Drama Menit ke-90+3! Martinelli Antarkan Arsenal ke Semifinal Lawan PSG

Santiago Bernabéu sekali lagi menjadi panggung malam Eropa yang liar. Datang ke ibu kota Spanyol dengan keunggulan agregat 3-0 dari leg pertama di Emirates Stadium, Arsenal menutup perjalanan perempa...

Aug 24, 2026 - 10:45
0 0
Drama Menit ke-90+3! Martinelli Antarkan Arsenal ke Semifinal Lawan PSG

Santiago Bernabéu sekali lagi menjadi panggung malam Eropa yang liar. Datang ke ibu kota Spanyol dengan keunggulan agregat 3-0 dari leg pertama di Emirates Stadium, Arsenal menutup perjalanan perempat final Liga Champions 2024/2025 dengan skor akhir Real Madrid 1-2 Arsenal, atau agregat 5-1. Namun angka itu takkan pernah menggambarkan deg-degan yang menghantui puluhan ribu penonton hingga menit ke-90+3, saat Gabriel Martinelli melepaskan sentuhan dingin yang mengoyak gawang Thibaut Courtois sekaligus mengunci tiket semifinal. Hadiahnya jelas: Paris Saint-Germain menanti di babak empat besar.

Babak Pertama: Dominasi Kosong Sang Tuan Rumah

Carlo Ancelotti menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-1-2, menempatkan Jude Bellingham sebagai penghubung di belakang duet Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior. Mikel Arteta menjawab dengan 4-3-3 andalannya: Declan Rice, Thomas Partey, dan Martin Ødegaard merawat lini tengah, sementara Bukayo Saka dan Martinelli siap menusuk dari sayap. Madrid langsung menekan sejak kick-off. Penguasaan bola tuan rumah menyentuh 58 persen di paruh pertama, namun blok rendah Arsenal yang dipimpin William Saliba nyaris tak membuka celah. Jebakan offside juga rutin memutus ritme Mbappé. Ancaman terbaik Madrid baru lahir di menit ke-14 lewat sundulan kapten yang masih ditepis David Raya.

Sebelum seperempat jam pertama usai, drama justru menghampiri tim tamu. VAR mengintervensi pelanggaran Antonio Rüdiger atas Mikel Merino di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Eksekusi panenka Saka terbaca mati-matian oleh Courtois. Peluit babak pertama kemudian ditutup tanpa gol, dengan tembakan tepat sasaran hanya 2-1 untuk Madrid — dominan, tapi belum tajam.

Dua Menit yang Mengubah Ritme Laga

Babak kedua dimulai dengan wajah berbeda. Menit ke-65, kesalahan header David Alaba di tengah pertahanan berubah menjadi hadiah empuk. Saka merebut bola, melesat meninggalkan kejaran Ferland Mendy, lalu menuntaskan serangan satu lawan satu dengan mengetuk bola melewati Courtois. Gol perdana sang winger di Liga Champions musim ini, dan Bernabéu mendadak hening. Hening itu tak bertahan lama. Menit ke-67, kecerobohan membangun serangan dari area sendiri membuat Vinícius Júnior bebas melepas tembakan rendah dari sisi kiri kotak penalti. Bola menembus jari Raya. Skor 1-1, agregat 4-1, dan momentum tiba-tiba berayun penuh ke kubu tuan rumah. Enam menit berikutnya menjadi periode paling brutal: Madrid menghujani gawang Arsenal dengan tiga tembakan beruntun.

Menit ke-90+3: Umpan Terobosan dan Darah Dingin Martinelli

Memasuki 10 menit terakhir, Arteta menukar kartu dengan menghadirkan pemain segar untuk menghidupkan transisi cepat. Strategi itu nyaris runtuh ketika Courtois melakukan penyelamatan ganda luar biasa di menit ke-88, menghalau dua tembakan beruntun dari jarak dekat. Namun takdir menulis skenario lain. Menit ke-90+3, umpan terobosan Mikel Merino membelah barisan pertahanan Madrid yang naik terlalu tinggi. Martinelli berlari tanpa tertandingi, masuk ke kotak penalti, lalu mendorong bola melewati Courtois dengan darah dingin. 2-1. Stadion yang biasa menelan lawan kini terdiam. Sisa waktu tambahan habis tanpa insiden berarti, dan peluit panjang dikumandangkan.

Angka yang Membongkar Cerita

Secara kuantitas, Madrid memang tampak dominan. Penguasaan bola akhir laga 60-40, total tembakan 18 banding 9. Tapi efektivitas bercerita sebaliknya: Arsenal mencatat 6 shots on target dari 9 percobaan, sementara Madrid hanya 5 tepat sasaran dari 18 upaya. Expected goals (xG) menegaskan kisah itu — 2.1 untuk Arsenal versus 1.4 untuk Madrid. Rice tampil sebagai motor lini tengah dengan akurasi passing 92 persen dan 11 duel dimenangkan, sementara Saliba menyumbang delapan kombinasi tekel dan intersepsi. Di kubu yang kalah, Courtois tetap pantas mendapat pujian: empat penyelamatan plus satu penalti yang dihalau.

Kericuhan juga sempat mewarnai laga. Wasit mencatat lima kartu kuning — tiga untuk Madrid, dua untuk Arsenal — dengan Eduardo Camavinga dan Partey masuk daftar waspada menjelang semifinal.

PSG Menanti di Gerbang Final

Lolosnya Arsenal ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2009 membuka babak baru proyek Arteta. Yang menanti bukan lawan sembarangan: Paris Saint-Germain, sang perombak Aston Villa, sudah berdiri di gerbang final. Leg pertama digelar di Emirates Stadium sebelum The Gunners bertandang ke Parc des Princes. Pekerjaan rumah Arteta jelas: menjaga kebugaran inti skuad di tengah padatnya jadwal Premier League, serta memastikan Saka dan Kai Havertz tampil prima. Namun satu hal sudah terbukti di Bernabéu — mental tim ini kokoh di bawah tekanan maksimal. Clean sheet agregat mereka bahkan hanya pecah di menit ke-67 malam ini. Dengan modal itu, Arsenal layak disebut kandidat serius menyabet trofi pertama mereka di kompetisi elit Eropa ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User