Mbappe Kembali Beri Sinyal di San Mames, Real Madrid Taklukkan Athletic
Skor akhir 2-0 untuk Real Madrid. Menit ke-90+3, wasit meniup peluit panjang di San Mames, dan Kylian Mbappe mengangkat tangan kanannya ke arah tribun jauh—sebuah gestur yang kini menjadi tanda keba...
Skor akhir 2-0 untuk Real Madrid. Menit ke-90+3, wasit meniup peluit panjang di San Mames, dan Kylian Mbappe mengangkat tangan kanannya ke arah tribun jauh—sebuah gestur yang kini menjadi tanda kebangkitannya bersama Los Blancos. Dalam laga pekan ke-15 La Liga melawan Athletic Bilbao, Rabu (3/12/2025) dini hari WIB, penyerang asal Prancis itu menjadi poros serangan Madrid dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Babak Pertama: Mbappe Buka Jalan di Menit ke-23
Menit ke-23, Mbappe melepaskan tendangan first-time dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Jude Bellingham. Bola mendatar ke sudut kanan gawang, tak mampu dijangkau kiper Unai Simon. Skor 1-0 untuk Real Madrid, dan San Mames—yang dikenal sebagai salah satu stadion paling intimidatif di Spanyol—mendadak sunyi. Statistik mencatat Mbappe melakukan 3 shots on target dari total 5 percobaan sepanjang babak pertama. Penguasaan bola Madrid di 45 menit awal hanya 48 persen, namun efektivitas serangan mereka jauh lebih tinggi: 4 shots on target berbanding 1 milik Athletic.
Athletic Bilbao yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 mencoba menekan lewat sayap kiri Inaki Williams. Beberapa kali Williams merepotkan Dani Carvajal, tetapi penyelesaian akhir tuan rumah selalu kandas di kaki Antonio Rudiger dan Aurelien Tchouameni. Clean sheet Madrid di babak pertama bukan kebetulan: mereka mencatat 9 intersep dan 6 tekel sukses, angka yang jauh di atas rata-rata liga.
Babak Kedua: Assist Mbappe, Madrid Kunci Tiga Poin
Menit ke-67, peran Mbappe bergeser dari finisher menjadi kreator. Dari sisi kiri, ia melepaskan umpan silang rendah yang diselesaikan Vinicius Junior dengan sepakan kaki dalam. Skor berubah 2-0. Ini adalah assist ke-6 Mbappe di La Liga musim ini, menambah koleksi 14 gol-nya dari 15 penampilan. Kombinasi Mbappe-Vinicius-Bellingham kini telah menghasilkan total 38 gol dan 21 assist di semua kompetisi—trio paling produktif di Eropa sejauh musim 2025/26.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menyoroti perubahan peran Mbappe dalam konferensi pers pasca laga.
"Kylian hari ini menunjukkan bahwa dia bukan hanya penyerang yang menunggu bola. Dia berlari, dia menekan, dia memberi ruang untuk Vinicius. Itu yang kami butuhkan dari pemain sekaliber dia," ujar Alonso.
Dari kubu Athletic, pelatih Ernesto Valverde mengakui keunggulan Madrid di momen-momen krusial. "Kami punya penguasaan bola 52 persen, tapi penguasaan bola tanpa gol tidak berarti apa-apa. Mereka punya Mbappe, dan itu perbedaan hari ini," katanya.
Analisis Taktik: Bagaimana Madrid Menetralkan San Mames
Madrid turun dengan starting XI yang sedikit berotasi. Alonso memasang formasi 4-3-3 dengan Mbappe sebagai false nine, menarik bek tengah Athletic keluar dari posisi. Akibatnya, Bellingham dan Federico Valverde punya ruang untuk melakukan late run ke kotak penalti. Data Opta mencatat Madrid melakukan 12 penetrasi ke area penalti, terbanyak dalam satu laga away mereka musim ini.
Menariknya, Mbappe hanya menyentuh bola 38 kali sepanjang pertandingan—terendah di antara penyerang Madrid. Namun setiap sentuhan berdampak: 4 peluang tercipta, 3 dribel sukses, dan 1 gol plus 1 assist. Efisiensi ini menjelaskan mengapa Alonso tetap memainkannya sebagai starter meski sempat diragukan setelah cedera pergelangan kaki bulan lalu.
Kartu kuning yang diterima Tchouameni di menit ke-54 menjadi satu-satunya catatan buruk Madrid. Wasit juga sempat meninjau satu insiden di menit ke-71 melalui VAR, namun tidak ada pelanggaran yang mengubah keputusan. Tidak ada offside yang membatalkan gol—sebuah perbaikan dari laga sebelumnya melawan Getafe, di mana Madrid dua kali terjebak offside.
Dengan hasil ini, Real Madrid mengumpulkan 37 poin dari 15 laga, menempel ketat Barcelona di puncak klasemen. Athletic Bilbao tetap di peringkat keenam dengan 23 poin. Mbappe sendiri kini memimpin daftar top skor sementara La Liga, unggul dua gol atas Robert Lewandowski. Jika konsistensi ini bertahan, gelar Pichichi pertama di Spanyol bukan lagi mimpi bagi penyerang berusia 26 tahun itu.
Madrid selanjutnya akan menghadapi Girona di Santiago Bernabeu akhir pekan ini—sebuah panggung yang sempurna bagi Mbappe untuk memperpanjang tren positifnya. Sementara San Mames sudah menjadi saksi: ketika Mbappe memberi isyarat, Madrid biasanya pulang dengan tiga poin.
Comments (0)