Messi Kartu Merah, Argentina Pesta Gol 3-0 atas Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Kamis (8/10) dini hari WIB, ternyata menyimpan drama yang tak terduga. Lionel Messi, sang kapten, harus meninggalkan lapa...

Oct 08, 2026 - 07:49
0 0
Messi Kartu Merah, Argentina Pesta Gol 3-0 atas Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Kamis (8/10) dini hari WIB, ternyata menyimpan drama yang tak terduga. Lionel Messi, sang kapten, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah di menit ke-84. Kemenangan meyakinkan Tim Tango justru dibayangi insiden kontroversial yang melibatkan ikon mereka sendiri.

Sejak kick-off, Argentina tampil mendominasi. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Lionel Scaloni membuat Benin kesulitan keluar dari tekanan. Penguasaan bola Argentina mencapai 68 persen sepanjang pertandingan, dengan 12 shots on target dari total 19 tembakan. Benin hanya mampu melepaskan 4 tendangan, tanpa satu pun tepat sasaran.

Gol pembuka lahir di menit ke-23. Lautaro Martinez melepaskan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Rodrigo De Paul. Kiper Benin, Saturnin Allagbe, tak berkutik. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Argentina Tak Mengendurkan Tekanan

Memasuki babak kedua, Argentina makin agresif. Menit ke-57, Messi nyaris mencatatkan assist keduanya malam itu. Umpan lambungnya ke kotak penalti disambut sundulan Angel Di Maria, namun bola masih membentur tiang gawang. Dua menit berselang, tepatnya menit ke-59, Nicolas Gonzalez menggandakan keunggulan. Berawal dari serangan balik cepat, Giovani Lo Celso mengirim bola ke sisi kanan, dan Gonzalez menyelesaikan dengan tembakan mendatar ke sudut jauh. Assist tercatat untuk Lo Celso.

Benin mencoba bangkit dengan mengganti dua pemain di menit ke-62, memasukkan Jodel Dossou dan Steve Mounie. Namun pertahanan Argentina yang dikomandoi Cristian Romero tampil solid. Romero mencatatkan 5 intersep dan 3 blok, memastikan clean sheet tetap terjaga.

Puncak drama terjadi di menit ke-84. Messi, yang tampil sebagai playmaker dengan 4 key passes dan 1 assist untuk gol ketiga Argentina, terlibat benturan dengan gelandang Benin, Sessi D'Almeida. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, langsung mengeluarkan kartu merah setelah berkonsultasi dengan VAR. Insiden ini membuat Messi meninggalkan lapangan lebih awal, disambut standing ovation dari sekitar 70 ribu penonton di Monumental.

"Saya tidak melihat insiden itu secara jelas, tetapi wasit sudah memutuskan. Kami harus menghormati keputusan itu. Yang terpenting, tim menunjukkan karakter dan meraih kemenangan," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai pertandingan.

Statistik Kunci dan Analisis Taktik

Kemenangan ini menegaskan dominasi Argentina di lini tengah. Trio De Paul, Lo Celso, dan Leandro Paredes mencatatkan total 89 persen akurasi passing. Sementara itu, Benin yang menggunakan formasi 5-4-1 bertahan total hanya mampu mencatatkan 1 tendangan tepat sasaran dan 4 pelanggaran di area pertahanan sendiri. Kartu kuning diberikan kepada dua pemain Benin, yakni Khaled Adenon dan D'Almeida.

Menariknya, gol ketiga Argentina lahir justru setelah Messi keluar. Di menit ke-89, Julian Alvarez memanfaatkan kelengahan lini belakang Benin dan mencetak gol penutup. Assist diberikan oleh Exequiel Palacios. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang.

Dengan hasil ini, Argentina mencatatkan clean sheet kelima dalam enam laga terakhir. Messi sendiri mengakhiri pertandingan dengan catatan 1 assist, 4 key passes, dan 3 dribel sukses sebelum kartu merah menghiasi malam perpisahannya. Insiden ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi Scaloni menjelang turnamen berikutnya. Bagaimana Argentina mengatasi potensi absennya Messi di laga-laga mendatang? Pertanyaan itu kini menggantung di udara.

Jalan Panjang Tanpa Sang Kapten

Kartu merah ini bukan sekadar insiden biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, Messi nyaris selalu menjadi starter dalam laga kompetitif Argentina. Tanpa kehadirannya, Scaloni harus meracik ulang lini serang. Alvarez dan Gonzalez menunjukkan tajinya malam ini, tetapi dinamika tim jelas berbeda tanpa sosok nomor 10. Benin, meski kalah, memperlihatkan disiplin bertahan yang layak diapresiasi. Mereka hanya kebobolan tiga gol dari total 19 tembakan Argentina, sebuah angka yang menunjukkan kerja keras lini belakang mereka.

Bagi Argentina, kemenangan 3-0 ini adalah modal berharga. Namun kartu merah Messi menjadi bayang-bayang yang tak bisa diabaikan. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian seberapa dalam skuad Tim Tango mampu beradaptasi. Satu hal yang pasti: malam di Monumental akan dikenang bukan hanya karena kemenangan, tetapi juga karena momen emosional saat sang legenda meninggalkan lapangan lebih cepat dari yang seharusnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User