Liverpool Juara Premier League 2024/2025, Salah Pecahkan Rekor 47 Keterlibatan Gol

Skor akhir 5-1. Angka itu menjadi saksi gelar juara Premier League 2024/2025 untuk Liverpool yang mengunci trofi pada 27 April 2025 usai menumpas Tottenham Hotspur di Anfield. Kemenangan tersebut seka...

Aug 28, 2026 - 14:03
0 0
Liverpool Juara Premier League 2024/2025, Salah Pecahkan Rekor 47 Keterlibatan Gol

Skor akhir 5-1. Angka itu menjadi saksi gelar juara Premier League 2024/2025 untuk Liverpool yang mengunci trofi pada 27 April 2025 usai menumpas Tottenham Hotspur di Anfield. Kemenangan tersebut sekaligus menghadiahi The Reds gelar juara Inggris ke-20, menyamai rekor Manchester United, sekaligus pembuktian gemilang Arne Slot yang langsung sukses di musim pertamanya menggantikan Jürgen Klopp di kursi kepelatihan.

Laga penentuan itu berlangsung dramatis. Tottenham yang tampil tanpa beban justru membuat kejutan lewat gol cepat Dominic Solanke di menit-menit pembuka. Untung bagi publik Anfield, keunggulan itu tidak bertahan lama. Menit ke-24, Luis Díaz menyamakan kedudukan lewat sepakan yang tak mampu dihalau penjaga gawang Spurs. Alexis Mac Allister kemudian membalikkan keadaan, disusul Mohamed Salah yang ikut masuk daftar pencetak gol. Cody Gakpo dan Dominik Szoboszlai menutup pesta lewat dua gol tambahan di babak kedua. Bermain dalam formasi 4-2-3-1, Liverpool mencatat penguasaan bola di atas 55 persen serta melepaskan belasan shots on target yang memaksa lini belakang Spurs bekerja ekstra keras sepanjang 90 menit.

Angka yang Tak Terbantahkan

Gelar ini dibangun di atas fondasi statistik yang konsisten. Liverpool menutup 38 laga dengan 84 poin, hasil dari 25 kemenangan, sembilan imbang, dan hanya empat kekalahan. Mesin serangan mereka mencetak 86 gol, terbanyak di liga, sementara pertahanan hanya kebobolan 41 kali. Rata-rata penguasaan bola tim asuhan Slot berada di kisaran 58 persen per pertandingan dengan lebih dari enam shots on target setiap laga, kombinasi dominasi dan efisiensi yang sulit dikejar para penantang.

Arsenal menjadi penantang paling gigih dengan finis kedua di angka 74 poin. The Gunners justru unggul di sisi defensif: hanya 34 gol kebobolan, pertahanan terbaik liga, ditopang David Raya yang meraih clean sheet terbanyak. Namun kekurangan tembakan di lini depan membuat mereka terus tertinggal. Manchester City menyelesaikan musim di posisi ketiga, disusul Chelsea dan Newcastle United yang mengunci dua slot Liga Champions tersisa berkat lima kuota yang didapat Inggris lewat peringkat koefisien UEFA.

Salah dan Rekor yang Dibongkar

Bintang sejati musim ini adalah Mohamed Salah. Winger berusia 32 tahun itu menutup kompetisi dengan 29 gol dan 18 assist, total 47 keterlibatan gol, rekor baru untuk format 38 laga yang memecahkan angka 44 milik Thierry Henry dari musim 2002/2003. Salah mengunci Sepatu Emas sekaligus gelar Pemain Terbaik Liga, mengungguli Alexander Isak yang mencetak 23 gol untuk Newcastle dan Erling Haaland dengan 22 gol. Kontribusi assist-nya juga menjadi yang terbanyak di kompetisi sepanjang musim.

Racikan Taktik Slot

Kunci kesuksesan ada di kejelasan peran. Slot menurunkan starting XI yang relatif stabil dengan pola 4-2-3-1 yang berubah menjadi 4-3-3 saat menyerang. Ryan Gravenberch dipercaya sebagai deep-lying midfielder dan menjawab kepercayaan itu dengan gelar Pemain Muda Terbaik, sementara Virgil van Dijk memimpin pertahanan dengan catatan hanya empat kekalahan sepanjang musim. Rotasi antara Díaz, Gakpo, dan Diogo Jota di lini serangan menjaga ritme tim tetap segar hingga pekan ke-38.

Musim ini juga diwarnai drama teknologi dan disiplin. Kartu merah bagi Myles Lewis-Skelly saat Arsenal menjamu Wolverhampton menjadi salah satu keputusan yang paling banyak diperdebatkan, sementara VAR kerap menjadi sorotan lewat sejumlah gol yang dianulir karena offside tipis di laga-laga besar. Kartu kuning berhamburan di derbi-detbi panas, mencerminkan intensitas kompetisi yang ketat dari pekan pertama hingga akhir.

Cerita di Luar Trofi Utama

Newcastle mencatat momen bersejarah dengan mengangkat Carabao Cup setelah menaklukkan Liverpool 2-1 di final Wembley. Header Dan Burn menjelang turun minum dan gol Alexander Isak di menit ke-52 mengakhiri penantian panjang sekitar 70 tahun atas gelar mayor. Sementara Crystal Palace mengejutkan Manchester City 1-0 di final FA Cup lewat gol Eberechi Eze, gelar mayor pertama dalam sejarah klub tersebut.

Di papan bawah, Leicester City, Ipswich Town, dan Southampton terdegradasi; ketiganya hanya sanggup bertahan satu musim di elit. Leeds United, Burnley, dan Sunderland menjadi tim yang naik mengisi tempat mereka untuk kompetisi 2025/2026.

Menutup musim, Slot menegaskan gelar ini adalah buah konsistensi dan kerja keras kolektif, bukan bakat individu semata. Dengan basis squad yang dipertahankan dan Salah yang memperpanjang kontraknya pada April 2025, Liverpool memasuki musim 2025/2026 sebagai tim yang harus dikejar. Satu hal pasti: deretan angka di atas menjelaskan mengapa The Reds layak disebut tim terbaik Inggris musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User