Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Drama 120 Menit di SUGBK
Skor akhir 2-1 untuk Indonesia setelah drama 120 menit yang memaksa laga final FIFA ASEAN Cup 2026 berlanjut ke babak perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (5/10/2026)...
Skor akhir 2-1 untuk Indonesia setelah drama 120 menit yang memaksa laga final FIFA ASEAN Cup 2026 berlanjut ke babak perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (5/10/2026). Gelar juara ini memicu ledakan euforia puluhan ribu suporter yang memadati tribun sejak kick-off pukul 19.30 WIB.
Sejak menit pertama, formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih John Herdman langsung menekan lini pertahanan lawan. Penguasaan bola Indonesia pada babak pertama mencapai 58 persen, dengan total 6 shots on target dari 11 percobaan. Menit ke-23, umpan terobosan dari lini tengah hampir membuahkan gol andai saja penyelesaian akhir lebih tenang.
Babak Pertama: Tekanan Tanpa Gol
Menit ke-14, sepakan keras dari luar kotak penalti masih membentur mistar gawang. Dua menit berselang, sundulan hasil sepak pojok melenceng tipis di sisi kanan. Statistik mencatat Indonesia unggul dalam duel udara 63 persen dan akurasi umpan 84 persen sepanjang 45 menit pertama. Meski demikian, skor kaca mata bertahan hingga turun minum.
Lawan bukan tanpa ancaman. Skema serangan balik cepat mereka beberapa kali merepotkan lini belakang Indonesia. Menit ke-38, sebuah serangan balik menghasilkan tembakan pertama mereka yang masih bisa diantisipasi kiper utama Indonesia dengan penyelamatan refleks rendah. Wasit hanya memberikan satu kartu kuning di babak pertama, tepatnya pada menit ke-31 akibat pelanggaran taktis di tengah lapangan.
Babak Kedua: Gol, VAR, dan Drama Kartu Merah
Perubahan taktik terjadi setelah jeda. Menit ke-52, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan lewat tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah assist manis dari sisi kiri penyerangan. Skor berubah 1-0. Gol ini menjadi gol keempat pemain tersebut sepanjang turnamen.
Namun keunggulan tidak bertahan lama. Menit ke-67, lawan menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti yang terlebih dahulu ditinjau VAR akibat dugaan handsball. Skor kembali imbang 1-1. Penguasaan bola kedua tim relatif seimbang di paruh kedua, masing-masing berkisar 50 persen.
Menit ke-78 menjadi titik balik emosional. Seorang pemain lawan menerima kartu merah langsung usai pelanggaran keras dari belakang. Sejak momen itu, Indonesia mendominasi dengan 9 shots on target berbanding hanya 2 milik lawan hingga waktu normal berakhir. Sayangnya, dua peluang emas pada menit ke-85 dan 90+3 masih gagal dikonversi menjadi gol. Skor 1-1 memaksa laga memasuki perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu: Momen Penentu Menit ke-112
Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Indonesia terus menggempur pertahanan lawan yang mulai kelelahan. Menit ke-105, sebuah tendangan voli dari tepi kotak penalti masih menyamping. Puncaknya terjadi pada menit ke-112. Berawal dari skema serangan sayap kanan, umpan silang rendah disambut sontekan pertama yang gagal, lalu bola liar diselesaikan dengan tenang dari jarak dekat. Skor 2-1 untuk Indonesia.
Lawan mencoba bangkit di sisa waktu, termasuk lima menit tambahan di babak kedua perpanjangan waktu. Namun lini belakang Indonesia tampil disiplin dan mencatat clean sheet di periode tambahan tersebut. Peluit panjang berbunyi, Indonesia resmi menyegel gelar juara.
"Para pemain menunjukkan mentalitas luar biasa. Kami tertinggal momentum setelah penalti, tapi tidak pernah kehilangan kontrol pertandingan. Penguasaan bola dan disiplin taktik menjadi kunci," ujar John Herdman dalam konferensi pers usai laga.
Statistik akhir pertandingan mencatat Indonesia unggul penguasaan bola 56 persen, 14 shots on target, dan 11 sepak pojok. Lawan hanya mencatat 4 shots on target dengan 3 sepak pojok. Total, wasit mengeluarkan 1 kartu merah dan 5 kartu kuning sepanjang 120 menit.
Implikasi dan Rekor Turnamen
Gelar ini menjadi trofi pertama Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup sejak format turnamen diperbarui. Sepanjang turnamen, Indonesia mencatat 5 kemenangan, 1 imbang, dengan total 13 gol dan hanya kebobolan 4 kali. Striker utama tim mengakhiri kompetisi dengan 6 gol, sementara gelandang tengah menyumbang 4 assist.
Dengan skuad rata-rata berusia 24 tahun, fondasi tim ini diproyeksikan tetap kompetitif untuk kualifikasi Piala Dunia 2030. Herdman disebut-sebut berhasil membangun identitas permainan berbasis pressing tinggi dan transisi cepat, sesuatu yang jarang terlihat pada edisi-edisi sebelumnya.
Perayaan berlanjut di lapangan hingga lebih dari 30 menit setelah peluit akhir. Para pemain melakukan lap of honour mengelilingi SUGBK sembari menyanyikan lagu kebangsaan bersama suporter. Bagi publik sepak bola nasional, drama 120 menit malam itu akan dikenang sebagai salah satu final paling mendebarkan dalam sejarah ASEAN Cup.
Comments (0)