Vietnam Menang 2-0 atas Thailand di Leg Pertama Final Piala AFF

Skor akhir 2-0 untuk tim tamu. Timnas Vietnam sukses mencuri kemenangan telak dari markas Timnas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (2...

Aug 24, 2026 - 11:58
0 0
Vietnam Menang 2-0 atas Thailand di Leg Pertama Final Piala AFF

Skor akhir 2-0 untuk tim tamu. Timnas Vietnam sukses mencuri kemenangan telak dari markas Timnas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22-8-2026). Dua gol tanpa balas itu membuat The Golden Stars nyaris menggenggam trofi sebelum menjalani leg kedua di kandang sendiri, sekaligus memutus tren tak terkalahkan Thailand di Rajamangala sepanjang turnamen ini.

Babak Pertama: Tempo Tinggi Thailand, Pertahanan Berlapis Vietnam

Kedua pelatih langsung menurunkan starting XI terbaiknya. Tuan rumah tampil dengan formasi 4-2-3-1, di mana Chanathip Songkrasin bebas bergerak di belakang penyerang tunggal Supachai Jaided, ditemani Supachok Sarachat dan Pathompol Charoenrattanapirom di sisi sayap. Sebaliknya, Vietnam justru memilih formasi 3-4-3 yang lebih pragmatis dengan trio bek Do Duy Manh, Que Ngoc Hai, dan Bui Tien Dung yang menutup ruang gerak lini serang Thailand.

Menit ke-23, tuan rumah membuka ancaman serius. Supachai Jaided melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan silang Theerathon Bunmathan. Namun, kiper Dang Van Lam bereaksi cepat dan menepis bola keluar. Tiga menit berselang, giliran Chanathip yang menguji refleks penjaga gawang Vietnam lewat tembakan mendatar dari luar kotak, bola kembali diamankan dengan sigap.

Menit ke-38 menjadi momen paling kontroversial di babak pertama. Kiper Thailand, Patiwat Khammai, melakukan tendangan gawang panjang yang disambut sundulan Supachok. Bola bersarang di gawang Vietnam dan publik Rajamangala sempat meledak bersorak. Namun, wasit meninjau layar VAR dan menganulir gol karena Supachai sudah berdiri dalam posisi offside saat bola disundul. Skor tetap 0-0 hingga turun minum, dengan penguasaan bola Thailand mencapai 61 persen di 45 menit pertama.

Babak Kedua: Dua Serangan Balik Kilat yang Menghukum Thailand

Setelah jeda, Thailand tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi justru kena sergapan fatal. Menit ke-58, Vietnam membuka skor lewat aksi yang hanya berlangsung hitungan detik. Nguyen Quang Hai melepas umpan terobosan menusuk di belakang barisan bek Thailand, dan Nguyen Tien Linh yang lolos dari jebakan offside menuntaskannya dengan tembakan kaki kiri yang menembus sisi dekat gawang Patiwat. Assist dari Quang Hai itu menjadi gol kedelapan Tien Linh di turnamen ini, sekaligus menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat top skor.

Tertinggal, pelatih Thailand merespons cepat dengan memasukkan striker kedua dan mengubah formasi menjadi 4-4-2. Serangan gelombang demi gelombang pun dilancarkan, tetapi lini belakang Vietnam yang digalang Do Duy Manh tampil solid di bawah tekanan. Menit ke-72, tembakan jarak jauh Sarach Yooyen masih melambung tipis di atas mistar gawang Dang Van Lam.

Justru Vietnam yang kembali mencetak gol penutup. Menit ke-87, Phan Van Duc mengirim umpan silang mendatar dari sayap kanan yang diteruskan Nguyen Van Toan dengan sontekan satu sentuhan di tiang jauh. Gol kedua itu lahir dari skema transisi cepat hanya dalam 11 detik sejak bola direbut dari kaki pemain Thailand. Skor akhir 2-0 untuk keunggulan tim tamu.

Statistik Kunci: Efisiensi Mengalahkan Dominasi

Data akhir pertandingan menunjukkan paradoks yang menarik. Thailand unggul penguasaan bola dengan 58 persen berbanding 42 persen dan melepaskan total 12 tembakan. Namun, hanya 3 di antaranya yang mengarah tepat ke sasaran alias shots on target. Vietnam justru lebih efisien: dari 9 percobaan, 5 tembakan mengarah ke gawang dan 2 di antaranya berbuah gol.

Dang Van Lam mencatatkan clean sheet kedua beruntun di fase final berkat 4 penyelamatan krusial. Di sisi lain, laga berjalan keras dengan total 3 kartu kuning, dua di antaranya untuk Thailand lewat Kritsada Kaman dan Supachok, serta satu untuk Que Ngoc Hai. Vietnam juga unggul dalam duel udara dengan memenangkan 17 dari 29 perebutan bola di udara.

"Kami tahu Thailand akan mendominasi bola, jadi kami menyiapkan blok rendah dan serangan balik cepat. Eksekusi para pemain luar biasa malam ini," ujar pelatih Vietnam dalam konferensi pers usai pertandingan.

Modal Besar Menuju Leg Kedua di Kandang Sendiri

Kemenangan 2-0 ini membuat Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang di leg kedua yang akan digelar di stadion kebanggaan mereka untuk mengangkat trofi. Bagi Thailand, misi membalikkan keadaan menjadi jauh lebih berat: mereka wajib menang dengan selisih tiga gol untuk juara dalam waktu normal, atau minimal menang dua gol untuk memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Namun, sejarah turnamen ini mengajarkan bahwa Rajamangala bukan satu-satunya tempat drama final tercipta. Dengan keunggulan dua gol dan dukungan puluhan ribu suporter di laga kandang nanti, Vietnam kini memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Satu hal yang pasti, final Piala AFF 2026 ini masih menyisakan satu babak yang belum selesai ditulis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User