JAKARTA — Pramono Anung Tinjau Proyek Flyover Latumenten Grogol

Di bawah terik matahari pertengahan tahun, ritme pembangunan infrastruktur DKI Jakarta kembali mendapat sorotan tajam. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung s

Sep 14, 2026 - 14:13
0 0
JAKARTA — Pramono Anung Tinjau Proyek Flyover Latumenten Grogol

Di bawah terik matahari pertengahan tahun, ritme pembangunan infrastruktur DKI Jakarta kembali mendapat sorotan tajam. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung meninjau progres pembangunan proyek Flyover Latumenten yang berlokasi di kawasan strategis Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis (2/7/2026). Kunjungan lapangan ini bukan sekadar agenda seremoni rutin, melainkan sinyal kuat komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengurai salah satu titik kemacetan paling kronis di wilayah barat ibu kota.

Kawasan Grogol selama ini dikenal sebagai persimpangan krusial yang menghubungkan arus kendaraan dari arah Jakarta Barat, Jakarta Utara, hingga akses menuju jalan tol lingkar dalam dan Tol Bandara Soekarno-Hatta. Penumpukan volume kendaraan yang terus meningkat setiap harinya menuntut penyelesaian fisik yang presisi dan cepat. Dalam inspeksi tersebut, Pramono Anung mengamati secara detail setiap tahap konstruksi struktur utama flyover untuk memastikan standar keselamatan dan ketepatan waktu pengerjaan.

Urgensi Infrastruktur dan Evaluasi Kemacetan Grogol

Secara analitis, pembangunan Flyover Latumenten dirancang untuk memutus perlintasan sebidang yang kerap menjadi penyebab utama gridlock di jam-jam sibuk. Data Dinas Perhubungan menunjukkan bahwa volume kendaraan yang melintasi koridor Latumeten mencapai lebih dari 85.000 unit per hari, dengan tingkat kejenuhan jalan (degree of saturation) yang telah melampaui ambang batas aman.

"Kita tidak bisa membiarkan masyarakat kehilangan waktu produktif mereka hanya karena kemacetan yang sebetulnya bisa kita urai dengan rekayasa infrastruktur yang tepat. Proyek Flyover Latumenten ini harus rampung sesuai target tanpa mengabaikan aspek kualitas," tegas Pramono Anung saat memberikan keterangan di lokasi proyek, Kamis (2/7/2026).
Parameter Evaluasi Sebelum Pembangunan Flyover Target Pasca-Pembangunan
Kecepatan Rata-rata Kendaraan 12 - 15 km/jam 35 - 40 km/jam
Waktu Tempuh Koridor Grogol 25 - 35 Menit 8 - 12 Menit
Tingkat Kejenuhan Jalan (V/C Ratio) 0.92 (Sangat Padat) 0.55 (Lancar)

Tantangan Integrasi dan Solusi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur fisik berupa flyover sejatinya kerap memicu perdebatan di kalangan pengamat tata kota. Sebagian analis menilai bahwa penambahan ruas jalan baru berisiko menciptakan induced demand, yaitu fenomena di mana penyediaan jalan baru justru merangsang pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi. Namun, langkah yang diambil Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Pramono Anung mencoba mengombinasikan pembangunan fisik ini dengan penguatan moda transportasi publik.

Flyover Latumenten tidak berdiri sendiri. Jalur ini dirancang terintegrasi dengan jaringan TransJakarta Koridor 9 serta memberikan akses yang lebih aman bagi pejalan kaki dan pengguna moda transportasi kereta komuter di Stasiun Grogol. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa pendekatan holistik ini sangat krusial agar pembangunan jalan layang tidak menjadi beban perkotaan di masa depan.

“Pembangunan jalan layang seperti di Latumenten memang memberikan dampak instan pada kelancaran lalu lintas fisik. Namun, kunci utamanya tetap pada konsistensi Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang sudah terintegrasi di kawasan Grogol ini,” ungkap pakar tata kota independen.

Target Ketepatan Waktu dan Pengawasan Ketat

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pengerjaan fisik proyek telah mencapai lebih dari 68 persen dari total target operasional. Pemprov DKI Jakarta menargetkan penyelesaian menyeluruh pada akhir kuartal ketiga tahun 2026, sehingga flyover dapat segera diuji coba dan diresmikan untuk umum sebelum puncak arus lalu lintas akhir tahun.

Pengawasan ketat terhadap kontraktor pelaksana terus dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan yang berdampak pada peningkatan biaya (cost overrun) maupun gangguan lalu lintas yang berkepanjangan. Dengan perbaikan infrastruktur di Latumenten, kawasan Grogol diharapkan mampu bertransformasi menjadi simpul transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah bagi pergerakan ekonomi warga Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User