La Liga 2024/2025: Real Madrid Juara, Barcelona Menang El Clásico
Menit ke-84, Raphinha melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri gawang Thibaut Courtois, dan Santiago Bernabéu langsung senyap. Skor akhir: Real Madrid 0-4 Barcelona pada El Clásico pekan ke-11, 26 ...
Menit ke-84, Raphinha melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri gawang Thibaut Courtois, dan Santiago Bernabéu langsung senyap. Skor akhir: Real Madrid 0-4 Barcelona pada El Clásico pekan ke-11, 26 Oktober 2024. Itu bukan sekadar hasil besar; itulah momen yang mewarnai seluruh narasi La Liga 2024/2025, musim yang dimulai dengan logo anyar dan berakhir penuh drama di pekan-pekan terakhir.
Musim ini dibuka pada 15 Agustus 2024 dengan laga di San Mamés. Athletic Club ditahan Getafe 1-1, sinyal awal bahwa kompetisi tidak akan berjalan mulus bagi siapa pun. Di pekan pertama yang sama, Real Madrid tersendat setelah ditahan Mallorca 1-1, sementara Barcelona langsung tancap gas dengan kemenangan tandang di Mestalla. Perbedaan start itu kelak menjadi benang merah dalam perburuan gelar.
Pergeseran Kekuatan di Puncak Klasemen
Barcelona membuka musim dengan luar biasa: 12 kemenangan beruntun, rekor klub. Starting XI racikan Hansi Flick dengan formasi 4-2-3-1 terlihat tak terhentikan, menekan tinggi dan membombardir pertahanan lawan sejak menit awal. Namun, konsistensi justru menjadi musuh terbesar mereka. Kehilangan poin beruntun sejak pergantian tahun membuat keunggulan di puncak klasemen luntur, dan celah itu dimanfaatkan Real Madrid dengan sempurna.
Los Blancos, yang memulai musim dengan formasi 4-3-3 lalu beralih ke 4-4-2 diamond, tumbuh semakin solid seiring berjalannya kompetisi. Kombinasi Jude Bellingham, Vinícius Júnior, dan Kylian Mbappé pada musim debutnya di La Liga membuat lini serang Madrid begitu sulit diprediksi. Gelar ke-36 akhirnya dipastikan pada pekan ke-35, 11 Mei 2025. Alih-alih menunggu drama di pekan pamungkas, Madrid menyegel trofi lebih awal berkat raihan poin konsisten di paruh kedua musim.
Malam Kelam di Bernabéu
El Clásico pekan ke-11 menjadi pertandingan paling menonjol musim ini. Barcelona datang ke Bernabéu tanpa rasa gentar. Penguasaan bola justru dikuasai tuan rumah, sekitar 52 persen berbanding 48 persen, tetapi efektivitas sepenuhnya milik tim tamu: tujuh tembakan, lima shots on target, dan empat di antaranya menjadi gol.
Menit ke-54, Robert Lewandowski menyambut umpan silang Lamine Yamal dengan sundulan ke tiang jauh. Dua menit berselang, pada menit ke-56, striker asal Polandia itu menggandakan keunggulan lewat penyelesaian first-time dari serangan cepat. Gol ketiga lahir pada menit ke-77, ketika Yamal menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan melengkung; gol ini sempat dicek VAR karena dugaan offside sebelum akhirnya disahkan. Raphinha menutup pesta pada menit ke-84 melalui serangan balik kilat. Beberapa kartu kuning menghiasi laga di kedua kubu, dan Barcelona keluar dengan clean sheet pertamanya di kandang Real Madrid dalam beberapa musim terakhir.
“Kami datang ke sini untuk bermain, bukan sekadar bertahan,” ujar Hansi Flick usai laga. “Tanpa dominasi penguasaan bola pun, kami tahu kapan harus menekan dan kapan melepaskan tembakan. Ini kemenangan karakter, bukan sekadar taktik.”
Balas Dendam di Jeddah dan Perburuan Pichichi
Duel kedua musim ini terjadi di final Supercopa de España di Jeddah, 12 Januari 2025, dengan skor akhir 5-2 untuk Barcelona. Kylian Mbappé membuka skor pada menit ke-5, tetapi respons Barcelona menghancurkan: Lamine Yamal menyamakan kedudukan pada menit ke-22, Lewandowski menuntaskan penalti pada menit ke-36, Raphinha mencetak gol pada menit ke-39, dan Alejandro Balde menutup babak pertama 4-1 lewat gol pada menit 45+10. Setelah jeda, Raphinha kembali mencetak gol pada menit ke-48 dan nyaris melengkapi hat-trick sebelum ditarik keluar. Mbappé memperkecil jarak pada menit ke-60, tetapi itu hanya menjadi gol penghibur.
Di kategori individu, Robert Lewandowski memastikan trofi Pichichi dengan koleksi 25 gol, unggul atas Mbappé yang mencatatkan lebih dari 20 gol di musim debutnya. Di sisi lain, Lamine Yamal menutup musim dengan 14 assist, angka tertinggi sepanjang kariernya di La Liga, sekaligus menegaskan perannya sebagai kreator utama Barcelona. Meski gagal mempertahankan gelar, Barcelona menutup musim dengan pertahanan yang jauh lebih solid, sementara Real Madrid membuktikan bahwa konsistensi di pertandingan kecil adalah kunci juara.
La Liga 2024/2025 menutup buku dengan Real Madrid kembali berjaya, Barcelona yang memenangkan perang statistik di El Clásico, dan generasi muda yang terus bersinar. Dengan logo musim baru yang telah diperkenalkan, pertanyaan besar kini mengarah ke musim berikutnya: akankah Madrid mempertahankan mahkota, atau Barcelona akhirnya kembali ke singgasana?
Comments (0)