Malam 25 Ramadan, Ribuan Jamaah Khusyuk Menjemput Lailatul Qadar di Masjid Istiqlal
Jakarta, Beritainti.com — Suasana syahdu menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada malam ke-25 bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Ribuan jamaah dari b
Jakarta, Beritainti.com — Suasana syahdu menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada malam ke-25 bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Jabodetabek memadati setiap sudut masjid terbesar di Asia Tenggara ini, larut dalam kekhusyukan ibadah demi meraih keistimewaan malam Lailatul Qadar.
Berdasarkan pantauan kontributor Beritainti.com di lokasi, sejak menjelang waktu Isya, arus jamaah terus mengalir deras memasuki kompleks masjid. Saf-saf shalat yang biasanya longgar kini terisi penuh hingga ke selasar dan pelataran. Panitia masjid bahkan harus menyiapkan area tambahan di luar gedung utama untuk menampung lonjakan jamaah yang datang.
Mereka menghabiskan waktu dengan membaca Alquran, memanjatkan doa, dan melaksanakan sholat malam secara berjamaah maupun munfarid. Lantunan ayat suci Alquran terdengar bergema dari berbagai penjuru, menciptakan harmoni spiritual yang menggetarkan hati. Sejumlah jamaah tampak tidak kuasa menahan air mata saat memanjatkan doa-doa pribadi dalam sujud panjang mereka.
"Saya sengaja datang dari Bekasi sejak sore hari. Malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Siapa tahu malam ini adalah Lailatul Qadar," ungkap Ahmad Fauzi (45), salah seorang jamaah yang ditemui di sela-sela ibadah.
Tidak hanya orang dewasa, sejumlah keluarga juga membawa serta anak-anak mereka untuk turut merasakan keberkahan malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan ini. Pengurus masjid mengimbau para orang tua agar tetap menjaga ketertiban dan membimbing anak-anak mereka selama beribadah.
Imam Besar Masjid Istiqlal dalam tausiyah singkatnya sebelum shalat Isya berjamaah mengingatkan para jamaah tentang keutamaan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan. Beliau mengutip hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh beribadah di sepuluh malam terakhir, khususnya pada malam-malam ganjil.
"Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, beliau mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malam-malam tersebut, dan membangunkan keluarganya," tutur beliau mengingatkan.
Kegiatan ibadah di Masjid Istiqlal pada malam itu berlangsung hingga menjelang waktu sahur. Rangkaian ibadah meliputi shalat Isya dan Tarawih berjamaah, tadarus Alquran, qiyamul lail, serta diakhiri dengan doa bersama dan santap sahur yang disediakan oleh pihak masjid bekerja sama dengan para donatur.
Pihak keamanan masjid bersama unsur TNI dan Polri turut dikerahkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan masjid juga diperketat mengingat tingginya volume kendaraan jamaah yang parkir di area sekitar.
Hal serupa diperkirakan akan terus berlangsung hingga malam-malam ganjil terakhir Ramadan, dengan puncak kepadatan jamaah biasanya terjadi pada malam ke-27. Pengurus Masjid Istiqlal mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan kekhidmatan ibadah selama berada di lingkungan masjid.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan, di mana Alquran pertama kali diturunkan. Umat Islam meyakini bahwa beribadah pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan.
Kontributor: Nanda F. Ibrahim (Beritainti.com)
Comments (0)