Kericuhan Pasca Final Piala Dunia 2026: Paredes Jadi Pemicu

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Prancis di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi panggung selebrasi. Namun, laga yang berlangsung selama 120 menit plus adu penalti itu justru berakhir dengan k...

Oct 08, 2026 - 08:26
0 0
Kericuhan Pasca Final Piala Dunia 2026: Paredes Jadi Pemicu

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Prancis di final Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi panggung selebrasi. Namun, laga yang berlangsung selama 120 menit plus adu penalti itu justru berakhir dengan kekacauan di tengah lapangan. Leandro Paredes, gelandang bertahan Argentina, menjadi titik sentral kericuhan yang melibatkan pemain kedua tim setelah wasit meniup peluit panjang.

Kronologi Kericuhan di Menit Akhir

Insiden bermula pada menit ke-118 ketika Paredes melakukan tekel keras terhadap Aurélien Tchouaméni di area tengah lapangan. Wasit asal Italia, Daniele Orsato, langsung memberikan kartu kuning kepada Paredes, tetapi keputusan itu tidak meredam ketegangan. Rekaman VAR sempat meninjau potensi kartu merah, namun Orsato tetap pada keputusan awalnya. Hingga peluit akhir berbunyi, kedua kubu masih saling melontarkan provokasi.

Begitu pertandingan usai, Paredes terlihat mendekati bangku cadangan Prancis dan melakukan selebrasi berlebihan tepat di depan wajah Kylian Mbappé. Aksi itu memicu kemarahan para pemain Les Bleus. Dalam hitungan detik, puluhan pemain dan ofisial dari kedua tim terlibat dorong-dorongan. Steward dan petugas keamanan kesulitan memisahkan mereka selama hampir lima menit.

Statistik Pertandingan yang Memanas

Pertandingan final ini mencatatkan 32 pelanggaran, dengan 9 kartu kuning dan 2 kartu merah yang dikeluarkan setelah kericuhan. Argentina unggul penguasaan bola tipis 52 persen berbanding 48 persen milik Prancis. Shots on target Argentina mencapai 7, sementara Prancis hanya 5. Mbappé menjadi pemain paling sering dilanggar dengan 6 kali, tiga di antaranya dilakukan oleh Paredes.

Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menempatkan Paredes sebagai anchor di lini tengah. Peran itu membuatnya sering terlibat duel fisik dengan gelandang Prancis. Sementara itu, Didier Deschamps menerapkan 4-2-3-1 dengan Tchouaméni dan Eduardo Camavinga sebagai double pivot. Duel di area tengah lapangan berlangsung sengit sepanjang 120 menit.

Reaksi Pelatih dan Dampak Setelah Laga

"Kami kehilangan kendali selama beberapa detik. Leandro memang pemain temperamental, tetapi provokasi dari pihak lawan juga tidak bisa diabaikan. Saya sudah berbicara dengannya dan dia menyesal," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Dari kubu Prancis, Deschamps menyatakan kekecewaannya. "Seharusnya final Piala Dunia menjadi contoh bagi dunia. Apa yang terjadi setelah peluit akhir tidak mencerminkan nilai-nilai sepak bola," tegasnya. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dikabarkan akan membuka investigasi resmi dan menjatuhkan sanksi kepada pemain yang terlibat.

Bagi Argentina, gelar juara ini menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam rentan empat tahun setelah 2022. Namun, selebrasi mereka tercoreng oleh insiden yang melibatkan Paredes. Media internasional menyoroti bagaimana seorang pemain dengan 47 caps dan reputasi sebagai pengganggu lawan kembali menunjukkan sisi kontroversialnya di panggung terbesar.

Paredes sendiri menolak memberikan komentar saat meninggalkan Stadion MetLife. Ia hanya tersenyum sambil mengangkat trofi, sementara rekan-rekannya berusaha menghalau awak media. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Paredes maupun agennya.

Kericuhan ini menjadi catatan kelam bagi final Piala Dunia 2026 yang seharusnya dikenang karena kualitas permainan. Dengan total 14 kartu sepanjang turnamen untuk Paredes, ia kini menjadi salah satu pemain paling disorot menjelang evaluasi disiplin FIFA. Dunia sepak bola menunggu langkah tegas dari otoritas tertinggi, sementara Argentina berpesta dengan sedikit noda di balik gemerlap trofi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User