Marquez Ukir Waktu Tercepat di Latihan Bebas MotoGP Mugello
Pembalap andalan tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, tampil meyakinkan pada sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5). Di bawah langit cerah dan ...
Pembalap andalan tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, tampil meyakinkan pada sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5). Di bawah langit cerah dan suhu lintasan yang hangat, pembalap asal Spanyol itu langsung memacu motor Desmosedici GP26 miliknya dengan agresif, mencatatkan sejumlah waktu lap yang kompetitif sekaligus meninggalkan jejak data berharga bagi tim.
Gebrakkan di Tikungan Cepat Mugello
Sejak menit awal FP2, Marquez memilih kombinasi ban medium-ban belakang soft untuk mencari daya cengkeram optimal di tikungan cepat seperti Arrabbiata 1 dan 2. Pada lap keempat, ia mencatatkan waktu 1:45.327, yang langsung menempatkannya di posisi ketiga klasemen sementara sesi. Yang menarik, data dari sektor kedua menunjukkan Marquez memimpin dengan catatan 245 km/jam di titik pengereman terberat. “Motor terasa lebih stabil di tikungan cepat, kami masih menyempurnakan elektronik untuk masuk tikungan,” ujar Marquez singkat kepada kru televisi sebelum kembali ke garasi. Agresivitas juara dunia delapan kali itu terlihat saat ia nyaris menyentuh kerb di tikungan San Donato, namun berhasil mengendalikan motor dengan lutut kiri menyapu aspal.
Statistik Kunci dari 45 Menit Latihan
Selama FP2 berdurasi 45 menit, Marquez menyelesaikan 22 lap dengan rata-rata peningkatan waktu 0,4 detik setiap kali pit. Berikut beberapa angka penting dari sesi tersebut: waktu terbaik pribadi hingga 30 menit terakhir: 1:44.988; jumlah putaran terbanyak dibanding pembalap Ducati lainnya (Francesco Bagnaia 20 lap, Enea Bastianini 19 lap); serta konsistensi di sektor tiga yang hanya terpaut 0,02 detik dari rekor sektor miliknya sendiri pada 2025. Tim teknisi terlihat teliti memonitor telemetry, khususnya penggunaan ban depan yang diketahui menjadi kelemahan Marquez di lintasan searah jarum jam seperti Mugello.
Penguasaan lap yang tinggi juga tercermin dari sisi aerodinamika. Lima putaran terakhir, Marquez mencatatkan laju di lintasan lurus sepanjang 1,1 km hingga 346 km/jam, dibantu knalpot baru yang memberikan dorongan tambahan tanpa mengorbankan kestabilan di tikungan patah. “Casisnya tetap netral saat pengereman ekstrem, itu poin plus besar,” papar salah satu insinyur Ducati yang enggan disebut nama.
Strategi Jangka Panjang untuk Kualifikasi dan Balapan
Berdasarkan simulasi, tim mensimulasikan sejumlah strategi ban untuk balapan Minggu nanti. Marquez sempat memakai kompon keras-ban depan dan medium-belakang pada 10 lap berturut-turut, dan degradasi ban hanya mencapai 0,15 detik per lap, lebih baik dibandingkan latihan pertama. Peningkatan ini membuat sejumlah pihak mulai mempertimbangkan potensi podium meski persaingan di papan atas begitu ketat. “Saya belum bisa bilang kami favorit, karena Yamaha dan Aprilia juga sangat cepat. Tapi feeling di motor mulai nyambung—itu yang paling penting,” ujar Marquez saat diwawancarai seorang jurnalis Italia.
Di luar urusan laju, perhatian juga tertuju pada penanganan marshal saat ada bendera kuning singkat akibat insiden kecil oleh pembalap KTM di tikungan terakhir. Marquez menunjukkan kedewasaan dengan langsung melambat dan tidak terdorong untuk tetap memacu waktu lap. Prosedur keselamatan itu mengonfirmasi perubahan gaya balapnya yang lebih kalkulatif. “Kami tidak bisa gegabah, satu insiden bisa menghancurkan seluruh akhir pekan,” tandasnya. Sesi FP3 besok akan jadi ajang penentuan sepuluh besar langsung ke Q2, dan Marquez dipastikan akan berada dalam tekanan, tetapi tampaknya pembalap bertato 93 ini justru menikmatinya.
Comments (0)