JAKARTA — The Trees & The Wild Rilis Piringan Hitam Album Zaman, Zaman

Sepuluh tahun sejak meluncur ke udara dan mengubah lanskap musik independen Tanah Air, album adiluhung 'Zaman, Zaman' karya grup musik The Trees & The Wild

Sep 17, 2026 - 15:24
0 0
JAKARTA — The Trees & The Wild Rilis Piringan Hitam Album Zaman, Zaman

Sepuluh tahun sejak meluncur ke udara dan mengubah lanskap musik independen Tanah Air, album adiluhung 'Zaman, Zaman' karya grup musik The Trees & The Wild (TTAW) kembali menemukan bentuk fisiknya yang paling berkelas. Merayakan satu dekade perjalanannya pada September 2026, unit eksperimental asal Jakarta ini resmi merilis ulang album monumental tersebut dalam format piringan hitam (vinyl). Langkah ini bukan sekadar perayaan nostalgia biasa, melainkan sebuah pernyataan estetik atas karya yang berhasil melampaui batas-batas genre dan waktu.

Sejak diluncurkan pertama kali, Zaman, Zaman dikenal sebagai salah satu titik balik paling radikal dalam sejarah diskografi The Trees & The Wild. Jika album debut mereka, Rasuk (2009), kental dengan warna folk-pop akustik yang bersahaja, maka Zaman, Zaman menjelma menjadi mahakarya post-rock, ambient, dan noise yang menggelegar sekaligus kontemplatif. Perilisan piringan hitam ini memberikan ruang akustik analog yang lebih presisi untuk menikmati lapisan audio rumit yang digubah oleh Rembrandt Songku dan kawan-kawan.

Transformasi Musikalitas: Dari Folk ke Dinding Suara Post-Rock

Perjalanan sepuluh tahun Zaman, Zaman membuktikan ketahanan sebuah karya seni di tengah arus tren musik kontemporer yang cepat berubah. Album ini tidak dibangun dengan rumus komersial populer; ia dipenuhi dengan tekstur soundscape yang luas, distorsi gitar yang mengawang, perkusi repetitif yang hipnotis, serta vokal yang diperlakukan seperti instrumen tambahan. Penikmat musik disuguhi dinamika yang ekstrem—mulai dari bisikan sunyi hingga ledakan sonic boom yang membahana.

"Zaman, Zaman adalah titik di mana kami membiarkan musik bernapas tanpa sekat genre. Perilisan format piringan hitam ini menghadirkan kembali kehangatan suara analog yang paling mendekati dinamika asli saat album ini diracik di studio," ungkap perwakilan band mengenai esensi rilis ulang tersebut.

Secara analitis, transisi gaya bermusik TTAW di album ini memicu gelombang eksplorasi baru bagi kancah musik independen Indonesia. Keberanian meninggalkan zona nyaman musik pop-folk akustik terbukti membuahkan hasil, menempatkan TTAW di panggung-panggung internasional bergengsi seperti Summersonic di Jepang hingga Laneway Festival di Singapura.

Pasar Vinyl dan Nilai Kolektibilitas Musik Fisik

Keputusan merilis Zaman, Zaman dalam format vinyl 12 inci menggarisbawahi tren revitalisasi media fisik di industri musik global. Di era ketika platform streaming digital mendominasi konsumsi harian, format vinyl menawarkan pengalaman audio-visual yang tak tergantikan. Pendengar diajak untuk melambatkan tempo, menikmati seni sampul album berukuran besar, serta merasakan ritual memutar piringan hitam secara intuitif.

Parameter Analisis Rasuk (2009) Zaman, Zaman (2016/2026)
Genre Utama Folk / Acoustic Pop Post-Rock / Ambient / Experimental
Karakter Suara Minimalis, Akustik, Warm Layered Soundscape, Noise, Dinamis
Format Perilisan Utama CD, Digital CD, Digital, Vinyl (Piringan Hitam)

Bagi para kolektor dan penggemar setia, piringan hitam ini menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Kualitas cetakan audio analog dinilai paling mampu menangkap frekuensi rendah yang pekat dan tekstur atmosferik yang menjadi ciri khas lagu-lagu seperti 'Sai 4' atau 'Empat Pohon'. Karakter rincian suara yang disajikan pada rilisan vinyl ini mempertegas betapa matangnya perencanaan produksi yang dilakukan satu dekade silam.

Warisan Berharga Bagi Industri Indie Indonesia

Satu dekade pasca perilisan utamanya, Zaman, Zaman tetap berdiri sebagai salah satu album indie paling berpengaruh di Indonesia. Album ini membuktikan bahwa karya yang diproduksi dengan kedalaman artistik tinggi mampu mempertahankan relevansinya secara lintas generasi. Kehadiran vinyl 10th Anniversary ini sekaligus menegaskan posisi The Trees & The Wild sebagai pionir yang konsisten menjaga integritas musikalitas mereka.

Pada akhirnya, perayaan 10 tahun ini bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga merayakan daya tahan sebuah karya seni yang terus menemukan pendengar barunya. Bagi siapa pun yang mendengarkannya hari ini, Zaman, Zaman tetap menjadi perjalanan spiritual yang menuntut perhatian penuh dari awal hingga akhir lagu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User