuan ini kedapatan mengendarai Mitsubishi Pajero Sport yang menjadi salah satu barang bukti penerimaan gratifikasi atau suap oleh Bupati Suhardiman. Mobil tersebut diduga diberikan oleh pihak swasta yang tengah mengurus proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.
“Penyidik mengamankan istri Bupati Kuansing berikut mobil Pajero Sport yang merupakan hasil suap yang diterima Suhardiman,” demikian keterangan resmi dari KPK yang dikutip media kami, Rabu (1/7/2026).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Zulkarnain, dan Direktur Utama PT MIC Ardiles. Ketiganya diduga terlibat dalam kongkalikong pengaturan lelang dan penerimaan uang ilegal senilai miliaran rupiah yang bersumber dari sejumlah proyek infrastruktur di daerah tersebut.
Penangkapan Suci Nitia Edward menjadi sorotan karena posisinya sebagai istri kedua Bupati Suhardiman. Keberadaannya di dalam mobil mewah tersebut memperkuat dugaan aliran dana hasil korupsi tidak hanya dinikmati pejabat publik, tetapi juga keluarga dekatnya. Hingga kini KPK masih mendalami peran Suci, termasuk kemungkinan ia turut menyembunyikan atau menikmati aset-aset lain yang berasal dari kejahatan suaminya.
Sementara itu, Suhardiman dan Zulkarnain sempat melarikan diri sesaat setelah operasi dimulai, namun akhirnya menyerahkan diri pada Selasa malam (30/6/2026). Keduanya datang ke kantor KPK dengan didampingi kuasa hukum masing-masing. Sedangkan Ardiles langsung ditangkap di lokasi OTT dan langsung digelandang ke Jakarta.
Ketua KPK dalam pernyataan resminya mengapresiasi itikad baik tersangka yang menyerahkan diri, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi kualitas perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan. Proses hukum akan berjalan sesuai UU Tindak Pidana Korupsi.
Penetapan tersangka dan pengamanan istri Bupati ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat korupsi. KPK mengimbau agar seluruh penyelenggara negara menjauhi praktik suap serta mengelola gratifikasi sesuai aturan. Publik kini menanti sejauh mana peran keluarga pejabat akan diungkap dalam pengembangan perkara yang terus didalami oleh tim penyidik.
Comments (0)