Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia, khususnya Pertamax dan
Penyesuaian Harga Pertamax dan Pertamax Green Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per lite
Penyesuaian Harga Pertamax dan Pertamax Green
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah terhadap harga jual BBM nonsubsidi.
Meskipun terjadi penyesuaian harga, pemerintah memastikan bahwa harga BBM di Indonesia masih kompetitif dan lebih terjangkau dibandingkan negara-negara tetangga.
Merujuk pada data yang dirilis melalui kanal informasi resmi @sekretariat.kabinet, perbandingan harga BBM nonsubsidi di kawasan Asia Tenggara menunjukkan disparitas yang cukup signifikan. Data yang dikutip dari sejumlah lembaga pemantau harga energi global, seperti Petrol Price, GasWatch, dan Global Petrol Price per 11 Juni 2026, menunjukkan bahwa harga BBM di Filipina berada di kisaran Rp 22.158 per liter. Angka ini jauh melampaui harga Pertamax yang baru saja disesuaikan.
Lebih lanjut, di Laos harga BBM nonsubsidi mencapai Rp 31.945 per liter, sementara di Thailand menyentuh angka Rp 28.910 per liter. Myanmar mencatatkan harga Rp 25.085 per liter, dan yang tertinggi adalah Singapura dengan harga mencapai Rp 42.971 per liter. Dengan demikian, meskipun terjadi kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih berada di bawah rata-rata harga BBM di negara-negara tersebut.
Pemerintah berharap masyarakat dapat memahami bahwa penyesuaian harga ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan daya beli dan kondisi ekonomi nasional. Kebijakan tersebut juga diambil untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam negeri tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Comments (0)