Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia

Jakarta – Kabar duka menyelimuti Timor Leste dan dunia internasional. Mantan Presiden Timor Leste, Francisco Guterres, menghembuskan napas terakhir pada Minggu (21/6) di Rumah Sakit Prince Court, K

Jul 06, 2026 - 14:12
0 1
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia

Jakarta – Kabar duka menyelimuti Timor Leste dan dunia internasional. Mantan Presiden Timor Leste, Francisco Guterres, menghembuskan napas terakhir pada Minggu (21/6) di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia. Pria yang akrab disapa Lú-Olo itu meninggal dalam usia 71 tahun setelah menjalani perawatan medis intensif akibat penyakit yang dideritanya. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, konfirmasi resmi datang dari pihak keluarga dan langsung disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang berada di Kuala Lumpur saat itu.

Kepergian yang Mengejutkan dan Ucapan Duka

Dalam pernyataan resminya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia menyebut Francisco Guterres sebagai seorang sahabat dan pemimpin visioner yang telah banyak berjasa bagi kawasan Asia Tenggara.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Malaysia, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kepergian Presiden Guterres adalah kehilangan besar bukan hanya bagi bangsa Timor Leste tetapi juga bagi dunia internasional. Beliau adalah simbol perjuangan dan persatuan yang akan terus dikenang,” ujar Anwar Ibrahim seperti dikutip media kami.

Pemerintah Timor Leste sendiri hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait upacara pemakaman kenegaraan. Namun, bendera setengah tiang telah dikibarkan di sejumlah gedung pemerintahan di Dili sebagai bentuk penghormatan.

Pejuang Kemerdekaan yang Menjadi Presiden

Francisco Guterres lahir di Ossu, Viqueque, pada 7 September 1954. Sejak muda, ia telah aktif dalam gerakan perlawanan terhadap pendudukan Indonesia. Namanya mulai dikenal luas ketika bergabung dengan FRETILIN (Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente), partai yang menjadi tulang punggung perjuangan kemerdekaan. Setelah referendum 1999 yang membawa Timor Leste menuju kemerdekaan penuh pada 2002, Guterres terus meniti karier politiknya.

Ia menjabat sebagai Ketua Parlemen Nasional periode 2002-2007 sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden keempat Timor Leste pada pemilu 2017. Masa kepemimpinannya dari 2017 hingga 2022 diwarnai dengan upaya memperkuat demokrasi muda, stabilitas politik, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Meski menghadapi kebuntuan politik pasca-pemilu parlemen 2018 yang memaksanya membubarkan parlemen, Guterres tetap dipandang sebagai figur pemersatu yang berhasil menjaga keseimbangan antara faksi-faksi politik di negara tersebut.

Di kancah internasional, ia dikenal lantang menyuarakan hak-hak negara berkembang, mendorong integrasi ASEAN, serta mempererat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat termasuk Indonesia dan Malaysia. Dedikasinya dalam menjaga perdamaian membuatnya dihormati di berbagai forum global.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Timor Leste yang masih mengingat perjalanan panjangnya dari gerilyawan hingga menjadi kepala negara. Para analis politik menilai, warisan terbesarnya adalah sikap konsisten memperjuangkan martabat bangsa tanpa kekerasan di masa-masa sulit transisi demokrasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User