Java United Umumkan Skuad, Dua Legiun Asing Jadi Andalan
JAKARTA — Java United resmi merilis daftar skuad untuk Super League 2026/2027, dan dua legiun asing anyar langsung menjadi pusat perhatian. Dari 28 nama yang terdaftar, Laskar Kepodang Emas menaruh ...
JAKARTA — Java United resmi merilis daftar skuad untuk Super League 2026/2027, dan dua legiun asing anyar langsung menjadi pusat perhatian. Dari 28 nama yang terdaftar, Laskar Kepodang Emas menaruh harapan besar pada penyerang asal Brasil, Carlos Mendes, serta gelandang serang asal Argentina, Lucas Ferreyra, yang diyakini bakal mengubah wajah permainan tim di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Pengumuman ini keluar lewat konferensi pers resmi klub, sekaligus menutup teka-teki komposisi skuad yang sebelumnya hanya beredar lewat rumor bursa transfer. Manajemen juga mengonfirmasi seluruh kontrak pemain inti musim lalu tetap dipertahankan, kecuali dua nama yang dilepas ke klub lain. Musim 2025/2026 lalu, Java United menutup klasemen dengan catatan 14 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 11 kekalahan, dengan 46 gol dicetak dan 38 kebobolan. Rerata penguasaan bola mereka mencapai 54,2 persen, sementara shots on target per laga berada di angka 4,8 — dua statistik yang menunjukkan gaya bermain menyerang, namun belum dibarengi ketajaman di depan gawang lawan.
Dua Legiun Asing Baru, Amunisi Tumpuan Laskar Kepodang Emas
Carlos Mendes datang dengan reputasi yang pantas membuat suporter bersemangat. Musim lalu, penyerang berusia 27 tahun itu mencatatkan 19 gol dan 7 assist dalam 31 penampilan bersama klub lamanya di kompetisi divisi dua Portugal. Catatan itu menjadikannya mesin gol paling produktif di bursa transfer musim panas ini. Uji coba pramusim pun sudah memberi sinyal positif: pada laga melawan Persela FC pekan lalu, menit ke-23, Mendes melepaskan tendangan first-time dari tepi kotak penalti yang bersarang mulus di pojok kanan gawang lawan — skor akhir 3-1 untuk Java United. Bahkan pada uji coba kedua, ia mencetak hat-trick dalam kemenangan telak 5-0 atas tim divisi dua.
Di belakangnya, Lucas Ferreyra siap menjadi orkestrator permainan. Gelandang serang asal Argentina itu menyumbang 8 gol dan 12 assist musim lalu, angka assist tertinggi kedua di kompetisi asalnya. Kehadirannya diprediksi menambah kreativitas di lini tengah yang musim lalu kerap kesulitan menembus blok pertahanan rendah lawan. Dari data internal klub, Ferreyra mencatatkan 2,1 key pass per laga dengan akurasi umpan 86 persen — kombinasi yang sangat dibutuhkan untuk memberi makan Mendes di lini depan.
"Kami tidak hanya mencari pemain dengan nama besar, tetapi pemain yang cocok dengan filosofi permainan tim. Mendes dan Ferreyra adalah dua pemain yang memahami ruang dan timing dengan sangat baik," ujar pelatih kepala Java United, Bambang Setiawan.
Starting XI dan Formasi 4-2-3-1
Dari pola latihan dan uji coba pramusim, Java United diprediksi tampil dengan formasi 4-2-3-1. Rizky Maulana mengawal gawang, dilindungi empat bek: Andika Putra, Bagas Pratama, Yusuf Ramadhan, dan Tegar Wibowo. Di depan mereka, Dimas Saputra dan Rian Firmansyah berduet sebagai double pivot. Trio penyerang belakang diisi Raka Aditya di sisi kanan, Ferreyra sebagai gelandang serang, dan Fajar Ramadhan di kiri, dengan Mendes sebagai ujung tombak tunggal.
Keputusan pelatih mempertahankan starting XI inti musim lalu menjadi nilai plus tersendiri. Chemistry antarpemain sudah terbentuk, dan yang berubah hanyalah cara tim menyerang. Dengan Mendes sebagai target man, umpan silang dari sayap — yang musim lalu hanya menghasilkan 12 gol — berpotensi naik signifikan. Fajar Ramadhan, sayap kiri dengan 7 assist musim lalu, menjadi pemain yang paling diuntungkan oleh kehadiran penyerang setinggi 186 sentimeter itu.
Kunci Sukses: Lini Pertahanan dan Catatan Clean Sheet
Namun, ambisi besar di lini depan tidak akan berarti tanpa perbaikan di lini belakang. Musim lalu Java United hanya mencatatkan 9 clean sheet dari 34 laga dan kebobolan 38 gol — angka yang masih terlalu tinggi untuk tim yang mengincar posisi empat besar. Kapten Bagas Pratama, yang memenangi 67 persen duel udara musim lalu, akan menjadi tumpuan utama bersama duet kiper Rizky Maulana dengan 118 penyelamatan.
Disiplin juga menjadi perhatian manajemen. Musim lalu tim mengoleksi 58 kartu kuning dan 4 kartu merah, dua di antaranya akibat protes berlebihan kepada wasit. Klub telah menginstruksikan para pemain untuk lebih tenang, terutama saat keputusan VAR tengah diperiksa. Beberapa kali musim lalu gol Java United dianulir karena offside yang baru terdeteksi setelah pengecekan VAR — detail kecil yang ternyata merugikan hingga 5 poin di klasemen akhir.
Target Musim Depan: Bukan Sekadar Bertahan
Dengan amunisi yang lengkap, target Java United musim ini jelas: menembus posisi empat besar dan memperebutkan tiket kompetisi Asia. Jadwal awal musim pun terbilang ramah — tiga dari empat laga perdana dihadapi tim papan tengah musim lalu. Jika Mendes menjaga konsistensi mencetak gol dan Ferreyra tetap menjadi pemantik serangan, bukan tidak mungkin Laskar Kepodang Emas menjadi kejutan Super League 2026/2027.
Satu hal yang pasti, suporter kini punya alasan menantikan kick-off musim baru. Perpaduan pengalaman pemain lokal dan kualitas legiun asing membuat Java United layak diperhitungkan — dan musim depan adalah momen pembuktian yang sesungguhnya.
Comments (0)