Liverpool dan Manchester City adalah dua klub raksasa Liga Inggris yang tak jarang berbagai pemain top pernah membela keduanya. Fenomena perpindahan penyerang dari Anfield ke Etihad Stadium, atau sebaliknya, selalu menjadi sorotan. Dari sekian banyak nama, ada lima penyerang top yang pernah memperkuat kedua klub tersebut. Menariknya, dari lima nama itu, hanya satu yang masih aktif dan kini identik dengan salah satu klub: Raheem Sterling.
Robbie Fowler, Legenda Anfield yang Bersinar di Etihad
Nama pertama yang wajib disebut adalah Robbie Fowler. Striker kelahiran Liverpool ini menghabiskan masa keemasannya bersama The Reds. Periode pertamanya berlangsung selama 8,5 musim, dimulai pada 1993/1994 hingga 2001/2002. Setelah sempat hengkang, ia kembali memperkuat Liverpool selama 1,5 musim di periode kedua. Secara keseluruhan, Fowler tampil dalam 369 laga di semua kompetisi dan mencetak 183 gol serta 50 assist. Statistik itu menjadikannya salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Liverpool.
Menariknya, Fowler juga sempat berseragam Manchester City pada 2003 hingga 2006. Meski tak lagi muda, insting golnya tetap terasah. Ia mencetak sejumlah gol penting bagi The Citizens, termasuk gol-gol khas penyelesaian dingin di dalam kotak penalti. Perpindahannya dari Anfield ke Etihad menjadi salah satu transfer paling menarik awal dekade 2000-an.
Nicolas Anelka, Penyerang Keliling yang Menjelajah Dua Klub
Nama berikutnya adalah Nicolas Anelka. Striker asal Prancis ini dikenal sebagai pemain yang gemar berpindah klub. Ia pernah memperkuat Liverpool pada paruh musim 2001/2002 sebagai pemain pinjaman. Meski hanya sebentar, Anelka menyumbangkan beberapa gol krusial dan membantu The Reds tampil kompetitif di Liga Premier. Setelah itu, ia bergabung dengan Manchester City pada 2002 hingga 2005. Di Etihad, Anelka menjadi andalan di lini depan dengan kecepatan dan penyelesaian akhir yang mematikan. Kombinasi pengalaman di dua klub besar ini menjadikannya salah satu penyerang paling berpengalaman di Liga Inggris.
Daniel Sturridge, Insting Gol dari Etihad ke Anfield
Berbeda arah, Daniel Sturridge justru lebih dulu menimba ilmu di Manchester City sebelum bersinar di Liverpool. Ia memperkuat The Citizens pada 2006 hingga 2009, meski lebih banyak bermain sebagai pemain pelapis. Setelah itu, Sturridge pindah ke Chelsea, lalu bergabung dengan Liverpool pada Januari 2013. Di Anfield, ia menjelma menjadi salah satu striker paling tajam di Liga Inggris. Duetnya dengan Luis Suarez pada musim 2013/2014 nyaris membawa Liverpool juara. Sturridge mencatatkan puluhan gol dengan shots on target yang tinggi, serta kemampuan dribel dan penyelesaian akhir yang klinis.
Raheem Sterling, Dari Anfield ke Etihad dan Kini Chelsea
Nama yang paling mencuri perhatian adalah Raheem Sterling. Pemain sayap ini menembus tim utama Liverpool pada 2012 dan menjadi salah satu winger paling menjanjikan di Liga Premier. Pada 2015, Sterling membuat keputusan kontroversial dengan pindah ke Manchester City. Bersama The Citizens, ia menjelma menjadi mesin gol dan assist. Sterling memenangkan banyak trofi, termasuk beberapa gelar Liga Premier, dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten. Dari lima penyerang top yang pernah membela Liverpool dan Manchester City, hanya Sterling yang masih aktif bermain di level tertinggi. Kini ia berseragam Chelsea setelah hengkang dari Etihad pada 2022.
Mario Balotelli, Kontroversi dan Bakat di Dua Klub
Nama terakhir adalah Mario Balotelli. Striker Italia ini memperkuat Manchester City pada 2010 hingga 2013. Di Etihad, ia menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Liga Premier 2011/2012, termasuk gol kemenangan dramatis melawan QPR. Setelah itu, Balotelli bergabung dengan Liverpool pada 2014. Sayangnya, masa baktinya di Anfield tidak berjalan mulus. Ia hanya mencetak beberapa gol dan lebih sering menjadi sorotan karena kontroversi di luar lapangan. Meski demikian, namanya tetap tercatat sebagai penyerang top yang pernah memperkuat dua klub besar ini.
Analisis: Mengapa Fenomena Ini Menarik?
Perpindahan penyerang antara Liverpool dan Manchester City selalu menjadi bahan perbincangan. Dari segi taktik, kedua klub memiliki filosofi berbeda. Liverpool lebih mengandalkan gegenpressing dan serangan cepat, sementara City mengutamakan penguasaan bola dan permainan posisional. Pemain yang mampu beradaptasi di kedua sistem tentu memiliki kualitas istimewa. Robbie Fowler, misalnya, sukses di Liverpool dengan 183 gol dan 50 assist, lalu tetap produktif di City meski usia tak muda. Sterling, di sisi lain, berkembang dari winger muda di Anfield menjadi pemain kunci di Etihad dengan koleksi trofi melimpah.
Dari lima nama di atas, Raheem Sterling adalah satu-satunya yang masih aktif dan kini menjadi bagian dari Chelsea. Meski demikian, jejak mereka yang pernah membela Liverpool dan Manchester City tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah Liga Inggris. Statistik, trofi, dan momen-momen krusial menjadi bukti bahwa kedua klub ini selalu menjadi magnet bagi penyerang top dunia.
Comments (0)