Lima Bulan Berlalu, Jalan Ambles di Pulo Gadung Belum Juga Diperbaiki
Ruas jalan di kawasan Jalan Cinta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, masih menyisakan pemandangan menyedihkan. Ambles yang terjadi sejak sekitar lima bulan silam hingga kini belum mendapat sentuhan perbaik
Ruas jalan di kawasan Jalan Cinta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, masih menyisakan pemandangan menyedihkan. Ambles yang terjadi sejak sekitar lima bulan silam hingga kini belum mendapat sentuhan perbaikan dari pihak berwenang. Akibatnya, akses di jalur tersebut sangat terbatas dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Warga yang mengandalkan jalan ini untuk aktivitas sehari-hari terpaksa memutar mencari rute alternatif atau rela menuntun sepeda motor mereka melewati sisi jalan yang masih tersisa.
Mobilitas Warga Terganggu, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Pantauan di lokasi menunjukkan jalan ambles tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman yang cukup mengkhawatirkan. Tepian aspal yang retak terus mengelupas, terutama saat hujan turun. Praktis, hanya sepeda motor yang bisa melintas dengan penuh kehati-hatian. Sementara itu, mobil pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan pengangkut barang tidak bisa melintas sama sekali. Mereka dipaksa mengambil jalan memutar yang jaraknya cukup jauh, menambah waktu tempuh dan biaya operasional.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku sangat dirugikan. Aktivitas ekonomi, terutama bagi pemilik warung dan pelaku UMKM, ikut terpukul karena pembeli dari luar wilayah enggan datang. “Mau belanja saja susah, apalagi yang biasa lewat sini bawa mobil. Pelanggan jadi berkurang,” kata Siti Aminah, 40 tahun, pemilik warung kelontong di dekat lokasi jalan ambles.
Sudah Banyak Laporan, Namun Perbaikan Tak Kunjung Terwujud
Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan melalui RT, RW, hingga kanal pengaduan resmi pemerintah kota. Akan tetapi, tanggapan yang mereka peroleh masih sebatas janji peninjauan dan koordinasi antar instansi. Tidak ada timeline pasti kapan perbaikan akan dimulai. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena musim hujan dikhawatirkan akan memperparah kerusakan, memperlebar lubang ambles, dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Ini sudah lebih dari lima bulan. Kami sudah capek menunggu. Kalau malam, penerangan minim, sangat berbahaya. Saya sampai pernah nyaris jatuh karena tidak melihat ada bagian yang jebol,” ungkap Rudi Hartono, 45 tahun, warga RT 03/RW 08, saat ditemui di lokasi.
Belum ada pejabat kelurahan maupun kecamatan yang memberikan penjelasan resmi terkait lambannya penanganan. Petugas suku dinas terkait ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon juga belum memberikan jawaban konkret. Situasi ini menambah daftar panjang infrastruktur jalan di ibu kota yang penanganannya tidak sesuai dengan urgensi di lapangan.
Warga berharap amblesnya jalan segera menjadi perhatian serius. Mereka tidak ingin akses vital di lingkungan mereka terus dibiarkan dalam kondisi rusak dan membahayakan. Hingga berita ini diturunkan, hanya spanduk peringatan dan bambu seadanya yang menjadi penanda agar pengendara berhati-hati. Tim media kami, Beritainti.com, akan terus memantau perkembangan penanganan jalan ambles ini dan menyuarakan aspirasi warga yang terdampak.
Comments (0)