Deepal S05 Jajal Medan Ekstrem Ciletuh, Pasar EV Indonesia Kian Kompetitif
Tim media bersama Deepal Indonesia menggelar uji ketangguhan Deepal S05 di kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Ajang ini
Tim media bersama Deepal Indonesia menggelar uji ketangguhan Deepal S05 di kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Ajang ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sinyal ekspansi serius merek kendaraan listrik asal China tersebut di pasar Tanah Air. Mengusung misi membuktikan keandalan di medan sesungguhnya, Deepal S05 dihadapkan pada rute berkelok, tanjakan curam, dan infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas.
Kronologi Uji Coba: Dari Jakarta ke Puncak Darma
Rangkaian acara berlangsung sejak Jumat sore (23 Mei 2025) hingga Sabtu malam. Seluruh perjalanan menggunakan tiga unit Deepal S05 dalam beragam mode berkendara untuk mengukur efisiensi dan performa. Berikut urutan lengkap kegiatannya:
- Start dari SCBD, Jakarta Selatan – Rombongan berangkat pukul 14.00 WIB dengan mode Eco untuk konsumsi energi paling hemat.
- Fast charging di Rest Area KM 57 – Dengan charger 100 kW, baterai terisi dari 30% ke 80% hanya dalam 28 menit.
- Tiba di Pelabuhan Ratu – Menempuh 160 km dengan konsumsi rata‑rata 15,2 kWh/100 km, setara Rp120 per km pada tarif listrik rumah tangga.
- Eksplorasi Geopark Ciletuh – Tim mengaktifkan mode Sport; tenaga 218 hp dan torsi 320 Nm membuat tanjakan 15 derajat terasa ringan.
- Matahari terbenam di Puncak Darma – Sesi foto ikonik Deepal S05 berlatar langit jingga Ciletuh menjadi puncak acara dan pengingat ramah lingkungan dari kendaraan tanpa emisi ini.
Performa & Biaya Kepemilikan: Lebih Murah per Kilometer
Deepal S05 dibekali baterai lithium ferro‑phosphate (LFP) 61,8 kWh. Klaim NEDC menyentuh 485 km dalam sekali isi penuh. Pada pengujian nyata rute campuran Jakarta–Ciletuh, jarak tempuh tercapai 410 km—deviasi 15% yang masih wajar untuk kondisi tropis dan topografi berbukit.
Secara ekonomi, biaya per kilometer kendaraan ini amat kompetitif. Dengan asumsi tarif listrik langganan 1.300 VA sebesar Rp1.700/kWh, biaya operasional hanya Rp258 per km. Bandingkan dengan mobil bensin sejenis yang pada harga BBM non‑subsidi bisa menembus Rp1.200 per km. Artinya, pemilik Deepal S05 dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 78%.
Dampak Pasar & Strategi Ekspansi
Kehadiran Deepal menambah sesak persaingan EV China di Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil listrik nasional mencapai 38.450 unit pada 2024, melonjak 150% dari tahun sebelumnya. Deepal membidik segmen menengah‑atas dengan perkiraan harga Rp600–750 juta, bersaing dengan Wuling, Hyundai, dan Chery.
Pemerintah lewat Perpres No. 79/2023 memberikan insentif PPnBM 0% bagi EV yang memiliki TKDN 40%. Saat ini Deepal diimpor utuh dari China, namun sinyal perakitan lokal di pabrik mitra di Cikarang dijadwalkan mulai 2026. Jika rencana itu terwujud, harga jual berpotensi turun 10–15% sehingga semakin kompetitif.
Tantangan Infrastruktur & Harapan Konsumen
Kendati animo pasar tinggi, kekhawatiran akan ketersediaan SPKLU masih membayangi. Survei Litbang Beritainti mengungkap 62% calon pembeli EV ragu untuk perjalanan luar kota justru karena isu pengisian daya. Uji coba ke Ciletuh membuktikan bahwa dengan perencanaan rute matang—memanfaatkan fast charging di rest area—kendala tersebut bisa diatasi.
Dengan nol emisi, biaya rendah, dan fitur keselamatan modern, Deepal S05 berpotensi mendorong penetrasi EV di segmen keluarga. Bagi konsumen, hitungan ekonomi jelas menguntungkan dalam jangka panjang, terlebih jika ditunjang pengembangan infrastruktur yang lebih merata.
Disclaimer: Artikel ini merupakan opini berdasarkan uji coba terbatas dan data yang tersedia.
Comments (0)