Martinelli dan Jesus Bawa Arsenal Kalahkan Sevilla di Kandangnya
Skor akhir 2-1 menjadi milik Arsenal saat bertandang ke markas Sevilla di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Selasa (24/10/2023). Dua gol kemenangan dicetak Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus, sementara...
Skor akhir 2-1 menjadi milik Arsenal saat bertandang ke markas Sevilla di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Selasa (24/10/2023). Dua gol kemenangan dicetak Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus, sementara Sevilla hanya mampu membalas sekali lewat Nemanja Gudelj. Hasil ini sekaligus memutus catatan buruk Arsenal di laga tandang Liga Champions dan mengokohkan posisi The Gunners di puncak klasemen Grup B.
Jalannya laga jauh dari kata mudah. Meski kalah dalam penguasaan bola, Arsenal tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Statistik akhir mencatat Sevilla unggul penguasaan bola dengan angka 55 persen berbanding 45 persen, namun dari sisi shots on target, tim tamu justru lebih unggul lima berbanding empat. Efisiensi itulah yang menjadi pembeda utama di malam penuh tensi di kota Andalusia itu.
Babak Pertama: Tekanan Sevilla Diredam Disiplin Arsenal
Sevilla tampil dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan Lucas Ocampos dan Dodi Lukebakio di sisi sayap untuk menekan lini belakang Arsenal. Sementara itu, Mikel Arteta memasang formasi 4-3-3 dengan trio lini tengah Declan Rice, Martin Odegaard, dan Jorginho yang bertugas memutus alur umpan lawan sejak dari sumbernya.
Menit ke-12, Ocampos melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti yang masih bisa ditepis David Raya. Tuan rumah terus menekan dan sempat mencetak gol pada menit ke-34, namun wasit menganulirnya setelah pemeriksaan VAR karena penyerang Sevilla berada dalam posisi offside saat menerima umpan silang. Keputusan itu menjadi titik balik psikologis, sebab Arsenal mulai berani keluar dari tekanan dengan serangan balik cepat.
Penguasaan bola di babak pertama memang dikuasai Sevilla hingga 58 persen, tetapi Arsenal mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari tiga percobaan, hampir sama produktif dengan tuan rumah. Starting XI Arsenal yang tampil tanpa rotasi besar menunjukkan kedisiplinan tinggi, terutama duo bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhaes yang memenangi hampir semua duel udara di kotak penalti.
Babak Kedua: Drama Tiga Gol dalam Sebelas Menit
Gol pembuka hadir pada menit ke-53. Serangan balik kilat dimulai dari intersep Bukayo Saka di area tengah, kemudian bola diarahkan ke sisi kiri untuk Gabriel Martinelli yang berlari melewati bek Sevilla. Dengan tenang, pemain asal Brasil itu menuntaskan peluang satu lawan satu dengan tembakan mendatar ke tiang jauh, lalu merayakannya dengan selebrasi penuh emosi di depan tribun pendukung tuan rumah.
Namun Sevilla tidak butuh waktu lama untuk membalas. Menit ke-58, Nemanja Gudelj menyamakan kedudukan lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok, memanfaatkan kelengahan marking Arsenal pada situasi bola mati. Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan bergemuruh, dan tekanan tuan rumah kembali meningkat drastis.
Justru di tengah tekanan itulah Arsenal menunjukkan kelasnya. Menit ke-64, Gabriel Jesus mencetak gol penentu dengan sundulan kepala menyambut umpan silang dari sisi kanan. Sebelum disahkan, wasit sempat memeriksa potensi offside lewat VAR, namun keputusan akhir tetap menguntungkan tim tamu. Tiga gol tercipta hanya dalam rentang sebelas menit, menjadikan babak kedua ini salah satu yang paling dramatis di Grup B musim ini.
Analisis Pemain: Martinelli dan Jesus Jadi Pembeda
Gabriel Martinelli layak dinobatkan sebagai man of the match. Selain gol pembuka, ia mencatatkan tiga akselerasi sukses dan dua umpan kunci yang merepotkan lini belakang Sevilla. Assist untuk golnya dicatatkan atas nama Bukayo Saka, yang kembali menunjukkan kontribusinya sebagai playmaker dari sisi kanan.
Gabriel Jesus, yang mencetak gol lewat sundulan, juga tampil impresif dengan pergerakan tanpa bola yang terus membuka ruang di antara bek tengah lawan. Ia menuntaskan dua dari tiga peluang emasnya dan memenangi lima duel di lini depan. Sementara itu, Declan Rice tampil sebagai pengatur ritme dengan akurasi umpan 89 persen dan tiga tekel sukses, menjadi tameng utama di depan lini pertahanan.
Di kubu Sevilla, Gudelj menjadi pahlawan tunggal lewat gol sundulannya, sementara gelandang Ivan Rakitic kesulitan keluar dari tekanan Rice sepanjang laga. Kartu kuning harus diterima Ocampos dan Djibril Sow akibat pelanggaran beruntun yang memutus serangan balik Arsenal, bukti frustrasi tuan rumah yang tak mampu meredam kecepatan Martinelli.
Dampak di Klasemen Grup B
Tiga poin penuh ini membawa Arsenal memuncaki klasemen Grup B dan mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat untuk lolos ke babak gugur. Bagi Sevilla, kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan telak yang menempatkan mereka di posisi sulit, dengan sisa pertandingan yang menuntut kemenangan mutlak.
"Ini kemenangan yang sangat penting bagi kami. Bermain di stadion seperti ini tidak pernah mudah, tetapi para pemain menunjukkan karakter dan keyakinan yang luar biasa," ujar Mikel Arteta usai pertandingan.
Pelatih Sevilla, Diego Alonso, mengakui timnya kalah dari tim yang lebih klinis. "Kami mendominasi penguasaan bola tetapi kehilangan konsistensi di area pertahanan sendiri. Di level ini, kesalahan sekecil apa pun akan dihukum," katanya.
Dengan kemenangan ini, Arsenal menegaskan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan musim ini. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian baru, tetapi modal tiga poin dari kandang Sevilla — salah satu benteng terberat di Eropa — adalah sinyal bahwa The Gunners layak diperhitungkan di panggung terbesar klub Eropa.
Comments (0)