NEW YORK — Grossi Dorong Reformasi PBB di Tengah Lonjakan Penolakan

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York kembali menjadi panggung pertarungan geopolitik tingkat tinggi. Direktur Jenderal Badan Energi At

Sep 18, 2026 - 03:35
0 0
NEW YORK — Grossi Dorong Reformasi PBB di Tengah Lonjakan Penolakan

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York kembali menjadi panggung pertarungan geopolitik tingkat tinggi. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, bersiap menghadapi ujian krusial dalam pemungutan suara informal ketiga (straw poll) yang digelar oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Pemungutan suara rahasia ini bertujuan untuk memetakan kekuatan calon pengganti António Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya. Grossi, diplomat berpengalaman asal Argentina, berada di jajaran tiga besar kandidat terkuat, namun jalannya terancam terjal akibat dinamika politik internal yang kian memanas.

Visi Radikal: Melakukan Lebih Sedikit untuk Hasil Lebih Baik

Di tengah persiapan pemungutan suara ketiga tersebut, Grossi mengambil langkah diplomasi publik yang berani dengan mempublikasikan esai strategisnya di media ternama The Economist. Ia menyoroti krisis kepercayaan mendalam yang tengah melanda lembaga multilateral terbesar di dunia tersebut. Menurutnya, PBB telah terjebak dalam ekspansi mandat yang tak terkendali selama berdekad-dekad tanpa diimbangi oleh efektivitas eksekusi di lapangan.

“Gagasan utama reformasi ini adalah melakukan lebih sedikit hal, tetapi dengan kualitas dan efektivitas yang jauh lebih baik,” tegas Grossi dalam pandangannya.

Diagnosis Grossi menyasar langsung akar masalah birokrasi PBB yang dinilai terlalu gemuk. Ia menawarkan pemangkasan fungsi-fungsi non-esensial dan penentuan prioritas ulang agar PBB dapat kembali menjadi organisasi yang disegani dalam menjaga perdamaian serta keamanan global. Dalam analisisnya, transparansi dan efisiensi operasional adalah kunci mutlak untuk memulihkan legitimasi institusi yang terus tergerus oleh berbagai kegagalan resolusi konflik belakangan ini.

Dinamika Perolehan Suara dan Pergeseran Dukungan

Secara analitis, peta persaingan kandidat dalam pemungutan suara informal menunjukkan pertarungan yang amat ketat di antara para calon pemimpin PBB. Perolehan suara sementara mengindikasikan adanya pergeseran sikap dari anggota Dewan Keamanan terhadap masing-masing figur.

Nama Kandidat Asal Negara Dukungan (R1) Penolakan (R1) Tren Penolakan (R2)
Rebeca Grynspan Kosta Rika 10 1 Stabil
Carolyn Rodrigues-Birkett Guyana 9 2 Stabil
Rafael Grossi Argentina 7 2 Meningkat (6 suara)

Meskipun Grossi berhasil mempertahankan 7 suara dukungan secara konsisten pada dua putaran awal, lonjakan angka penolakan terhadap dirinya dari 2 suara menjadi 6 suara memberikan sinyal bahaya. Dalam mekanisme pemilihan Sekretaris Jenderal PBB, keberadaan suara penolakan—terutama jika berasal dari lima anggota tetap Dewan Keamanan (P5) yang memiliki hak veto—dapat secara langsung menggagalkan kandidatur seseorang tanpa memandang seberapa besar jumlah dukungan yang berhasil dikumpulkan.

Tantangan Geopolitik dan Masa Depan Kepemimpinan PBB

Lonjakan resistensi terhadap Grossi tidak lepas dari rekam jejaknya selama memimpin IAEA. Sebagai kepala pengawas nuklir dunia, ia kerap harus mengambil posisi tegas dalam isu-isu sangat sensitif, termasuk pengawasan program nuklir Iran serta inspeksi fasilitas nuklir di tengah konflik Rusia-Ukraina. Keberanian operasional yang ia tunjukkan di IAEA, meski menuai pujian publik, berpotensi memicu ketidaksukaan dari negara-negara anggota P5 yang memiliki agenda geopolitik berseberangan.

"Seorang Sekretaris Jenderal tidak hanya dituntut menjadi administrator yang handal, tetapi juga penengah yang diterima oleh seluruh kekuatan besar," ungkap salah satu pengamat diplomasi multilateral di New York. Kemampuan Grossi untuk melunakkan sikap negara-negara pemegang hak veto dalam sesi pemungutan suara mendatang akan menjadi penentu utama, apakah visi reformasi yang ia usung dapat terwujud atau justru terhenti di ruang sidang Dewan Keamanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User