Mimpi Cuan Piala Dunia di Seattle Belum Jadi Kenyataan, Usaha Wisata Muram
SEATTLE - Harapan besar bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi suntikan dana segar bagi perekonomian Seattle tampaknya masih jauh dari harapan. Menjelang berakhirnya rangkaian pertandingan di kota ini,
SEATTLE - Harapan besar bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi suntikan dana segar bagi perekonomian Seattle tampaknya masih jauh dari harapan. Menjelang berakhirnya rangkaian pertandingan di kota ini, laporan dari Beritainti.com mengungkapkan bahwa manfaat ekonomi yang dijanjikan belum merata, meninggalkan banyak pelaku usaha wisata dalam kelesuan. Seattle baru saja menuntaskan tugasnya sebagai tuan rumah dengan menggelar laga babak 16 besar yang mempertemukan Amerika Serikat melawan Belgia.
Lonjakan Pengunjung Tak Berdampak Signifikan
Selama hampir sebulan festival sepak bola terbesar dunia itu berlangsung, kawasan tepi laut dan pusat kota Seattle memang disesaki oleh lautan suporter. Pemandangan ini semula diyakini akan mendongkrak pendapatan berbagai sektor secara drastis. Transportasi umum bahkan berhasil memecahkan rekor jumlah penumpang harian, sementara sejumlah bar dan restoran di area strategis menikmati antrean panjang pengunjung. Namun, kemeriahan visual dan kemacetan lalu lintas tersebut tidak serta-merta berbanding lurus dengan pundi-pundi uang yang masuk ke kas para pemilik usaha kecil dan menengah.
Laporan kami di lapangan mendapati bahwa beberapa pengusaha lokal dan toko suvenir justru mengeluhkan sepinya transaksi. Meskipun suporter memadati jalanan, banyak dari mereka yang hanya mampir untuk melihat-lihat tanpa melakukan pembelian berarti. Pedagang di area Seattle Waterfront mengaku jumlah pengunjung memang naik, tetapi pengeluaran tiap pengunjung justru lebih rendah dari proyeksi awal.
"Suasananya memang seperti pesta rakyat, tapi dompet kami tidak ikut berpesta. Jumlah orang yang lalu-lalang sangat tinggi, tetapi mereka hanya ingin menikmati hiburan gratis dan foto-foto. Penjualan kami stagnan," ungkap salah satu pengelola kafe di dekat Pike Place Market kepada Beritainti.com.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi distribusi wisata selama turnamen. Data sementara menunjukkan bahwa keuntungan ekonomi terbesar justru terserap oleh jaringan hotel besar dan penyelenggara festival resmi, alih-alih menjalar ke akar rumput bisnis lokal. Dengan selesainya laga Amerika Serikat vs Belgia, Seattle kini harus menghitung kembali realisasi mimpi cuan dari panggung global ini.
Comments (0)