Katarak Jadi Penyebab Buta Utama di Dunia

Seiring bertambahnya usia, fungsi kinerja mata manusia akan mengalami penurunan secara alami. Proses penuaan ini dapat memicu berbagai gangguan penglihatan

Oct 07, 2026 - 07:56
0 0
Katarak Jadi Penyebab Buta Utama di Dunia

Seiring bertambahnya usia, fungsi kinerja mata manusia akan mengalami penurunan secara alami. Proses penuaan ini dapat memicu berbagai gangguan penglihatan, salah satunya yang paling umum adalah katarak. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), katarak merupakan penyebab kebutaan terbanyak di dunia yang dapat dicegah maupun diobati melalui tindakan medis yang tepat. Kondisi ini menjadi perhatian global karena jumlah penderitanya terus meningkat seiring dengan lonjakan populasi lansia di berbagai negara.

Penuaan Memicu Penurunan Fungsi Lensa Mata

Secara biologis, lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina agar objek dapat terlihat dengan jelas. Seiring bertambahnya usia, protein di dalam lensa akan mengalami perubahan struktur yang menyebabkan lensa menjadi keruh. Perubahan ini terjadi secara bertahap dan tidak bisa dikembalikan secara alami. Menurut WHO, lebih dari 65 juta orang di dunia menderita gangguan penglihatan akibat katarak, dengan mayoritas kasus ditemukan pada individu berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa penuaan menjadi faktor risiko utama yang tidak bisa dihindari.

Kronologi Perkembangan Gejala Katarak

Gejala katarak tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui beberapa tahap yang dapat diidentifikasi jika penglihatan diperhatikan secara rutin. Berikut adalah urutan perkembangan yang umumnya dialami oleh penderita:

  1. Tahap Awal: Penglihatan mulai sedikit kabur, namun masih dapat dikoreksi dengan kacamata. Banyak penderita tidak menyadari adanya perubahan signifikan.
  2. Tahap Menengah: Sensitivitas terhadap cahaya meningkat, terutama saat malam hari. Penglihatan juga mulai memunculkan lingkaran cahaya atau halo di sekitar sumber cahaya.
  3. Tahap Lanjut: Warna terlihat pudar, kontras berkurang, dan objek sulit dikenali meski sudah menggunakan kacamata. Aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
  4. Tahap Berat: Lensa mata sudah sangat keruh sehingga penglihatan hampir seluruhnya hilang. Pada tahap ini, operasi menjadi pilihan utama untuk memulihkan penglihatan.

Faktor Risiko Selain Usia

Meskipun usia merupakan faktor dominan, terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempercepat terbentuknya katarak. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Diabetes Mellitus: Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak protein lensa mata lebih cepat.
  • Paparan Sinar UV: Radiasi ultraviolet dari matahari dapat memicu oksidasi pada lensa jika mata tidak dilindungi kacamata hitam.
  • Riwayat Merokok dan Alkohol: Kebiasaan ini terbukti meningkatkan risiko katarak melalui stres oksidatif.
  • Trauma Mata atau Penggunaan Obat Tertentu: Cedera mata maupun konsumsi kortikosteroid jangka panjang dapat menjadi pemicu.

Operasi Jadi Solusi Utama

Hingga saat ini, satu-satunya metode yang terbukti efektif untuk mengatasi katarak adalah operasi penggantian lensa. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan yang transparan. Menurut data dari International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB), operasi katarak memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 95 persen dalam memulihkan penglihatan.

"Katarak adalah penyebab kebutaan yang paling dapat diatasi. Dengan akses operasi yang tepat waktu, jutaan orang bisa kembali melihat," ungkap pernyataan resmi WHO terkait eliminasi kebutaan yang dapat dicegah.

Meski demikian, deteksi dini tetap menjadi kunci. Pemeriksaan mata rutin, terutama bagi lansia dan penderita diabetes, sangat penting untuk menentukan waktu yang tepat agar operasi dapat dilakukan sebelum gangguan penglihatan berdampak besar pada kualitas hidup.

Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Walaupun katarak tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, ada langkah sederhana yang dapat menurunkan risikonya. Menggunakan kacamata pelindung UV, menerapkan pola makan kaya antioksidan seperti buah dan sayur, mengontrol gula darah, berhenti merokok, serta rutin memeriksakan mata merupakan langkah yang direkomendasikan oleh para ahli. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan katarak, bukan menghentikannya secara mutlak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User