JAKARTA — PT Pegadaian (Persero) sukses menyelenggarakan forum strategis Sales Town Hall
Mengusung tema “Tumbuh Berkualitas, Melayani Lebih Luas”, forum ini menegaskan komitmen Pegadaian untuk tidak sekadar mengejar volume penyaluran pembiayaan
Mengusung tema “Tumbuh Berkualitas, Melayani Lebih Luas”, forum ini menegaskan komitmen Pegadaian untuk tidak sekadar mengejar volume penyaluran pembiayaan, melainkan memastikan setiap lini bisnis berkontribusi terhadap penguatan fundamental keuangan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pilar Strategis di Tengah Dinamika Ekonomi
Proyeksi Bank Indonesia menunjukkan ekonomi nasional tumbuh di kisaran 5,0–5,2 persen pada 2026, ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi. Namun, risiko eksternal seperti tensi geopolitik dan potensi kenaikan suku bunga acuan masih membayangi. Di sinilah peran multifinance BUMN seperti Pegadaian menjadi krusial sebagai penyangga likuiditas masyarakat menengah ke bawah dan pelaku ultramikro.
Dalam town hall tersebut, manajemen memaparkan tiga pilar strategis yang akan menjadi motor pertumbuhan tahun ini:
- Digitalisasi Layanan – Optimalisasi aplikasi Pegadaian Digital untuk menjangkau nasabah di luar wilayah operasional fisik, termasuk fitur gadai emas online dan pembiayaan berbasis syariah.
- Ekspansi ke Segmen UMKM – Meluncurkan produk Kredit Cepat Aman (KCA) dengan plafon lebih fleksibel dan suku bunga kompetitif bagi pelaku usaha kecil.
- Penguatan Kualitas Agunan – Meningkatkan porsi emas sebagai jaminan utama, mengingat tren harga emas yang masih naik dan dijadikan aset safe haven oleh masyarakat.
Kinerja 2025 dan Target Ambisius 2026
Berdasarkan data internal yang dipaparkan, sepanjang 2025 Pegadaian menyalurkan pinjaman sebesar Rp220 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year). Jumlah nasabah aktif mencapai 30,2 juta, didominasi segmen gadai emas (42 persen) dan pembiayaan kendaraan (28 persen). Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 1,47 persen, lebih rendah dari rata-rata industri multifinance yang berada di kisaran 2,2 persen.
Memasuki 2026, perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp250 triliun, dengan ekspektasi penambahan 5 juta nasabah baru dari digital onboarding. Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa ekspansi tidak akan mengorbankan kualitas pembiayaan.
“Kami ingin pertumbuhan yang tidak sekadar tinggi, tapi juga berkualitas. Seluruh tenaga penjual harus paham bahwa setiap rupiah yang disalurkan harus kembali tepat waktu, sehingga NPL tetap di bawah 1,5 persen. Sales Town Hall ini memastikan bahwa setiap arahan strategis sampai ke garda terdepan,”
ujarnya di sela acara.
Prospek Bisnis Gadai dan Emas
Harga emas dunia diproyeksi masih bertahan di atas US$2.700 per troy ounce pada 2026, yang akan mendorong minat masyarakat menggadaikan dan berinvestasi pada logam mulia. Pegadaian melihat segmen cicil emas dan tabungan emas akan menjadi kontributor utama peningkatan pendapatan non-bunga. Di sisi lain, diversifikasi ke pembiayaan multiguna dan kendaraan bermotor listrik mulai dijajaki melalui kolaborasi dengan produsen otomotif.
Forum ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mengakselerasi target bisnis triwulan pertama 2026, serta meningkatkan literasi keuangan nasabah melalui program edukasi di 300 titik layanan prioritas.
Comments (0)