Messi dan Enzo Pimpin Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1! Argentina memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis di Atlanta Stadium, Georgia, Kamis (16/7/2...

Messi dan Enzo Pimpin Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1! Argentina memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis di Atlanta Stadium, Georgia, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Lionel Messi dan Enzo Fernandez menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena kontribusi di lapangan, tetapi juga momen emosional usai pertandingan ketika keduanya berdiri berdampingan memberikan aplaus kepada para suporter Argentina yang memadati tribun.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola dan Gol Cepat

Sejak menit awal, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel. Pelatih Lionel Scaloni memasang starting XI dengan trio lini depan Lionel Messi, Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez. Inggris merespons dengan formasi 4-2-3-1 yang lebih bertahan, mengandalkan Jude Bellingham sebagai kreator serangan balik.

Statistik penguasaan bola pada 45 menit pertama menunjukkan angka 61% untuk Argentina, dengan 7 shots on target berbanding 3 milik Inggris. Menit ke-23 menjadi titik balik ketika Messi menerima bola di sisi kanan kotak penalti, melepaskan umpan terobosan cerdik ke arah Enzo Fernandez yang berlari tanpa pengawalan. Gelandang Chelsea itu melepaskan tendangan first-time ke pojok kiri bawah gawang Jordan Pickford. Gol! Skor menjadi 1-0 untuk Argentina.

Inggris mencoba merespons melalui sepakan jarak jauh Declan Rice pada menit ke-31, tetapi kiper Emiliano Martinez masih sigap menepis bola. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 bertahan. Argentina tampil lebih percaya diri dengan pressing ketat di lini tengah, membuat Inggris kesulitan mengembangkan permainan.

Babak Kedua: Perlawanan Inggris dan Momen Krusial VAR

Memasuki babak kedua, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Gareth Southgate melakukan dua pergantian sekaligus pada menit ke-55, memasukkan Bukayo Saka dan Phil Foden untuk menambah daya gedor. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-61 ketika Saka melepaskan crossing dari sayap kanan yang disambut sundulan Harry Kane. Bola masuk ke gawang Argentina, tetapi wasit langsung meninjau VAR karena posisi Kane terdeteksi offside saat menerima umpan. Keputusan gol dianulir, dan Argentina bernapas lega.

Menit ke-74, giliran Argentina yang mendapat peluang emas. Messi mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun Pickford melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke tiang gawang. Inggris tidak menyerah dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-81 melalui aksi individu Bellingham yang melewati dua pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut atas gawang. Skor menjadi 1-1 dan pertandingan memasuki babak tambahan.

Pada menit ke-98, Enzo Fernandez kembali menjadi pahlawan. Berawal dari skema sepak pojok, bola jatuh di kaki Fernandez yang berdiri bebas di tepi kotak penalti. Ia melepaskan tembakan voli keras yang melengkung ke sisi kanan gawang, tak mampu dijangkau Pickford. Gol kedua Argentina! Statistik mencatat Enzo Fernandez mencatatkan 1 gol, 1 assist, dan akurasi umpan 89% sepanjang pertandingan.

Messi dan Enzo: Duet yang Menentukan

Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun, tetap menjadi otak permainan Argentina. Ia mencatatkan 3 key passes, 2 dribel sukses, dan 1 assist untuk gol pertama. Sementara Enzo Fernandez, yang bermain sebagai gelandang box-to-box, menunjukkan energi luar biasa dengan total 12 kilometer lari dan 5 tekel sukses. Duet mereka menjadi pembeda di laga ini.

“Enzo adalah masa depan tim ini. Dia punya visi bermain yang luar biasa dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab di momen besar. Saya bangga bisa bermain bersamanya,” ujar Messi usai pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Inggris Gareth Southgate mengakui keunggulan lawan. “Kami bermain baik di babak kedua, tetapi Argentina punya kualitas individu yang sulit dibendung. Dua gol mereka lahir dari momen-momen brilian yang tidak bisa kami antisipasi,” katanya dalam konferensi pers.

Statistik Akhir dan Jalan Menuju Final

Data akhir pertandingan menunjukkan Argentina unggul dalam penguasaan bola dengan 58% berbanding 42%, serta mencatatkan 15 shots on target berbanding 8 milik Inggris. Argentina juga lebih efisien dalam penyelesaian akhir dengan konversi 13% dari total tembakan. Inggris harus puas dengan satu kartu kuning untuk Kalvin Phillips pada menit ke-67, sementara Argentina menerima satu kartu kuning untuk Nicolas Otamendi pada menit ke-79.

Kemenangan ini mengantarkan Argentina ke final Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir. Mereka akan menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Brasil dan Prancis yang akan digelar Jumat (17/7/2026) waktu setempat. Dengan performa impresif Messi dan Enzo, Argentina jelas menjadi favorit untuk mengangkat trofi. Para suporter di Atlanta Stadium pun masih bersorak sorai ketika kedua pemain itu berjalan mengelilingi lapangan, memberikan aplaus balasan yang mengharukan. Malam itu, Argentina tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga menunjukkan bahwa regenerasi dan warisan bisa berjalan beriringan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User