Kekeringan Parah Landa Situbondo, Warga Gunung Putri Tempuh Satu Kilometer Demi Air Bersih

Situbondo - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai menampakkan dampak serius bagi kehidupan warga. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Gunung Putri

Jul 08, 2026 - 00:14
0 1
Kekeringan Parah Landa Situbondo, Warga Gunung Putri Tempuh Satu Kilometer Demi Air Bersih

Situbondo - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai menampakkan dampak serius bagi kehidupan warga. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Gunung Putri, di mana ratusan kepala keluarga kini harus berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka akan air bersih. Berdasarkan laporan di lapangan, warga di desa ini setiap hari harus menempuh perjalanan kaki hingga satu kilometer menuju satu-satunya sumber mata air yang masih mengalir. Kondisi ini sudah berlangsung selama hampir dua bulan terakhir dan semakin hari semakin memprihatinkan seiring dengan menyusutnya debit air akibat curah hujan yang nyaris tidak ada.

Perjuangan Harian Warga Mengais Air

Menurut pantauan tim media kami di lokasi, aktivitas mencari air sudah menjadi pemandangan rutin sejak dini hari. Para ibu rumah tangga, anak-anak, dan lansia tampak membawa jeriken dan ember di sepanjang jalan setapak menuju sumber mata air yang terletak di dataran rendah. Untuk mencapai lokasi tersebut, mereka harus melewati medan yang cukup terjal dan berbatu. "Setiap hari saya harus berangkat jam empat pagi supaya tidak antre terlalu lama. Kalau siang, airnya makin kecil dan harus berebut dengan warga lain," ujar Sumiati, seorang ibu tiga anak yang diwawancarai di sela aktivitasnya.

"Kami sudah pasrah dengan kondisi ini. Setiap kemarau selalu begini, tapi tahun ini lebih parah karena sumur-sumur sudah kering semua. Pemerintah mohon segera dibantu, kami butuh air bersih," kata Suyatno, Kepala Dusun setempat, saat ditemui media kami.

Dampak Meluas ke Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Krisis air bersih ini tidak hanya mengganggu kebutuhan domestik seperti memasak dan minum, tetapi juga mulai merembet ke aspek kesehatan dan pendidikan. Beberapa warga mengeluhkan gejala penyakit kulit akibat terpaksa menggunakan air yang kurang higienis. Di sisi lain, sejumlah anak terpaksa membolos sekolah karena harus membantu orang tua mencari air atau karena kelelahan fisik. Puskesmas setempat mencatat adanya peningkatan kasus diare dan infeksi saluran pencernaan dalam beberapa pekan terakhir, yang diduga kuat terkait dengan konsumsi air yang tidak terjamin kebersihannya.

Camat setempat mengakui bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dan tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo untuk menyalurkan bantuan air bersih secara berkala. Namun, bantuan yang datang seringkali tidak mencukupi kebutuhan seluruh warga. "Kami sudah mendistribusikan tangki air, tetapi memang belum merata. Kami terus berupaya mencari solusi jangka pendek maupun panjang, termasuk pembangunan sumur bor dan embung desa," jelasnya. Warga berharap ada langkah konkret yang lebih cepat, sebelum dampak terburuk dari kekeringan ini melumpuhkan aktivitas mereka sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User