Kisah Pilu Ibu Rumah Tangga di Medan: Tertipu Sosok Pria Tampan, Rp 120 Miliar Raib dalam 4 Bulan

Kasus penipuan bermodus asmara atau love scam kembali memakan korban dengan kerugian fantastis. Seorang ibu rumah tangga di Medan harus menerima kenyataan pahit setelah uang senilai Rp 120 miliar l

Jul 08, 2026 - 08:13
0 0
Kisah Pilu Ibu Rumah Tangga di Medan: Tertipu Sosok Pria Tampan, Rp 120 Miliar Raib dalam 4 Bulan

Kasus penipuan bermodus asmara atau love scam kembali memakan korban dengan kerugian fantastis. Seorang ibu rumah tangga di Medan harus menerima kenyataan pahit setelah uang senilai Rp 120 miliar lenyap hanya dalam waktu empat bulan. Dana tersebut raib setelah ia menjalin hubungan daring dengan seseorang yang mengaku sebagai pria tampan asal Singapura.

Korban terpikat oleh komunikasi intens dan rayuan manis dari pelaku. Sosok pria yang diklaim sebagai seorang pengusaha sukses itu dikemas dengan sangat meyakinkan. Namun belakangan terungkap, semua foto dan identitas yang digunakan merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang dirancang khusus untuk menipu dan mengeksploitasi emosi para korban.

"Pelaku biasanya menggoda korban dengan 'sosok' berparas menarik, dan kebanyakan hanya hasil rekayasa AI," jelas Ketua Satgas PASTI, Rizal Ramadhani.

Modus operandi ini dinilai semakin canggih seiring perkembangan teknologi. Para pelaku tidak hanya mengandalkan kata-kata manis, tetapi juga menggunakan foto profil palsu yang sulit dibedakan dari manusia asli. Mereka membangun hubungan emosional jangka panjang, kemudian secara bertahap membujuk korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan berbagai dalih, seperti bisnis mendesak, biaya pengobatan, atau investasi bersama.

Rizal menegaskan bahwa tidak ada profil spesifik yang menjadi target para penipu. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki potensi yang sama untuk menjadi korban. Celakanya, korban sering kali tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi karena sudah terlanjur terbuai oleh perasaan cinta.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas PASTI terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk tawaran yang mencurigakan, terutama yang melibatkan transfer dana ke pihak tidak dikenal. Literasi digital yang baik serta sikap skeptis terhadap hubungan yang terjalin hanya melalui dunia maya menjadi kunci utama untuk menghindari jeratan kejahatan siber ini. Masyarakat diharapkan segera melapor jika menemukan indikasi penipuan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Laporan lengkap mengenai tren kejahatan keuangan ini terus kami pantau untuk memberikan informasi akurat bagi pembaca setia Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User