Depok, Beritainti.com – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Kubah Emas di kawasan Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (16/4). Ratusan jemaah tampak memadati ruang utama masjid yang berlapis mozaik emas itu, memanfaatkan setiap detik bulan suci Ramadhan untuk memperbanyak amal ibadah. Lantunan ayat-ayat Alquran terdengar bergema dari sudut ke sudut, menciptakan atmosfer yang menyejukkan hati di tengah hiruk-pikuk keseharian.
Sejak pagi hingga malam, umat muslim silih berganti datang untuk menunaikan sholat sunah, berzikir, dan yang terutama, tadarus Alquran. Di serambi masjid y
Sejak pagi hingga malam, umat muslim silih berganti datang untuk menunaikan sholat sunah, berzikir, dan yang terutama, tadarus Alquran. Di serambi masjid yang berornamen kaligrafi, para jemaah duduk bersila membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Satu per satu mereka membaca kalam Ilahi secara bergantian, saling menyimak, dan sesekali mengoreksi bacaan. Tadarus menjadi tradisi yang kian semarak di bulan penuh ampunan ini, menjadi sarana memperdalam pemahaman sekaligus mempererat ukhuwah.
Ramadhan sebagai Momentum Peningkatan Spiritual
Pengurus masjid menyampaikan bahwa jumlah jemaah yang hadir untuk ibadah meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. “Ramadhan selalu jadi momen spesial. Jemaah datang sejak subuh untuk i’tikaf, lalu tadarus hingga menjelang maghrib. Ini kebiasaan yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin semarak,” ujar salah satu takmir masjid saat ditemui di sela kegiatan.
Ramadhan adalah kesempatan untuk meraih pahala berlipat. Di sini, kami ingin jemaah merasakan ketenangan dan kenyamanan beribadah, apalagi dengan kemegahan Kubah Emas yang menambah kekhusyukan.
Masjid Kubah Emas dikenal sebagai destinasi religi yang tak hanya memikat karena kemegahan arsitekturnya yang terinspirasi dari Taj Mahal dan masjid-masjid di Timur Tengah, tetapi juga karena program-program keagamaan yang digelar rutin selama Ramadhan. Selain tadarus, diadakan pula kajian singkat menjelang berbuka puasa, pembagian takjil gratis, serta shalat tarawih berjamaah dengan imam yang memiliki hafalan Alquran merdu. Semua ini dirancang agar jemaah dapat memaksimalkan ibadah di bulan yang disebut sebagai syahrul ibadah.
Pantauan di lokasi, para jemaah tampak menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Meski antusiasme tinggi, mereka tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan membawa sajadah masing-masing. Pengurus masjid juga menyediakan pos pemeriksaan suhu di pintu masuk dan hand sanitizer di berbagai sudut. Langkah itu diambil agar keamanan dan kenyamanan beribadah tetap terjaga tanpa mengurangi kekhusyukan.
Tadarus Alquran menjadi magnet utama bagi para pendatang. Banyak di antara mereka yang sengaja datang dari luar Depok, bahkan luar kota, demi merasakan suasana membaca Alquran bersama di bawah kubah berlapis emas 24 karat. “Saya sengaja datang dari Jakarta Barat bersama teman-teman sekantor. Suasananya beda, lebih tenang. Bacaan Alquran jadi lebih meresap,” ujar Andi, salah seorang jemaah. Ia mengaku memanfaatkan waktu istirahat kerjanya untuk beribadah di masjid tersebut.
Di area taman yang mengelilingi masjid, terlihat pula beberapa keluarga yang membawa anak-anak untuk belajar mengaji bersama. Para ibu dengan sabar menuntun bacaan Alquran sang buah hati, mengenalkan kecintaan pada kitab suci sejak dini. Pemandangan ini menggambarkan bagaimana Ramadhan menjadi laboratorium spiritual bagi semua usia, dari yang tua hingga yang muda.
Secara keseluruhan, aktivitas ibadah di Masjid Kubah Emas selama Ramadhan menunjukkan bahwa bulan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan adalah panggung bagi setiap jiwa untuk merefleksikan diri, meningkatkan ketakwaan, dan menebar kebaikan. Megahnya kubah emas yang memantulkan cahaya mentari sore seakan menjadi saksi bisu atas lantunan doa dan ayat suci yang dipanjatkan, berharap ampunan dan ridha dari Yang Maha Kuasa.
(Kontributor: Tim Redaksi Beritainti.com)
Comments (0)