Drama Menit ke-87! Tottenham Tekuk Brentford 2-1 Lewat Kudus
Gtech Community Stadium kembali membuktikan diri sebagai markas yang tidak nyaman bagi tim-tim besar. Namun pada Sabtu (22/8/2026), Tottenham Hotspur berhasil pulang dengan tiga poin setelah skor akhi...
Gtech Community Stadium kembali membuktikan diri sebagai markas yang tidak nyaman bagi tim-tim besar. Namun pada Sabtu (22/8/2026), Tottenham Hotspur berhasil pulang dengan tiga poin setelah skor akhir 2-1 atas tuan rumah Brentford. Gol kemenangan lahir di menit ke-87 lewat sepakan tenang Mohammed Kudus, menyusul umpan terukur Xavi Simons, setelah Sandro Tonali sebelumnya menyamakan kedudukan dengan tendangan jarak jauh spektakuler di menit ke-38.
Pertandingan pekan kedua Liga Inggris ini berlangsung intens sejak kick-off. Thomas Frank, yang kembali ke stadion tempatnya membangun reputasi, menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1. Guglielmo Vicario berdiri di bawah mistar, dilindungi Pedro Porro, Cristian Romero, Micky van de Ven, dan Djed Spence. Duoton Tonali-Palhinha mengawal lini tengah, sementara Kudus, Simons, dan Wilson-Odobert mendukung Richarlison sebagai ujung tombak.
Sementara itu, Brentford yang diasuh Keith Andrews tampil dengan formasi 4-3-3. Caoimhin Kelleher menjaga gawang, berdiri di belakang lini yang dipimpin Kristoffer Ajer dan Collins. Jordan Henderson dan Nørgaard mengatur tempo di tengah, dengan trio Schade, Igor Thiago, dan Ouattara menjadi ancaman utama di lini depan.
Babak Pertama: Thiago Bikin Gtech Meledak, Tonali Balas Tuntas
Menit ke-14, publik tuan rumah pecah. Kevin Schade melepaskan sprint di sisi kiri sebelum mengirim umpan silang terukur ke kotak penalti. Igor Thiago membaca arah bola dengan sempurna dan menyambutnya dengan sundulan keras dari titik penalti yang tak mampu dihalau Vicario. Skor 1-0 untuk Brentford, gol perdana Thiago di musim ini.
Tottenham merespons dengan menaikkan intensitas pressing tinggi. Menit ke-23, Richarlison hampir menyamakan kedudukan lewat sepakan first-time dari dalam kotak penalti, namun Kokoh ditolak Kelleher. Tekanan Spurs akhirnya membuahkan hasil di menit ke-38. Bola rebound dari sepakan Simons jatuh tepat di kaki Sandro Tonali di tepi kotak penalti. Gelandang Italia itu tanpa ragu melepaskan tendangan volley rendah yang menusuk sudut kanan bawah gawang Kelleher. Kedudukan berubah 1-1, dan momentum mulai bergeser ke kubu tamu.
Tonali, Maestro Lini Tengah Spurs
Jika ada satu nama yang layak diangkat malam ini, jawabannya jelas: Sandro Tonali. Gelandang serba bisa itu mencatatkan passing accuracy 91 persen, menciptakan 4 peluang emas, serta memenangkan 8 dari 11 duel fisik. Pergerakannya antargaris membuat pasangan Nørgaard-Henderson kesulitan mengatur ritme permainan.
Kemitraan Tonali dengan Palhinha memberi keseimbangan sempurna: satu bertugas mengunci ruang, satu lagi mendistribusikan bola. Statistik penguasaan bola babak pertama pun mencatat Spurs unggul 58-42, dengan 4 shots on target berbanding 3 milik tuan rumah.
Drama VAR dan Kemenangan Menit ke-87
Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Brentford nyaris unggul kembali di menit ke-52 saat sundulan Ajer dari sepak pojok membentur mistar atas. Kristoffer Ajer sendiri tampil gigih di lini belakang, meski harus menerima kartu kuning di menit ke-64 akibat pelanggaran taktis terhadap Kudus yang sedang melaju kencang di sayap.
Momen kontroversial datang di menit ke-71. Sepakan Ouattara diduga membentur tangan Romero di dalam kotak penalti. Wasit memeriksa monitor VAR selama dua menit penuh, namun keputusan akhir tetap: bukan penalti, karena posisi tangan dinilai wajar. Keputusan itu memicu protes keras dari pemain dan suporter Brentford.
Justru dari tekanan itulah Tottenham bangkit. Menit ke-87, serangan balik cepat dimulai dari kaki Vicario. Bola berpindah ke Simons yang membaca ruang di sisi kanan pertahanan Brentford. Through ball-nya memotong seluruh lini pertahanan tuan rumah, dan Kudus menyelesaikannya dengan dingin melewati Kelleher. Pengecekan offside oleh VAR hanya butuh hitungan detik — gol sah, 2-1 untuk Spurs.
Statistik Akhir dan Catatan Klasemen
Secara angka, Tottenham sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola 56 persen berbanding 44. Total shots on target juga berpihak pada tamu, 7 berbanding 5. Brentford unggul dalam duel udara dengan win rate 61 persen, namun efektivitas finishing menjadi pembeda di laga ini.
Hasil ini membawa Tottenham mengumpulkan 6 poin dari dua laga awal dan sementara duduk di papan atas klasemen. Sebaliknya, Brentford masih menunggu kemenangan perdana setelah bermain imbang di pekan pembuka. Bagi Thomas Frank, menang di kandang lamanya tentu terasa istimewa.
'Kembali ke Gtech selalu membawa emosi tersendiri,' ujar Frank usai laga. 'Namun kami datang untuk tiga poin, dan para pemain menunjukkan karakter luar biasa setelah tertinggal lebih dulu. Tonali adalah otak kami di lini tengah malam ini.'
Adapun Keith Andrews tetap optimistis. Menurutnya, struktur permainan anak asuhnya sudah berjalan baik dan peluang yang diciptakan cukup banyak. Yang kurang hanyalah ketajaman di menit-menit akhir, dan ia yakin hasil akan mengikuti seiring musim berjalan.
Brentford akan menjamu Chelsea di laga berikutnya, sementara Tottenham menjalani ujian berat melawan Manchester City di Tottenham Hotspur Stadium. Satu hal pasti: jika Tonali terus tampil dengan level seperti ini, Spurs memiliki motor penggerak yang sangat berbahaya untuk musim panas ke depan.
Comments (0)