Kemenag Sesalkan Insiden Saat Misa Penghiburan di Depok: Utamakan Dialog
Beritainti.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang mengganggu jalannya misa penghiburan di kediaman warga di Cipayung, Kota Depok. Peristiwa in
Beritainti.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang mengganggu jalannya misa penghiburan di kediaman warga di Cipayung, Kota Depok. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena dinilai mencederai semangat kerukunan umat beragama yang selama ini dijaga bersama. Kemenag mengajak masyarakat untuk senantiasa mengedepankan dialog dan sikap saling menghormati dalam menyikapi perbedaan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menekankan bahwa setiap persoalan yang melibatkan unsur keagamaan harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan yang justru memicu ketegangan. "Kami menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Tentu kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi," ujar Thobib saat dihubungi awak media, Rabu (1/6/2026).
Dorong Dialog Antarumat Beragama
Insiden tersebut, berdasarkan laporan yang diterima Beritainti.com, terjadi saat sejumlah warga menggelar misa penghiburan di lingkungan permukiman di Cipayung. Meski detail kronologis masih dalam pendalaman, Kemenag memandang bahwa gesekan semacam ini seharusnya bisa dicegah dengan membangun pemahaman bersama tentang hak menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Thobib menambahkan bahwa dialog menjadi kunci utama untuk meredam potensi konflik di tengah keberagaman.
"Dalam masyarakat yang majemuk, perbedaan pandangan adalah keniscayaan. Namun jangan sampai perbedaan itu menjadi sumber perpecahan. Dialog harus menjadi jalan pertama dan utama," tegas Thobib. Ia juga mengingatkan bahwa negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah sebagaimana diatur dalam konstitusi.
Kemenag melalui jajarannya di daerah, termasuk Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, diharapkan turut serta memfasilitasi mediasi dan memperkuat forum-forum kerukunan umat beragama (FKUB) agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Pihak Kemenag juga mengapresiasi aparat keamanan yang telah bertindak cepat meredakan situasi dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak terprovokasi.
Pesan untuk Masyarakat
Thobib berpesan agar setiap warga negara memiliki kesadaran untuk menjaga harmoni, terutama di lingkungan terkecil seperti tingkat RT/RW. Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dan pemuka masyarakat dalam membangun toleransi. "Kita semua bertanggung jawab menjaga rumah bersama ini. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia dibangun di atas fondasi Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Kemenag berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk semakin gencar menyuarakan kampanye moderasi beragama. Dengan menumbuhkan sikap inklusif dan terbuka, setiap aktivitas keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan damai tanpa gangguan. Ke depan, dialog lintas agama akan terus didorong sebagai solusi atas berbagai tantangan dalam kehidupan beragama di Tanah Air.
Comments (0)