Momen Haru Pramono Teteskan Air Mata Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
Jakarta - Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta yang digelar pada akhir pekan ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab
Jakarta - Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta yang digelar pada akhir pekan ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara yang memamerkan hasil pendidikan siswa-siswi dari keluarga prasejahtera tersebut.
Pantauan media kami di lokasi, kegiatan open house ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dari para siswa. Mereka dengan penuh semangat menampilkan yel-yel khas Sekolah Rakyat, atraksi baris-berbaris yang kompak dan disiplin, tarian daerah yang memukau, hingga beragam unjuk bakat lainnya. Para tamu undangan dan orang tua siswa yang hadir tampak tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan meriah, menunjukkan apresiasi mendalam terhadap perkembangan anak-anak mereka.
Namun, ada satu momen yang menjadi sorotan sekaligus menyentuh hati seluruh hadirin. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terlihat tak kuasa menahan emosi saat menyaksikan langsung semangat dan ketangguhan para siswa Sekolah Rakyat. Air mata haru menetes dari sudut matanya, menggambarkan betapa dalamnya rasa bangga sekaligus kepeduliannya terhadap anak-anak bangsa yang tengah berjuang mengubah nasib melalui jalur pendidikan.
"Saya benar-benar terharu melihat adik-adik kita di sini. Mereka adalah bukti nyata bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik," ujar Pramono Anung dengan suara bergetar, dikutip dari laporan media kami.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung penuh program Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini merupakan strategi fundamental untuk memutus rantai kemiskinan secara terstruktur dan berkelanjutan.
"Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan fisik atau kurikulum biasa. Ini adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada warga yang paling membutuhkan. Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi," tegas Gus Ipul di hadapan para siswa, guru, dan orang tua yang memadati area sekolah.
Kegiatan open house ini sendiri dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus transparansi program pendidikan kepada publik. Masyarakat, khususnya para orang tua, dapat melihat secara langsung fasilitas pendidikan, metode pembelajaran, serta capaian perkembangan siswa selama mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. SRMA 10 Jakarta menjadi salah satu dari sekian banyak unit Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah sebagai upaya pemerintah menghadirkan akses pendidikan inklusif.
Para siswa yang tampil dalam acara ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka tidak hanya mempertontonkan kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan sosial dan kreativitas yang terasah melalui berbagai program ekstrakurikuler di sekolah. Salah satu orang tua siswa yang ditemui media kami mengaku sangat bersyukur dengan keberadaan Sekolah Rakyat yang telah memberikan kesempatan emas bagi anaknya untuk mendapatkan pendidikan layak.
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini diakhiri dengan sesi ramah tamah antara para pejabat, guru, siswa, dan orang tua. Kehadiran Gus Ipul dan Pramono Anung memberikan semangat tersendiri bagi seluruh civitas akademika SRMA 10 Jakarta, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah terus mengawal dan mengembangkan program Sekolah Rakyat ke depan.
Comments (0)