Oct 09, 2026
Olahraga

Messi Tutup Karier Internasional dengan Hat-Trick Penalti vs Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina. Tiga gol, tiga titik putih, satu nama: Lionel Messi. Di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu malam (7/10/2026), kapten Albiceleste itu menutup perjalanan panjangnya b...

Messi Tutup Karier Internasional dengan Hat-Trick Penalti vs Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina. Tiga gol, tiga titik putih, satu nama: Lionel Messi. Di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu malam (7/10/2026), kapten Albiceleste itu menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional dengan cara yang nyaris mustahil ditulis dalam skenario: hat-trick penalti dalam laga persahabatan melawan Benin. Menit ke-23, menit ke-58, menit ke-79 — tiga eksekusi dingin dari 12 pas, tiga kali jala Benin bergetar, dan tiga kali seluruh stadion berdiri menyanyikan namanya.

Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan. Ini adalah malam perpisahan. Setelah 20 tahun, lebih dari 190 caps, dan ratusan gol untuk negaranya, Messi turun sebagai starter dalam formasi 4-3-3, berperan sebagai false nine yang sesekali turun ke lini tengah untuk membangun serangan. Peluit akhir berbunyi, dan tribun utara menggantung spanduk raksasa bertuliskan "Gracias, Capitán".

Babak Pertama: Dua Belas Pas Pertama dan Ketukan Pertama

Argentina menguasai jalannya pertandingan sejak menit pertama. Penguasaan bola babak pertama mencapai 71 persen, dengan 7 shots on target dari total 11 percobaan. Benin, yang tampil dengan formasi 5-4-1 bertahan dalam, nyaris tidak keluar dari area sendiri. Tekanan demi tekanan datang dari sisi kanan lewat umpan-umpan silang rendah yang terus memaksa bek lawan bereaksi.

Menit ke-21, gelandang Argentina menusuk ke kotak penalti dan dijatuhkan. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Messi maju. Tanpa gestur berlebihan, tanpa ancang-ancang panjang — hanya satu langkah pendek, lalu bola meluncur rendah ke sudut kiri bawah. Kiper Benin membaca arah, tetapi tidak cukup cepat. 1-0. Gol itu membawa Messi ke ambang rekor baru, dan stadion bergemuruh seperti baru saja memenangkan trofi.

Selepas gol, tempo justru naik. Argentina beberapa kali membuka celah lewat kombinasi one-two di sisi kiri. Namun hingga menit ke-45, skor tetap 1-0. Benin bertahan dengan disiplin, sesekali melancarkan serangan balik cepat yang selalu kandas di lini kedua Argentina.

Babak Kedua: Dua Penalti, Satu Penutup

Memasuki babak kedua, Benin mencoba menaikkan garis pertahanan. Keputusan itu berbuah petaka. Menit ke-56, seorang bek Benin menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak saat menghalau umpan silang. Wasit kembali menunjuk titik putih. Tanpa VAR panjang — keputusan langsung dan jelas. Messi mengambil bola, meletakkannya, mundur tiga langkah, dan mengeksekusi ke arah berlawanan dari penalti pertama. 2-0. Kiper Benin tak bergerak.

Statistik mencatat Argentina melepaskan 9 shots on target hingga menit ke-70, sementara Benin hanya mencatat satu percobaan ke arah gawang. Kartu kuning mulai bermunculan untuk pemain Benin yang kewalahan menahan laju lini serang Argentina. Menit ke-77, sebuah pelanggaran di tepi kotak penalti kembali berbuah hadiah penalti ketiga setelah wasit menilai kontak terjadi di dalam area. VAR mengonfirmasi, dan Monumental kembali meledak.

Menit ke-79, Messi berdiri lagi di titik yang sama. Kali ini ia mengangkat bola ke tengah gawang dengan panenka setengah hati — cukup untuk menipu kiper yang sudah menjatuhkan badan ke kanan. 3-0. Hat-trick penalti. Sebuah catatan langka dalam sepak bola internasional.

Warisan yang Tak Bisa Dibandingkan

Sepanjang laga, Messi mencatat 4 key passes, 3 dribel sukses, dan akurasi umpan 89 persen — angka yang luar biasa untuk pemain yang bermain di lini depan. Ia memang tidak lagi berlari secepat satu dekade lalu, tetapi visi dan eksekusinya tetap berada di level tertinggi.

Sang pelatih berdiri di pinggir lapangan sepanjang 90 menit, sesekali bertepuk tangan ketika Messi menyentuh bola. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia tidak bisa menyembunyikan emosinya.

"Malam ini bukan tentang taktik atau formasi. Ini tentang seorang pemain yang telah memberi segalanya untuk sepak bola Argentina. Tiga penalti, tiga gol, dan satu perpisahan yang layak untuk legenda," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Benin mengakui kualitas lawannya. "Kami datang untuk bertanding, bukan untuk menjadi saksi. Tetapi malam ini, kami menjadi saksi sesuatu yang akan diceritakan selama bertahun-tahun," katanya.

Dengan tiga gol ini, Messi menutup karier internasionalnya dengan rekor yang membuat siapa pun yang mencoba membayangkan penggantinya akan kesulitan. Pertandingan berakhir, sorak-sorai mereda, dan Messi berjalan pelan mengelilingi lapangan, mengangkat tangannya ke tribun. Satu babak dalam sejarah sepak bola Argentina resmi ditutup malam itu — dengan skor 3-0, dengan hat-trick penalti, dan dengan nama Lionel Messi yang tak akan pernah hilang dari catatan statistik maupun ingatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User