Meningkatkan Ibadah di Bulan Suci: Tadarus Al-Quran di Masjid Kubah Emas Depok
Beritainti.com, Depok – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Kubah Emas di kawasan Depok, Jawa Barat, pada Jumat (16/4/2021). Lantunan ayat suci Al-Quran men
Beritainti.com, Depok – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Kubah Emas di kawasan Depok, Jawa Barat, pada Jumat (16/4/2021). Lantunan ayat suci Al-Quran menggema lembut di antara tiang-tiang megah berlapis emas, menandai puncak keimanan umat Muslim yang tengah menunaikan ibadah tadarus di bulan Ramadhan. Di tengah keheningan siang yang dihiasi semburat cahaya dari kubah khas berwarna keemasan, puluhan jamaah tampak khusyuk memanfaatkan setiap detik waktu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bulan Ramadhan memang menjadi momentum penuh berkah bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Masjid Kubah Emas yang selama ini dikenal sebagai ikon arsitektur religius di wilayah Jabodetabek, menjadi saksi bisu bagaimana semangat beribadah menguat di tengah kehidupan modern. Para jamaah yang hadir tak hanya berasal dari sekitar masjid, tetapi juga dari berbagai daerah yang sengaja menyempatkan diri untuk merasakan atmosfer spiritual yang berbeda di masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Dian Al-Mahri ini.
Tadarus Al-Quran, yang menjadi aktivitas utama dalam potret tersebut, merupakan salah satu amalan unggulan di bulan puasa. Kegiatan membaca dan menyimak Al-Quran secara bersama-sama ini dipilih sebagai cara untuk memperdalam pemahaman terhadap kitab suci sekaligus mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim. Menurut keterangan yang dihimpun tim Beritainti.com, jamaah di Masjid Kubah Emas rutin menggelar majelis tadarus setiap harinya selama Ramadhan, terutama pada waktu setelah Sholat Dhuhur hingga menjelang Ashar, memanfaatkan jeda di tengah aktivitas sebelum waktu berbuka tiba.
"Bulan suci ini adalah kesempatan emas untuk melipatgandakan pahala. Kami berusaha mengisinya dengan sholat sunnah, dzikir, dan terutama tadarus Al-Quran. Suasana di masjid ini sangat mendukung, dengan arsitekturnya yang megah hati terasa lebih tenang dan fokus dalam beribadah," ujar salah seorang jamaah kepada kontributor kami.
Tak hanya tadarus, aktivitas ibadah lain juga terlihat menghiasi hari-hari di masjid yang mulai dibangun pada tahun 2000-an ini. Mulai dari iktikaf, kajian subuh, hingga sholat tarawih berjamaah yang selalu dipenuhi umat. Kubah emas yang menjulang tinggi dan halaman masjid yang luas memberikan kesejukan dalam beribadah, seolah memadukan kemewahan duniawi dengan kemurnian spiritualitas. Laporan dari redaksi kami mencatat bahwa pengelola masjid menerapkan protokol kesehatan yang ketat—mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga pembatasan jarak antar jamaah—mengingat pandemi yang masih berlangsung pada saat itu. Meski demikian, antusiasme warga untuk hadir dan beribadah tidak surut, justru menjadi bukti keteguhan iman di tengah cobaan.
Fenomena memadati masjid untuk kegiatan keagamaan selama Ramadhan sejatinya bukan hal baru di Indonesia. Negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia ini selalu menunjukkan geliat ibadah yang luar biasa pada bulan suci. Masjid-masjid besar seperti Istiqlal di Jakarta atau Kubah Emas di Depok menjadi pusat gravitasi spiritual yang menarik ribuan umat. Namun yang membuat istimewa dari potret di Masjid Kubah Emas adalah bagaimana masyarakat urban tetap meluangkan waktu berkualitas untuk hal-hal yang bersifat ukhrawi di tengah hiruk-pikuk kota. Ini menjadi pesan bahwa modernitas tidak serta merta mengikis nilai-nilai tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dari kacamata keislaman, tadarus Al-Quran di bulan Ramadhan sarat dengan keutamaan. Selain menjadi amalan yang sering dicontohkan Rasulullah SAW, membaca satu huruf Al-Quran dipercaya mendatangkan sepuluh kebaikan, dan pahala itu berlipat ganda saat dilakukan di bulan puasa. Para jamaah di Masjid Kubah Emas memegang teguh pemahaman ini, terlihat dari raut wajah yang serius dan penuh penghayatan saat menyimak atau membaca Al-Quran. Sebagian dari mereka bahkan membawa mushaf sendiri-sendiri, menandakan persiapan pribadi yang matang untuk ibadah ini.
Kontributor Beritainti.com mengabadikan momen tersebut sebagai pengingat bahwa di balik segala keterbatasan yang mungkin ada, semangat untuk beribadah tidak pernah padam. Masjid dengan kubah emasnya yang berkilauan bagaikan mercusuar yang memancarkan cahaya harapan dan keimanan bagi siapa pun yang memasukinya. Pada akhirnya, potret ini bukan sekadar dokumentasi aktivitas keagamaan, melainkan refleksi bahwa Ramadhan selalu menjadi waktu untuk kembali pada fitrah, membersihkan jiwa, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.
Comments (0)